Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 249 : Manisnya Ada Di Cinta Kita


__ADS_3

Perut kenyang, hatipun ikut senang. Kalimat yang sangat tepat untuk Mentari saat ini.


Sebelum pergi, Edgar juga sudah memberitahu pada pak Dar, kalau siang ini mereka tidak makan siang di rumah. Sehingga untuk asisten rumah tangga tidak perlu menyiapkan makan siang mereka. Cukup memasak untuk mereka saja.


Keluar dari rumah makan Padang langganannya dulu, membuat Mentari sangat senang, pemiliknya juga mengingatnya, apalagi dengan statusnya yang kini sudah berubah menjadi istri dari seorang Edgar Raymond. Meskipun ia merasa kasihan dengan suaminya yang terlihat kurang nyaman karena tempat tersebut yang ramai.


''Nanti malam aku pijitin.'' ujar Mentari memulai percakapan ketika masuk ke dalam mobil.


''Pake plus-plus.'' balas Edgar dengan mengedipkan mata sebelah. Lalu ia langsung fokus ke benda bulat yang sudah ia genggam.


Mentari hanya merespon dengan terkekeh kecil. Selalu saja aja kesempatan yang diminta oleh Edgar. Meskipun tanpa mengambil kesempatan pun, pijat plus-plusnya juga sering terjadi diantara mereka. Tidak ada yang perlu disalahkan untuk pasangan yang sudah halal.


''Kemana lagi, sayang?'' tanya Edgar kemudian.


''Emm, pulang aja deh, Mas. Punggungku sudah waktunya untuk di rebahkan.'' jawab Mentari.


''Siap sayang.'' balas Edgar.


Karena tidak ada lagi tujuan lain, Edgar langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediamannya. Sama halnya dengan sang istri, ia juga ingin beristirahat. Hari esok masih ada waktu untuk istirahat lagi sebelum memulai hari Senin yang full dengan jadwal-jadwal kantor.


Tiba di rumah, Mentari dan Edgar langsung membersihkan badannya secara bergantian. Tidak banyak drama karena Mentari lebih dulu masuk ke kamar mandi.


Tak lama-lama, Mentari sudah selesai. Gantian Edgar yang masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Cup


Sebuah kecupan sekilas mendarat di pipi Mentari.


''Maass!'' pekik Mentari karena kaget.


Hahaha


Edgar berlalu dengan suara tawa yang terhalang oleh ruang.


Mentari mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk berwarna putih itu.


Setelah rambutnya cukup kering, Mentari keluar dari kamar karena hendak membuatkan minuman hangat untuk sang suami.


Melihat sang istri masuk, Edgar langsung tersenyum ke arah Mentari. Senyuman itu membuat tubuh Mentari merinding. Kain handuk berwarna putih yang melilit di pinggang Edgar, perutnya yang kotak-kotak dan rambut basah memberikan kesan yang susah untuk dijelaskan dengan kata-kata.


Mentari hanya bisa meneguk salivanya sendiri dengan mencoba untuk biasa saja.


''Terima kasih, sayang.'' ucap Edgar sembari menatap apa yang dibawa oleh Mentari.


Mentari tersenyum lalu meletakkan nampan itu diatas meja.


''Sama-sama, Mas.'' jawab Mentari.

__ADS_1


''Buruan pake bajunya, Mas.'' suruh Mentari agar jantungnya tidak dag dig dug.


Edgar melirik kaos pendek dan celana harian yang sudah disiapkan oleh Mentari. Ia tersenyum menatapnya lalu beralih menatap Mentari yang sudah tidak menatapnya lagi karena sedang mengganti-ganti channel televisi.


Edgar mengenakan pakaian yang sudah disiapkan oleh Mentari, lalu mengembalikan handuk ke tempat yang benar.


''Ooohhhh.. ketampananmu benar-benar naik berkali-kali lipat, Mas.'' bathin Mentari ketika Edgar duduk disebelahnya.


''Kenapa bengong?'' tanya Edgar lalu meneguk air hangat yang sudah dibuatkan oleh Mentari.


''Aa? emm, itu, Mas, aku nggak bengong kok.''


''Gimana rasanya? kemanisan? atau kurang manis?'' tanya Mentari mencari alasan.


Edgar terkekeh kecil sembari meletakkan kembali gelas tersebut ke atas meja.


''Rasa selalu seperti biasanya, yang sudah pas.'' jawab Edgar.


''Dan manisnya ada di cinta kita.'' imbuhnya yang seketika membuat Mentari langsung tertawa.


...****************...


Sambil nunggu Cimai up part selanjutnya, yuk baca karya yang keren banget punya MOM AL 😍

__ADS_1



__ADS_2