Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 131 : Jangan Sesalkan Kebahagiaannya Sekarang


__ADS_3

RSIA


Edgar menatap haru pada layar monitor yang sedang menampilkan perkembangan janin yang dikandung oleh Mentari. Masih seperti gumpalan kecil, karena memang masih sangat muda usia kehamilan Mentari.


''Selamat Tuan, Nona.. kalian akan mendapatkan bayi kembar.'' ungkap dokter tersebut.


''KEMBAR?''


Mereka pun sama-sama terkejut. Bahkan Mentari yang sebelumnya sudah tau jika dirinya sedang hamil belum mengetahui hal itu karena hanya menggunakan tespeck beberapa kali. Ia membelinya saat dari supermarket beberapa waktu yang lalu dan mampir ke salah satu apotek, itupun ia meminta pak Mul dan juga Listi untuk merahasiakannya.


Dokter mengangguk untuk memastikan rasa keterkejutan mereka.


Saking bahagianya, Mentari juga tidak bisa menahan airmata yang sedari tadi tertahan di pelupuk mata.


''Semuanya sehat kan, Dok?''


''Tentu saja semuanya sehat, Nona. Seperti yang dijelaskan Tuan Edgar tadi kepada saya, faktor pikiran yang membuat anda pingsan.''


''Untuk kedepannya, saya sarankan jangan melakukan aktivitas yang berat, apalagi berhadapan situasi yang berat, karena sangat berpengaruh terhadap kondisi janin.'' jelas dokter tersebut.


''Cukup lakukan kegiatan ringan dirumah. Karena kalau tidak melakukan aktivitas fisik yang menyehatkan juga tidak baik.'' sambung dokter tersebut.


Edgar dan Mentari mengiyakan penjelasan dan juga saran-saran yang diberikan oleh dokter.


°°


Kantor polisi


Mychelle dan timnya sudah tidak bisa berkutik lagi. Segala upayanya untuk menyangkal sudah dipatahkan oleh bukti-bukti yang di tunjukkan oleh Jimmy.


Untuk kasus ini, banyak sekali pihak yang terlibat. Rumah sakit itu pun langsung tidak diizinkan menerima pasien baru lagi. Karena ulah oknum-oknum yang tidak memikirkan jangka panjang.


Tidak bermaksud untuk kejam, tuan Erick ingin memberikan efek jera kepada para pelaku kecurangan ini. Para pekerja di rumah sakit itu baik para tenaga medis, petugas kebersihan, dan lainnya yang tidak tahu-menahu tentang permasalahan ini mendapatkan bantuan dari Raymond.


''Hukuman ini memang pantas untuk kalian berdua.'' ujar Erick Raymond menatap tajam Mychelle dan mantan besannya itu.


Wanita paruh baya itu hanya melengos.


''Jangan pernah mengusik ketenangan hidup keluarga saya!''


''Jangan pernah playing victim!''


Erick Raymond beralih menatap tajam mantan menantunya.


''Dan kamu Mychelle! sejak dulu kami tidak pernah menolakmu sebagai istri Edgar, dan kamu menyanggupi apa yang sudah saya terapkan! tapi, nyatanya, kamulah yang ingkar dan pergi dan tidak sabar untuk menanti hari itu tiba.''

__ADS_1


''Dan sekarang kamu menggunakan cara kotor ini untuk kembali masuk ke keluarga kami?! jangan mimpi!''


''Jangan sesalkan kebahagiaannya sekarang, seseorang yang dulu kamu sia-siakan!'' ujar Erick dengan tegas.


Setelah menyampaikan kalimat panjang kepada mantan besan dan juga mantan menantunya itu, Erick meninggalkan mereka.


Permasalahan ini sudah dilimpahkan ke kepolisian. Mychelle sangat terbukti bersalah.


Masih banyak PR yang harus diselesaikan, yaitu menanggung para pekerja yang ada di rumah sakit itu setelah tempat mereka bekerja akan dicabut izinnya. Sedangkan Ardi yang terlibat dalam permasalahan ini, dan yang tak lain adalah keponakannya sendiri itu masih dalam pencarian karena langsung tidak ada di tempat.


Setelah kasus itu masuk ke polisi, media mulai mendengar dan menyerbu kantor polisi untuk mencari informasi tentang keluarga Raymond versus mantan model yang sekarang fokus menjadi pengusaha dengan produk kecantikan terkenal di negara ini.


Erick Raymond, Jimmy, dan pak Ikhsan meninggalkan kantor polisi. Begitu di depan, banyak kamera dan ponsel langsung mengerubungi dengan berbagai pertanyaan.


''Bagaimana kabarnya Tuan?''


''Tuan, Tuan.. sebenarnya apa yang terjadi dengan tuan Edgar?''


''Tuan, apa benar tuan Edgar sudah pernah menikah sebelum menikahi yang sekarang?''


Berbagai macam pertanyaan dilontarkan oleh para pemburu berita itu.


''Sabar-sabar, kasih jalan..!'' seru pengawal Erick Raymond yang masih enggan memberikan komentar apapun.


''Tuan.. kasih sedikit saja keterangan dong..!'' seru seorang wartawan.


''Maaf ya Mas-mas, Mbak-mbak.. saat ini saya belum bisa memberikan keterangan apapun. Nanti ada waktunya saya akan memberikan informasi bersama putra saya. Tolong kasih waktu ya..''


Erick Raymond menangkupkan kedua tangannya untuk memohon kepada para pemburu berita itu.


Raut wajah kekecewaan tergambar di wajah mereka yang sudah rela panas-panasan, saling berdesakan demi sebuah informasi, hingga sekarang sudah gelap. Ternyata justru belum mendapatkan jawaban apapun.


Erick Raymond langsung masuk ke dalam mobil. Begitu juga dengan pak Ikhsan dan juga Jimmy, mereka meninggalkan kantor polisi itu


°°


Kediaman Raymond


Erick Raymond langsung kembali ke rumah setelah mendapatkan informasi bahwa Mentari dan yang lain juga sudah kembali ke rumah.


Kelelahan tampak jelas di wajah pria itu. Keluarganya sudah menyambut kedatangannya di ruang tengah.


''Gimana Pi?''


''Mereka terbukti bersalah, Ardi kabur, masih dalam pencarian.'' jawab Erick Raymond.

__ADS_1


Semuanya pun sedikit bernafas lega mendengarkan jawaban itu. Setidaknya sudah jelas yang salahlah yang dihukum.


''Papi..'' panggil mami.


''Hmm..'' jawab tuan Erick yang masih menyandarkan kepalanya.


''Papi harus tau sekarang.'' ujar mami antusias.


Papi yang masih bersandar hanya menoleh sekilas.


''Kenapa sih Mi?''


''Bahagia banget kayaknya mantan besan sama mantan menantu masuk penjara.'' ujar papi menebak.


''Bukan itu Pi..''


''Kita.... sebentar lagi punya cucu.'' ungkap mami dengan pelan tapi antusias.


Papi yang tadinya masih terlihat lelah, lalu menoleh cepat menatap istri dan anak-anaknya secara bergantian.


''Oh ya? serius??''


Mentari yang mendapatkan tatapan itu langsung mengangguk.


''Ohh MY GOD..''


Dan benar apa yang dikatakan mami tadi, papi langsung turun dari sofa untuk melakukan sujud syukur.


Sesaat kemudian, pria itu langsung berdiri mendekati menantunya.


''Terimakasih menantuku.''


Mentari menerima pelukan hangat itu dari ayah mertuanya. Momen yang tak pernah ia dapatkan dari ayah kandungnya sendiri itu membuatnya sangat terenyuh.


''Ini juga karena do'a dari Papi..'' ujar Mentari.


Papi melepaskan pelukannya dan masih sangat bahagia mendengar kabar ini.


"Papi langsung menjadi semangat lagi mendengar kabar ini." ujarnya.


Yang lain pun terkekeh pelan.


"Kembar Pi.." ujar mami.


"Kembar? Serius??"

__ADS_1


Pria itu langsung menoleh menantunya lagi. Mentari kembali mengangguk dengan senyuman yang masih terjaga.


"OHH GOD.. THANK YOU...!!!" serunya.


__ADS_2