Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 81 : Semalam Elangku Menangis


__ADS_3

Mentari mengerjapkan kedua matanya lalu mengusap dengan telapak tangan. Matanya menyipit melihat sekitarnya, ia melihat disebelahnya ada Edgar yang masih terlelap dengan tangan melingkar diperutnya.


''Kok dikamar?'' batin Mentari.


''Ah iya tadi malam sepertinya aku ketiduran di mobil.''


Mentari mencoba mengingat semalam, Edgar mengajaknya pergi nonton film setelah dari restoran. Saat diperjalanan pulang ke apartemen, Mentari berkali-kali menguap dan akhirnya sang suami memintanya untuk tidur saja selama di perjalanan. Mentari pun perlahan memejamkan kedua matanya dengan sempurna hingga tidak tau sampai di apartemen jam berapa, dan bagaimana ia sekarang sudah berada diatas ranjang.


''Berarti semalam mas Edgar gendong aku dari bawah sampai kesini? ouhhh, kasian sekali..'' gumam Mentari lalu menoleh Edgar sekilas, ia mengusap lembut pipi Edgar.


Mentari membuka selimut yang menutupi tubuhnya, ia memeriksa apa yang telah terjadi semalam.


''Bajuku?!'' gumam Mentari dengan mata terbelalak.


Pakaian yang ia kenakan sudah berganti semua, siapa lagi pelakunya jika bukan Edgar.


Mentari melirik suaminya dengan omelan yang tertahan. Pikirannya pun sudah berlarian kemana-mana memikirkan perbuatan Edgar semalam. Mentari menebak ia telah dicab*li.


''Cuma gantikan baju aja, sayang. Aku nggak ngapa-ngapain.''


''Huhh! Mas!''


Mentari mengusap dadanya karena terkejut mendengar suara Edgar.

__ADS_1


''Maaf..'' ucap Edgar lirih.


''Sini.. semalam elangku menangis karena tidak diizinkan masuk ke kandangnya.'' keluh Edgar dengan meraih kepala Mentari.


''Aku ketiduran, kamu gendong aku dari mobil, Mas? pasti berat ya? maaf..'' ujar Mentari.


''Nggak kok, badanmu enteng.'' balas Edgar yang masih berat untuk membuka mata.


Mentari menghela nafas di dalam rengkuhan sang suami, lalu mendongak menatap wajah Edgar yang juga sedang menatapnya.


''Terimakasih untuk malam spesialnya, perutku kenyang, hati pun ikut senang.'' ucap Mentari.


Edgar mengecup kening Mentari, morning kiss rutinnya.


''Sama-sama, sayang. Tadinya aku mau membuat special night lainnya, tapi, kamunya sudah tidur duluan, hmmm..''


''Aww, haha..''


Edgar terkekeh kecil karena sang istri memahami maksudnya.


''Kita jadi kan ke tempat bu Maryam?'' tanya Mentari. Semalam Edgar sudah mengingatkan rencananya untuk mengajak Mentari mengunjungi bu Maryam.


''Jadi dong..'' jawab Edgar.

__ADS_1


''Heeuuuummmmmm..''


Mentari beranjak duduk sembari merentangkan kedua tangannya untuk meregangkan otot-ototnya, diikuti oleh Edgar yang memberikan ciuman pada punggung Mentari.


''Tunggu, sayang..'' panggil Edgar saat Mentari berjalan lebih dulu menuju kamar mandi.


Bukannya menunggu, Mentari justru iseng berlari sambil tertawa kecil. Tentu saja langkah Edgar yang panjang sangat mudah menggapai handle pintu yang hampir saja di tutup dari dalam oleh Mentari.


''Mancing?'' senyum menyeringai Edgar sembari menutup pintu.


''Mas.. jangan macam-macam.'' ancam Mentari.


''Nggak macam-macam, satu macam aja.'' bisik Edgar lalu memberikan gigitan kecil di telinga sang istri.


Kegiatan membersihkan diri di pagi ini pun tidak selesai dengan cepat karena elang milik Edgar sudah bangun dari tidurnya dan mencari kandang yang sejak semalam belum bertemu.


Setelah selesai dan menuntaskan dengan sempurna, keduanya sama-sama mandi dengan serius, karena perut masing-masing yang sudah keroncongan minta untuk diisi.


°°


Mentari sedang membuat sandwich untuk sarapan pagi ini dengan segelas kopi susu sesuai permintaan Edgar.


Karena tidak ingin terlalu kesiangan untuk mengunjungi tempat bu Maryam, menu simpel ini dirasa cukup untuk membuat perut kenyang.

__ADS_1


''Untuk keperluan anak-anak, aku sudah siapkan, nanti ada mobil pickup yang mengantar kesana.'' ujar Edgar.


''Iya Mas.'' jawab Mentari lalu menggigit sandwichnya.


__ADS_2