Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 241 : Lucu Banget Sih Adik Iparku


__ADS_3

Pagi ini sepertinya ada yang masih terbawa perasaan bahagia atas momen tadi malam. Tapi, selain perasaan bahagianya itu, Erin juga malu akan keluar dari kamarnya. Sejak tadi malam ketika Jimmy mengantarnya pulang, ia langsung masuk ke kamar dan belum keluar-keluar sampai pagi ini.


''Aku malu kalau di cie-cie sama kak Mentari.'' gumamnya.


''Dan aku juga takut kak Edgar balik marah lagi.'' imbuh gadis itu sembari berjalan mondar-mandir di depan cermin, dengan gigi yang menggigit ujung jari telunjuknya.


Seketika pandangannya itu beralih ke arah tirai jendela, Erin langsung melangkah kesana dan menyingkapnya untuk melihat suasana di luar sana.


Erin menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menghembuskan dengan perlahan. Ia melakukan secara berulang-ulang sampai degup jantungnya. terasa lebih ringan.


''Begini kali lah punya kakak yang sangat sayang sama adiknya.'' gerutu Erin.


Edgar, Mentari, mami, dan papi sudah siap menduduki kursi meja makan. Tetapi mereka kompak spontan menahan tetap berdiri saat menyadari Erin belum ada disana.


''Kenapa Erin belum keluar juga? apa masih tidur sudah jam segini?'' tanya Edgar dengan suara tegasnya.


''Iya, ini sudah on the way ..!'' seru Erin.


Mami yang baru saja membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Edgar pun kembali tutup mulut karena sosok yang ditanyakan sudah berjalan semakin dekat.

__ADS_1


''Maaf, pasti sudah nunggu semua ya?'' tanya Erin.


''Ya sudah ayo sarapan dulu.'' sergap papi sebelum di jawab oleh yang lain, apalagi Edgar.


Mereka pun mengangguk, lalu menempati kursi masing-masing. Sarapan pagi selesai dengan lancar, tidak ada adegan saling melempar pandangan antara kakak beradik itu.


''Aku jalan dulu.'' ucap Edgar berpamitan sebelum berangkat ke kantor.


Setelah berpamitan, Mentari pun ikut ke depan untuk mengantarkan sang suami. Hari ini Edgar di antar oleh driver.


''Jalan dulu ya, sayang.''


''Hati-hati ya, Papaaa.'' ucap Mentari sembari melambaikan tangannya sendiri.


Edgar sudah masuk ke dalam mobil. Mentari kembali masuk ke dalam rumah ketika mobil yang membawa Edgar sudah menghilang dari balik gerbang.


Di ruang tengah hanya ada papi dan mami. Sepertinya pasangan senior itu sedang menikmati momen berdua. Mentari tersenyum tipis, lalu melanjutkan langkahnya. Tujuannya mencari dimana Erin berada.


''Sweet sekali mereka.'' bathin Mentari ketika melihat mertuanya.

__ADS_1


Setelah melihat keromantisan sang mertua, Mentari sekarang tengah mengetuk pintu kamar Erin. Tak lama kemudian, gadis itu membukakan pintu dan mempersilahkan kakak iparnya untuk segera masuk ke dalam kamarnya yang sudah rapi.


Pertama-tama Mentari tersenyum. Namun, senyum itu membuat Erin bingung dan bertanya-tanya.


''Kakak baik-baik saja, 'kan?'' tanya Erin lirih.


''Hahaha, lucu banget sih adik iparku.'' balas Mentari.


''Kakak nggak disuruh duduk dulu?'' sindir Mentari.


''Ohhh hahaha sorry, aku sungguh lupa, Kak.'' balas Erin


''Ayo duduk dulu kakak bumilku yang sudah berhasil membuat kak Edgar jatuh cinta melebihi apapun.'' balas Erin masih belum mau kalah.


''Bisa aja deh calon manten yang satu ini.'' jawab Mentari dengan ekspresi wajahnya yang datar, dan secepatnya berubah tawa ketika menyebut nama calon manten.


''Emm, maaf tadi malam pas kamu diantar pulang, sepertinya kakak sudah tidur, hehe.''


''No problem, Kakak.'' jawab Erin.

__ADS_1


__ADS_2