
Pintu ruang pemeriksaan itu sudah dibuka, Edgar langsung bergegas menuju pintu tersebut untuk menghampiri dokter yang selesai menangani Lenna.
''Apa yang terjadi pada tante saya, Dokter?'' tanya Edgar dengan raut wajahnya yang panik
Dokter tersebut tersenyum.
''Nyonya Lenna baik-baik saja, mungkin tadi sesak nafas beliau sedang kambuh karena memikirkan dan merasakan sesuatu hal yang sedikit berat. Dan sekarang beliau sudah sadar.'' jawab dokter.
Disaat yang bersamaan, mami datang di rumah sakit dengan langkah yang terburu-buru dan panik. Wanita paruh baya itu langsung mendekati menantunya yang sedang menyusul Edgar.
''Tante Lenna kenapa?'' tanya mami panik.
''Saya juga belum mengetahui secara pasti, Mi. Itu mas Edgar masih bicara sama dokter.'' jawab Mentari.
Mami mengikuti arah tatapan mata Mentari, kedua wanita itu langsung mendekati Edgar dan dokter.
''Kalau begitu, saya permisi dulu, Tuan.'' pamit dokter tersebut setelah selesai berbicara dengan Edgar.
Edgar mengangguk. Dokter tersebut juga membungkukkan badannya setelah berpapasan dengan mami dan Mentari.
''Gimana, Edgar?'' tanya mami.
''Tante Lenna baik-baik saja, Mi. Kita bisa masuk sekarang, Tante sudah sadar.'' jawab Edgar.
Mami dan Mentari langsung lega. Mereka langsung masuk ke dalam, disana masih ada perawat yang membenahi selimut untuk tante Lenna.
''Terima kasih.'' ucap Lenna pada perawat tersebut.
''Sama-sama, Nyonya, permisi.'' balasnya.
Berpapasan dengan tiga orang yang baru masuk, perawat tersebut membungkukkan badannya.
''Len.'' panggil mami lirih.
__ADS_1
''Aku tidak kenapa-kenapa, Ta.'' jawab Lenna.
''Maaf karena Tante sudah merepotkan kalian.'' ucap Lenna pada dua ponakannya itu.
''Tante tidak merepotkan kami sama sekali.'' jawab Mentari sembari menggenggam tangan Lenna.
Lenna menatap lekas wajah Mentari, seseorang yang dicintai oleh putranya itu. Ia menumpukkan tangannya diatas tangan Mentari.
''Kebetulan Tante lagi sedikit tidak enak badan saja.'' tutur Lenna yang terdengar hanya beralibi.
''Kami senang kalau Tante tidak kenapa-kenapa.'' balas Mentari.
Edgar dan mami saling menatap, ada pemikiran yang sama diantara mereka tentang tatapan lekat Lenna pada Mentari.
''Mami keluar dulu sebentar.'' ujar mami.
''Oh iya, Mi.'' jawab Mentari. Sedangkan Edgar hanya menatap maminya dan tetap menemani Mentari di dalam ruangan itu.
''Permisi Dok, maaf mengganggu.'' ucap mami.
''Oh, Nyonya, saya tidak merasa terganggu.'' jawab dokter tersebut.
''Ada yang bisa saya bantu?'' tanyanya.
''Bagaimana kondisi Lenna? apakah harus dilakukan rawat inap?'' tanya mami.
''Untuk nyonya Lenna tidak perlu rawat inap, karena memang tidak ada yang menghawatirkan.'' jawab dokter.
Mami bisa menarik nafas lega.
''Dengan beliau istirahat dirumah, istirahat yang cukup, dan pola makannya di jaga, semua akan baik-baik saja, Nyonya.'' jelas dokter tersebut
Mami mengangguk, ''Baik, Dokter.''
__ADS_1
''Kira-kira, kapan bisa dibawa pulang?'' tanya mami.
''Nanti tunggu pemeriksaan sekali lagi untuk memastikan, sekitar dua jam lagi dari sekarang.'' jawab dokter.
''Sekali lagi, terima kasih, Dokter.'' ucap mami.
Dokter tersebut mengangguk, lalu meninggalkan mami.
Di dalam ruangan tempat Lenna, supir Lenna datang setelah bertanya pada petugas rumah sakit. Ia datang membawa satu buah tas berisikan pakaian yang disiapkan oleh asisten rumah tangga Lenna.
''Maaf Nyonya, saya tidak menelpon dulu karena ponsel anda ada di rumah.'' ucap supir itu.
''Nggak apa-apa, Pak.'' jawab Lenna.
''Tapi, sepertinya tidak dirawat, Len. Tadi aku bertemu sama dokter.'' ujar mami yang baru saja masuk.
Mereka langsung menatap mami.
''Syukurlah.'' jawab Lenna. Ia juga tak ingin merepotkan banyak orang karena sakitnya.
Nafasnya juga sudah mulai teratur lagi. Ia sendiri juga bertanya-tanya kenapa bisa pingsan setelah dadanya terasa sesak.
...****************...
Sambil nunggu Cimai up part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi cerita tentang pria dingin vs perempuan bar-bar.
Pastinya seru banget dong😍
Jangan lupa mampir dan wajib banget langsung favoritkan karya dari author RENI.T yang berjudul, ''HASRAT TUAN KESEPIAN''
Terima kasih 🙏
__ADS_1