Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 250 : Only For You


__ADS_3

Kembali menjalani hubungan jarak jauh, Jimmy dan Erin seperti biasa, mengobati rasa rindu dengan melakukan panggilan video. Pasangan yang kini sudah mendapatkan restu dari kedua keluarga itu tak lagi memusingkan bagaimana jika ada yang mendengar obrolan mereka.


''Kok pertemuan kita waktu itu terasa cepat, ya Kak?'' ujar Erin dengan menatap ke atas.


Jimmy langsung tertawa kecil.


''Sabaaaar, satu tahun lagi.'' jawab Jimmy dengan santai.


Erin langsung menghela nafasnya.


Erin pun langsung kembali menatap layar laptopnya.


Jimmy menatap senyum kekasihnya itu, wajahnya yang cantik alami tanpa polesan dengan rambut yang di urai.


''Jangan senyum-senyum, Kak.'' protes Erin yang jantungnya berdebar kencang.


''Kakak rindu.'' kata Jimmy dengan tatapan mata yang tidak teralihkan.


Ooohhh ... detak jantung Erin langsung semakin kencang. Sangat jarang Jimmy mengungkapkan hal seperti itu.


Melihat Erin yang bengong, Jimmy hanya tertawa kecil. Ia pun langsung mengalihkan pembahasan tentang pekerjaan yang mereka jalani. Rasa gugup Erin pun akhirnya perlahan berkurang.


-


Beberapa hari kemudian, di tempat lain.


''Fry, menurutmu, kalau kita undang kak Mentari sama tuan Edgar, gimana?'' tanya Dini pada suaminya, Afryan.


Nandini, teman lama Mentari dan juga seseorang yang sudah membantu permasalahan Edgar itu akan menggelar acara ulang tahun putrinya. Acara tersebut sudah kurang dari dua bulan lagi. Ada sedikit keraguan untuk mengundang Mentari dan Edgar, karena ia tau bahwa Edgar orang yang sangat sibuk.


Afryan tengah mendampingi putrinya yang sedang belajar menggambar. Ia langsung sedikit berpikir tentang pertanyaan dari istrinya.

__ADS_1


''Emm, boleh juga sih, sayang. Tapi, nanti aja, ini 'kan masih cukup lama.'' jawab Afryan yang juga memiliki keraguan karena rasa sungkan.


''Papaaa..,'' rengek gadis kecil itu.


Gadis kecil itu menarik lengan papanya yang sedang berbicara dengan mamanya. Ia merasa perhatiannya teralihkan.


''Iya, Nak..,'' jawab Afryan.


''Bicara nanti lagi, sepertinya Shilla nggak mau diduakan. Dasar anak Papa.'' canda Dini langsung mencium pipi putrinya dengan gemas.


Afryan pun tertawa kecil, pasangan orangtua muda itu akhirnya menunda untuk berbicara mengenai acara ulangtahun Ashilla. Mereka fokus mendampingi sang anak yang tengah semangat untuk belajar.


Momen yang tidak akan ingin terlewatkan bagi orang tua, ketika melihat tumbuh kembang sang anak secara langsung.


Meskipun Afryan memiliki usia yang lebih muda dari Nandini, ia memiliki pemikiran dan sikap yang cukup bijak.


Di tempat lain, tuan Erick dan istri sedang duduk di bangku taman depan rumahnya. Usia yang semakin bertambah membuat tuan Erick tidak begitu ngotot lagi dalam pekerjaannya. Apalagi hidupnya kini sudah banyak mengkonsumsi obat-obatan. Pekerjaan sudah ia percayakan pada seseorang.


''Lenna baru saja keluar dari rumah sakit, Mi. Tapi, dia sudah pesan untuk tidak memberitahukan hal ini pada siapapun, terutama Ardi dan juga Edgar.'' ujar tuan Erick.


Mami kembali menarik nafas panjang.


''Apa Papi mau kita bebaskan Ardi?'' tanya mami.


''Papi serahkan semua ini sama kalian.'' jawab papi.


Tuan Erick menyerahkan masa hukuman Ardi pada sang istri, Edgar, dan juga Mentari.


Lagi-lagi mami menarik nafasnya dalam-dalam.


''Kalau mengikuti keputusan, hukuman Ardi masih sangat lama.'' ujar mami.

__ADS_1


Ganti tuan Erick yang menarik nafas panjang.


''Papi sudah mengirimkan uang ke Lenna?'' tanya mami.


''Sudah.'' jawab papi.


''Andai saja dulu Lenna tidak membuat kecewa orangtua, dia masih bisa berdiri dengan nama Raymond. Semua itu sudah terlanjur.'' tutur tuan Erick sembari menghembuskan nafas ke udara.


''Dan Papi sudah membuat kecewa Mami.''


Tuan Erick langsung menurunkan tatapannya karena kaget dengan respon mami.


''Kenapa jadi nyambungnya kesitu sih, Mii??''' protes tuan Erick.


''Ada kabel.'' sahut mami dengan raut wajah yang sudah berubah menjadi kesal.


Tuan Erick tidak habis pikir, namun, harus tetap berusaha sabar karena memang kesalahan membuat luka masalalu akan terus diingat oleh wanita yang ada dihadapannya itu.


''Yang penting 'kan cinta Papi sekarang only for you.'' rayu papi.


Mami sudah terlanjur kesal. Tuan Erick tak kehabisan ide untuk terus merayu agar mami sedikit menyingkirkan rasa kesalnya dan kembali melanjutkan obrolan.


''Mami lagi badmood!'' mami langsung beranjak dari bangku.


Papi langsung terdiam sembari menatap kepergian mami yang masuk ke dalam rumah.


''Dasar woman.'' gumamnya sembari menggeleng pelan.


...****************...


Jangan sampai ketinggalan update Cimai selanjutnya ya🙏

__ADS_1


Nah, sambil nunggu Cimai up part selanjutnya, Cimai rekomendasikan novel dari othor super rajin, "YAYUK TRIATMAJA"



__ADS_2