Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 262 : Perlengkapan Bayi


__ADS_3

Pak Dar menyambut kedatangan nyonya Neeta, barang-barang yang banyak itu langsung dibawa masuk atas perintah Edgar. Sedangkan mami dan Mentari sedang sibuk mengobrol.


''Langsung dibawa ke kamar saya saja ya, Pak.'' ujar mami.


Pak Dar mengangguk, ''Baik Nyonya.'' jawabnya.


Dengan dibantu oleh asisten pria lainnya, pak Dar mengangkat barang-barang tersebut. Edgar pun juga turun tangan membawa koper maminya.


''Mami senang sekali, cucu mami tumbuh dengan sehat. Pasti tidak luput dari penjagaan yang kamu sendiri lakukan ya. Pasti banyak larangan yang Edgar lakukan ke kamu, ya?'' selidik mami.


Mentari tertawa kecil.


''Nggak kok Mi, bukan mas Edgar yang melarang ini itu. Semua dari dokter dan mas Edgar tinggal mengingatkan saja kalau aku khilaf, hehe''


Mami mengusap lembut perut Mentari. Tatapan wanita paruh baya itu sama seperti tatapan mata Edgar. Mentari menatapnya ikut tersenyum.


''Ke kamar Mami yuk, sepertinya sudah selesai.'' ajak mami sembari melongok ke belakang.


Edgar baru saja turun dan menghampiri dua wanita kesayangannya itu.


''Sudah selesai tuh, Mi.'' ujar Edgar.


''Kebetulan sekali, kita juga mau ke kamar. Ayo, Mami bawa sesuatu buat kalian.'' ajak mami pada putra putrinya itu.


Edgar dan Mentari mengikuti langkah mami. Mereka menuju kamar mami, disana sudah ada beberapa box dan koper besar.


''Mami bawa apa aja sih? banyak banget.'' tanya Edgar penasaran.


''Ssstt, nanti juga tau.'' jawab mami.

__ADS_1


''Biar aku bantu, Mi.'' ujar Edgar.


Mami mengambilkan cutter dan memberikannya pada Edgar. Mentari yang duduk di sebelah Edgar pun langsung melongo ketika isi box tersebut yang mulai terlihat.


''Mami sengaja beli semua perlengkapan bayi ini disana. Habisnya Mami tuh gemas melihat barang-barang lucu ini.'' mami bercerita dengan semangat sembari mengeluarkan isi koper.


''Ini banyak sekali, Mi.'' ujar Mentari.


''Tentu sayang, Mami langsung khilaf waktu di toko perlengkapan bayi ini. Kebetulan pemiliknya itu teman Mami. Dikasih diskon loh, karena Mami bilang buat kalian.'' jelas mami.


Edgar langsung menggeleng pelan, ia ingin berkata sesuatu pada maminya yang repot-repot untuk membawakan barang-barang perlengkapan bayi ini. Tapi, ia urungkan karena khawatir mami akan tersinggung.


''Terima kasih banyak ya Mi.'' ucap Mentari.


''Iya, sama-sama, sayang. Kita cek lagi ya, siapa tau ada yang belum kebeli, nanti kita belanja sama-sama.'' ujar mami.


''Mami baru saja datang, istirahat dulu Mi.'' ujar Edgar.


''Oooohh.'' jawab Edgar.


Mereka bertiga mengeluarkan isinya masing-masing. Dari atasan, bawahan, popok, perlengkapan mandi bayi, selimut yang sangat lembut, bahkan sampai pampers dengan masa expired masih sangat lama pun sudah mami beli, dan masih banyak lagi.


Bukan hanya sekedar perlengkapan bayi itu, stroller baby pun tak luput dari hasil belanjaan mami. Dilihat dari isinya, sepertinya memang sudah lengkap.


''Ini lengkap banget, Mas.'' ujar Mentari pada Edgar.


''Iya sayang.'' jawab Edgar.


''Gimana? kalian suka, 'kan?'' tanya mami.

__ADS_1


''Lucu-lucu sekali kalau nanti cucu-cucu Mami pakai ini. Tampan dan cantik.''


Edgar dan Mentari pun tersenyum melihat Mami yang tersenyum lebar. Mami terlihat sangat bahagia, Edgar dan Mentari harus menjaganya agar rasa bahagia itu tidak hilang.


''Pilihan Omanya pasti tidak akan pernah salah.'' puji Mentari.


''Terima kasih, Omaaa.'' imbuh Edgar sembari mengusap perut Mentari.


Keluarga inti sudah mengetahui hasil USG, dan mereka sangat senang karena langsung mendapatkan dua bayi dan berjenis kelamin lengkap. Untuk itu, mami pun berbelanja perlengkapan bayi dua warna. Banyak sekali warna merah muda dan biru.


''Biarkan disini dulu untuk sementara, nanti kalau setelah acara tujuh bulanan, baru kita pindahkan ke kamar kalian. Atau kalian berubah pikiran untuk membuat kamar sendiri?'' tanya mami.


''Emm, kamar untuk anak-anak sudah pasti akan kami buat, Mi. Tapi, selama masih bayi, kami mau kita tidur di kamar yang sama.'' jawab Mentari. Edgar pun mengangguk, karena sudah menjadi kesepakatan bersama.


Mami mengangguk kecil.


''Baiklah, Mami hanya bisa mendukung keputusan kalian.''


...****************...


Hai-hai


Sembari nunggu update part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi cerita yang pastinya bikin baper.


Cerita dari othor ''GORESAN PENA'' yang berjudul ''DIKEJAR DUDA''


Yang suka cerita perdudaan, ini wajib banget untuk kalian baca dan langsung masukkan ke daftar rak favorit kalian 😍


Terima kasih 🙏

__ADS_1



__ADS_2