Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 278 : Menonton


__ADS_3

Menjadi ibu hamil memang sangat menyenangkan, apalagi bagi pasangan yang sudah menantikan hal itu.


Mentari sangat beruntung bisa di kelilingi oleh orang-orang yang benar-benar menyayanginya. Terutama keluarga suaminya begitu peduli dengannya.


Setelah acara tujuh bulanan Mentari sudah selesai dilaksanakan, kini waktunya mami untuk kembali ke luar negeri. Wanita paruh baya itu ke Bandara di antar oleh anak-anaknya.


''Mami akan segera musyawarah sama papi kalian tentang Ardi dan Lenna. Semoga ada keputusan yang tidak salah.'' ujar mami sebelum keberangkatannya.


Mentari mengangguk. ''Iya, Mi.'' jawab Mentari.


''Yang penting kamu tetap fokus jaga kesehatan kamu sendiri ya ... dan kamu Edgar, Mami benar-benar tidak mau kamu tidak menjadi suami yang siaga untuk istrimu.'' ujar mami.


Edgar yang tadinya masih berdiri di sebelah Mentari, berpindah ke sebelah maminya. Tangan kanan Edgar memeluk mami.


''Siap Mamiku sayang.'' jawab Edgar.


Waktu boarding sudah sebentar lagi, mami memeluk anak dan menantunya itu secara bergantian. Tak lupa mengucapkan beberapa pesan.


''Hati-hati ya, Mi ... kami tunggu kabar sampainya disana.'' ujar Edgar.


Mami mengangguk, lalu melambaikan tangan pada anak-anaknya. Setelah maminya sudah tidak terlihat lagi, Edgar dan Mentari langsung meninggalkan Bandara.

__ADS_1


''Oh ya, Mas, dari tadi tuh aku mikir kayak ada yang kurang gitu ... kenapa Jimmy nggak ikut antar mami ke Bandara?'' tanya Mentari.


Edgar yang baru masuk ke dalam mobil langsung tersenyum sembari membenarkan posisi duduknya.


''Jimmy sedang ada kegiatan di luar kota, sayang.'' jawab Edgar.


''Lha, kok kamu nggak ikut, Mas?'' tanya Mentari.


''Nggak ada sangkut pautnya sama aku, sayang. Soalnya Jimmy lagi launching produk baru di usahanya dia sendiri. Aku cukup support aja, yaaa memang sih, kalau waktunya nggak berbarengan sama keberangkatan mami, kita akan ikut kesana langsung.'' jelas Edgar.


Mentari mengangguk-angguk kecil.


''Apa orangtuanya datang?'' tanya Mentari.


Mentari merespon dengan anggukan kepala. Sementara Edgar sudah kembali membawa mobilnya menuju jalan raya yang ramai karena malam hari.


Mereka tidak langsung pulang ke rumah, sudah cukup lama tidak jalan-jalan untuk sekedar menonton. Mentari sempat mengungkapkan keinginannya untuk menonton film secara langsung di bioskop. Sebelum mengantarkan mami ke Bandara, Edgar dan Mentari sudah merencanakan hal ini.


Pengunjung bioskop sudah sangat ramai, apalagi film itu merupakan adaptasi dari novel yang sangat best seller. Novel karya Cimai yang sangat bagus, sebelumnya sudah release di platform online. Karena popularitas sangat tinggi, novel tersebut terbit cetak dan menjadi salah satu novel yang sangat laris. Sehingga membuat rumah produksi film tertarik untuk mengadaptasi novel tersebut menjadi film.


(Dilarang protes, wkwkwk🤭 pokoknya iyain saja biar Cimai bahagia😆🙏)

__ADS_1


''Kita nonton dulu ya, nak.'' ujar Mentari lirih sembari mengusap lembut perutnya sendiri.


Edgar dan Mentari langsung masuk ke dalam bioskop. Mereka bergabung bersama yang lain. Mentari tidak mau Edgar menghambur-hamburkan uang hanya untuk membooking bioskop supaya hanya mereka berdua saja yang ada disana. Selain itu, menurut Mentari, menonton di bioskop tidak akan seru jika keadaan sunyi.


Demi ibu hamil kesayangannya, Edgar menuruti. Padahal ia ingin membuat wanitanya itu merasa nyaman karena tidak berbaur menjadi satu. Tapi, rupanya, keinginannya dengan keinginan sang istri memang berbeda. Salah satu harus ada yang mengalah, dan tentu saja Edgar yang harus mengalah.


''Kamu bahagia, 'kan?'' tanya Edgar.


Mentari mengangguk, ''Tentu saja, suamiku. Terima kasih ya ... pokoknya aku cinta kamu.'' jawab Mentari berhasil membuat Edgar terkekeh kecil, apalagi melihat ekspresi wajah Mentari yang menggemaskan itu.


Edgar menangkup kedua pipi sang istri, lalu menggenggam tangannya. Mereka sudah siap menonton. Tak lupa juga sembari menikmati popcorn.


...****************...


Sembari nunggu update part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi cerita yang seru banget. Karya dari author By ZAFA, yang berjudul "SUAMIKU BUKAN MILIKKU".


Karya yang wajib banget kalian baca dan jangan lupa masukkan ke dalam rak favorit kalian ya 😍


Jangan lupa juga untuk siapkan tisu.


Terima kasih 🙏

__ADS_1



__ADS_2