Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 266 : Mami Mau Bicara


__ADS_3

Mentari masih menanti kepulangan sang suami dari kantor. Sedangkan mami yang sudah keluar dari rumah sejak jam satu siang tadi belum kembali. Mentari tidak khawatir karena mami sudah mengirimkan pesan akan pulang malam.


Senyum Mentari langsung melebar saat tampak Edgar sudah datang. Jimmy tidak mengantarkan Edgar, karena Edgar sudah bersama supirnya.


''Suamiku pulang.'' gumam Mentari sumringah.


Mentari beranjak dari sofa, lalu berjalan keluar untuk segera bertemu sang suami dan menyambutnya.


''Nungguin ya?'' tanya Edgar yang langsung memberikan kecupan manis di kening Mentari.


''He'em.'' jawab Mentari jujur apa adanya, sehingga membuat Edgar gemas.


Seperti biasa, Mentari menciium punggung tangan suaminya yang baru saja tiba itu. Mereka pun langsung menuju ke atas.


''Mami belum pulang, katanya masih ada keperluan, dan sudah kirim pesan ke aku kalau kemungkinan pulang malam, Mas.'' jelas Mentari sebelum Edgar bertanya keberadaan maminya.


''Mungkin masih temu kangen sama teman-teman arisannya.'' jawab Edgar santai.


Mentari mengangkat kedua bahunya. Ia juga tidak mau ikut campur. Yang ia tau, maminya bilang akan ke tempat bu Maryam juga.


..


Ketika Edgar dan Mentari hendak makan malam, mami baru saja datang. Edgar dan Mentari pun langsung berdiri.


''Sorry, Mami pulangnya terlalu malam.'' ucap mami sebelum mendapatkan pertanyaan dari Edgar.

__ADS_1


''Kami baru saja mau makan, Mi. Ayo sekalian, Mi.'' ajak Mentari.


''Maaf sayang, sepertinya Mami tidak makan, karena sore tadi dipaksa makan sama bu Maryam. Lauknya mantap semua, jadinya Mami khilaf deh habis banyak, hihi.''


Edgar masih menyimak.


''Kalian makan berdua saja ya, Mami mau ke kamar.'' ujar mami.


''Baiklah, Mi.'' jawab Mentari.


Mami meninggalkan anak-anaknya itu, sedangkan Edgar dan Mentari kembali duduk dan siap menyantap menu makan malam yang sudah dihidangkan.


''Mas, dari raut wajah mami, sepertinya ada yang mau disampaikan ke kita.'' ujar Mentari ketika mereka sudah selesai makan malam.


Edgar mengusap bibirnya dengan tisu setelah meneguk air mineral. Ia mengingat-ingat kembali.


''Kamu saja, Mas.''


''Ya sudah, iya.'' jawab Edgar nurut, karena ia paham Mentari pasti khawatir seandainya ada hal yang terlalu privasi bagi mami. Tapi, tidak tau juga.


Edgar dan Mentari pun meninggalkan meja makan. Mereka kembali ke atas.


''Kebetulan sekali pas Mami mau ke bawah, kirain kalian masih disana.'' ujar mami.


Mereka berpapasan ketika Edgar dan Mentari baru sampai di lantai dua.

__ADS_1


''Mami mau bicara sama kalian.'' sambung mami menatap Edgar dan Mentari secara bergantian.


Pasangan suami istri itu pun langsung spontan saling menatap.


''Mau bicara dimana, Mi?'' tanya Edgar.


''Emm, disana saja.'' tunjuk mami pada balkon luar.


Ketiganya melangkah ke balkon, mereka langsung duduk di bangku. Mami terlihat sangat serius. Sepertinya yang akan dibicarakan bukan hal yang biasa.


''Untuk kamu, Edgar. Apa kamu tidak pernah berkomunikasi atau mengunjungi tante kamu, Lenna?'' tanya mami menatap putranya itu.


Edgar pun membalas tatapan maminya, kemudian menggeleng.


''Tidak, Mi.'' jawab Edgar jujur.


Mentari langsung menunduk, perasaannya tidak enak.


Bahkan dibenaknya sudah mulai menebak-nebak apa yang akan dibicarakan oleh mami. Raut wajah mami mertuanya itu membuatnya bertanya-tanya.


...****************...


Sembari nunggu update part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi cerita yang pastinya bikin baper.


Karya dari author "SITI FATIMAH", yang berjudul "ISTRI YANG TAK DIANGGAP'' wajib banget kalian baca dan langsung masukkan ke rak favorit kalian 😍

__ADS_1


Terima kasih 🙏



__ADS_2