
Karyawan karyawati yang berpapasan dengan Edgar langsung menunduk hormat, tetapi, Mentari justru melakukan itu lebih dulu saat berpapasan dengan penghuni gedung ini. Gerakan yang ia lakukan suatu hal yang spontan karena ia masih merasa dibawah mereka yang berada di dalam gedung ini.
''Kau tidak perlu bersikap seperti itu.'' ucap Edgar saat mereka berada di dalam lift.
''Maaf Tuan, saya reflek.'' balas Mentari.
Edgar tersenyum, kemudian ia mengusap lembut rambut Mentari.
''Kenapa anda seperti ini Tuan? jika anda tidak mencintai saya, tolong jangan bersikap manis terus menerus..'' batin Mentari.
''Inikah yang katanya tidak mencintai, yang katanya tidak akan menyentuh juga. Boss boosss, cair juga akhirnya..'' batin Jimmy.
''Kenapa? kesambet?'' selidik Edgar saat menyadari Jimmy terlihat menahan tawanya padahal tidak ada yang mengajaknya berbicara, apalagi melucu.
''Tidak Tuan, saya hanya sedang cosplay jadi obat nyamuk, ternyata lucu.'' ujar Jimmy lalu tersenyum memperlihatkan giginya.
''Nggak usah sok kegantengan!'' protes Edgar merasa risih mendapatkan senyuman yang tepat disampingnya itu.
Mentari ikut menahan tawanya melihat interaksi dua manusia ini. Bukan hanya perpaduan dua pria yang tampan dan cerdas, dua pria ini ternyata sangat menggemaskan jika sedang berdebat.
''Saya memang tampan, Tuan.'' balas Jimmy sembari menaikkan dasi dan menegakkan bahunya.
Melihat kesombongan itu, Edgar tidak melanjutkannya lagi. Ia langsung nyelonong keluar saat pintu lift terbuka.
Namun, beberapa langkah ia berhenti karena merasa ada yang tertinggal.
Edgar menghela nafas panjang dan merutuki dirinya sendiri dalam hati, karena saat menoleh ke belakang ternyata ia melupakan Mentari dan membuat ia bersama dengan Jimmy berjalan beriringan.
__ADS_1
''Jangan macam-macam kau Jim!'' ancam Edgar seraya menarik tangan Mentari.
''Lah??'' Jimmy menunjuk kepada dirinya sendiri.
''Makin bucin, makin aneh.. situ yang lupa, diriku yang kena, hmmm''
Jimmy menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap Edgar dan memilih diam di dalam keheranannya.
Untuk pertama kalinya Mentari berada diruangan ini, kesan pertama langsung membuatnya melongo karena desain yang modern serta ukurannya yang luas, ia mengitari pandangannya yang sangat takjub.
''Selamat datang Tuan Putri..'' sapa Edgar berlaga seperti seorang pelayan.
''Eh Tuan, anda mengejutkan saya.'' Mentari mengusap dadanya karena ketakjubannya pada ruangan ini membuatnya hanya terfokus pada satu titik, yaitu kemewahan ruangan CEO RAYMOND.
''EHHEEMM, HEM, HEM!.''
Mentari langsung menjauh dari Edgar setelah melirik sekilas ke arah Jimmy.
''Ada agenda apa pagi ini?'' tanya Edgar.
''Apakah Tuan melupakannya? nanti jam 10 rapat dengan seluruh tim pemasaran.'' jawab Jimmy.
Edgar melirik jam di pergelangan tangannya.
''Ya aku ingat, sekarang masih jam 8, kau boleh kembali ke ruanganmu dulu.'' ucap Edgar.
''Bilang aja mau berduaan.'' batin Jimmy.
__ADS_1
''Baik Tuan.'' jawab Jimmy.
Jimmy kembali ke ruangannya setelah mendapatkan sebuah pengusiran secara halus dari seseorang yang sedang kasmaran.
''Anda berhasil Nona.. selamaaattt..'' seru Jimmy setelah berada diruangannya.
Sementara itu di ruangan Edgar, ia tersenyum kembali setelah Jimmy menutup pintu.
''Tuan, kenapa anda mengusir tuan Jimmy?'' tanya Mentari khawatir dan juga penasaran.
''Aku tidak mengusirnya, aku hanya memberikan dia waktu untuk istirahat sebelum memulai pekerjaannya lagi nanti.'' jawab Edgar.
''Benarkah?'' tanya Mentari lagi untuk lebih meyakinkan.
''Kau tidak percaya hem?''
''Sa-saya percaya.'' jawab Mentari gugup dan cepat karena melihat tatapan mata Edgar yang seperti ingin menghipnotis.
''Tapi, Tuan.. saya disini seperti orang bod*h yang tidak melakukan apa-apa, saya hanya menunggu anda bekerja yang nanti kesana kemari, terus nanti kalau di ruangan ini ada yang hilang gimana? saya gitu yang harus bertanggungjawab? saya tidak ma-u.'' Mentari langsung terdiam lalu menutup mulutnya karena tatapan Edgar benar-benar mengingatkan pada ocehannya saat di mobil.
''Maaf..'' ucap Mentari lirih.
Edgar menyimpulkan senyumnya lalu menggenggam tangan Mentari.
''Ikut aku..''
''Kemana?'' tanya Mentari penasaran.
__ADS_1
''Ikut saja.''