Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 268 : Menantinya Dengan Rasa Cinta


__ADS_3

Mami langsung berjalan cepat menuju kamarnya.


''Semoga Edgar benar-benar percaya kalau maksudku sakit yang dulu.'' gumam mami yang masih berdiri di belakang pintu kamarnya itu.


Sementara di balkon, Edgar dan Mentari masih bertahan disana. Mereka sangat jarang berada disini. Mereka lebih nyaman di balkon kamarnya sendiri karena lebih bebas dan tenang.


''Sayang.'' panggil Edgar.


''Iya Mas?'' jawab Mentari.


''Mendengar cerita mami, aku juga tidak tega kalau tante Lenna sakit-sakitan. Tapi, kalau harus mencabut laporan Ardi,-''


Edgar menjeda kata-katanya, ada keraguan yang sedang tertahan.


''Apa kamu tidak bisa, Mas?''


''Aku tidak memaksa untuk apapun, semua keputusan ada sama kamu, Mas.'' jelas Mentari.


Edgar menatap langit, ia menghembuskan nafas ke udara.


''Aku khawatir Ardi masih ingin memiliki kamu, sayang. Aku tidak mau siapapun merebut apa yang sudah menjadi milikku.''


''Kamu tau 'kan? aku sangat-sangat mencintai kamu, aku nggak mau siapapun memisahkan kita. Hanya maut, itupun aku memaksa untuk usia kita sampai tua bersama.'' ujar Edgar menatap Mentari sebentar, lalu kembali menatap lurus ke depan.


Mentari menghadap ke samping, ia meraih kedua tangan Edgar. Edgar pun ikut menghadap ke arah sang istri. Mentari memeluk suaminya dengan erat.


''Siapapun yang akan merebut kita, kalau komitmen kita sama-sama kokoh, orang lain bisa apa, Mas?'' ujar Mentari lirih.

__ADS_1


Edgar tersenyum.


''Emangnya cuma kamu aja yang sangat-sangat mencintai, aku juga sangat-sangat, sangat-sangat cinta sama Tuan Edgar Raymond yang galak ini.'' ujar Mentari.


Edgar langsung tersenyum lebar sembari mengurai pelukan itu. Ia ingin melihat raut wajah sang istri.


''Nih, bukti kalau aku mencintai Tuan Edgar.'' tunjuk Mentari ke perutnya sendiri.


''Gara-gara ulahnya, sampai besar nih perutnya Mentari, hihi.'' canda Mentari.


''Sstt, itu bukan ulah, tapi, MAHAKARYA.'' balas Edgar.


Keduanya langsung terkekeh.


''Jadi, kapan kita ke rumah tante Lenna?'' tanya Mentari meminta kepastian.


Waktu sudah semakin malam, Edgar mengajak Mentari untuk masuk ke dalam kamar.


Rutinitas sehari-hari semenjak kehamilan Mentari sudah semakin besar adalah mengusap-usap perut sang istri dengan gemas. Edgar selalu mengajak berbicara dan Mentari yang menjawab dengan suara yang dibuat seperti anak kecil.


Terlihat sederhana, tetapi hal seperti ini bisa membuat janin dalam kandungan Mentari menjadi aktif.


''Heeyy, kalian senang sekali.'' ujar Edgar.


''Jangan kencang-kencang nendangnya, kasian mama. Mama badannya kecil, lho ... nanti Mama kalian nangis.'' sambungnya.


Mentari belum ingin menimpali, ia sedang menyimak sang suami yang sedang berinteraksi dengan calon anak-anaknya.

__ADS_1


''Mas, apa benar kamu mengkhawatirkan ada seseorang yang menginginkanku? sedangkan di lubuk hatiku yang terdalam, aku selalu mencemaskan namamu yang selalu menjadi idaman para wanita diluaran sana.'' bathin Mentari.


''Terima kasih karena sudah mencintaiku dengan keadaanku yang jauh dari wanita diluaran sana, bahkan sangat jauh dari masalalumu. Aku sangat mencintaimu, Mas.'' sambungnya yang masih dalam hati.


Ketakutan, kecemasan, dan kekhawatiran yang ia rasakan selalu ia tutup dengan rasa syukur atas semua yang ia terima.


''Lho, sayang? kenapa kamu nangis?'' tanya Edgar khawatir.


Tadinya masih tersenyum lebar, saat mendongak, Edgar menatap Mentari yang menitikkan air mata.


''Nggak papa, Mas. Aku senang sekali menanti anak-anak kita.'' jawab Mentari.


Edgar langsung duduk mendekati Mentari, ia duduk disebelahnya, lalu menciium kening Mentari beberapa detik.


"Kita menantinya dengan rasa cinta yang besar." ucap Edgar.


"Cinta dari kita, dan juga seluruh keluarga kita."


Mentari mengangguk, lalu menelusupkan kepalanya di dada sang suami. Ia memeluk suaminya dengan erat.


...****************...


Hai-hai, Cimai rekomendasikan lagi nih cerita yang pastinya seru banget. Sembari nunggu update part selanjutnya, kalian baca novel ini ya ❤️


Cerita dari author LENA LAIHA, yang berjudul ''GADIS BOGOR'', wajib banget masuk ke daftar rak favorit kalian 😍


Terima kasih 🙏

__ADS_1



__ADS_2