
Edgar tampak mempercayai apa yang dikatakan oleh Mentari. Ia pun langsung tersenyum menatap wajah sang istri.
''Iya sayang, aku sudah nggak sabar menanti hari itu.'' balas Edgar.
Koran yang belum selesai ia baca langsung ditutup dan diletakkan di atas meja.
''Kamu selalu sehat ya, sayang. Jangan banyak pikiran, jangan kelelahan. Kalau ada apa-apa bilang sama suami kamu yang tampan ini.''
Awalnya terharu, namun, mendengar ujung kalimat yang diucapkan oleh Edgar membuat Mentari terkekeh geli.
Haha
''Kenapa harus ada kalimat "suami kamu yang tampan'' nya sih, Mas?'' ejek Mentari meniru gaya bicara Edgar tadi.
Hmmmm
Edgar menyandarkan punggungnya di sofa dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.
''Bukankah istriku yang cantik ini pernah mengatakan sendiri, bahwa suaminya memang tampan?''
''Mas malu, Mas, dilihat orang-orang.'' tolak Mentari saat Edgar menggodanya dengan memonyongkan bibirnya.
''OWHH SORRY!''
Mentari reflek mendorong dada Edgar saat mendengar suara seseorang datang.
Hehehe
Erin langsung nyengir lebar dengan langkah yang terhenti melihat kelakuan kakaknya itu.
''Sini, Rin.'' panggil Mentari setelah menepuk paha Edgar supaya bergeser.
''Nggak ah, nanti ganggu hehe''
__ADS_1
Erin sudah siap berbalik arah, tetapi kembali di panggil oleh kakak iparnya.
''Nggak, sini aja, kakak kamu lagi becanda.''
Erin pun mendekati kedua kakaknya.
''Cantik banget sih.'' puji Mentari untuk adik iparnya itu.
Ingin rasanya Mentari memeluk adik iparnya itu dan mengucapkan selamat. Ia yakin siapapun belum ada yang mengetahui kedekatan Erin dan Jimmy.
''Haha ... Kakak ngeledek apa gimana?'' balas Erin.
Mentari menggeleng dengan senyuman yang masih mengembang.
''Cantik alami. Iya kan, Mas?''
Mentari mencari dukungan dengan bertanya pada suaminya.
''Dari sananya lah.'' jawab Erin.
''Ahh, Kak Mentari mah jangan tanyanya ke Kak Edgar.'' protes Erin.
Mentari terkekeh.
''Iya ya, maaf Kakak suka lupa. Padahal aslinya tuh kak Edgar sangat mengakui kalau adiknya itu cantik dari lahir.''
''Kamu kok ngarang cerita sih, yang..,'' protes Edgar.
''Hmmm, yakin aku ngarang cerita?'' tantang Mentari.
Edgar langsung diam, Erin di buat penasaran.
''Cantiklah, namanya juga perempuan.'' ujar Edgar setelah diam beberapa saat.
__ADS_1
''Oh ya, Kakak baru dengar kamu nyanyi dan main gitar pas di acara itu.'' ujar Mentari beralih menatap Erin.
''Kalian nyanyinya penuh penghayatan sehingga chemistry-nya dapat.'' imbuhnya.
Mendengar pujian itu membuat Erin sangat sumringah. Namun, ia dengan cepat mengendalikan wajahnya agar tidak di curigai oleh kakaknya.
''Hehe iya Kak, terimakasih.'' jawab Erin.
°°
Setelah permasalahan yang dihadapi oleh Edgar dan juga Mentari sudah selesai. Para tersangka juga sudah menerima hukumannya masing-masing, saatnya tuan Erick beserta anak dan istrinya kembali ke luar negeri.
Sebelum kembali ke luar negeri, keluarga ini mengunjungi salah satu destinasi wisata yang tidak jauh-jauh karena mengingat Mentari sedang hamil muda.
''Tidak lama lagi Erin akan lulus, kami harap kalian bisa datang. Tapi, mengingat Mentari masih hamil, Mami tidak memaksa untuk itu.'' ujar mami.
''Iya, yang penting kita semua dalam keadaan sehat.'' imbuh papi.
Erin tampak menunduk, Mentari langsung menoleh ke arah suaminya.
''Emm, kami selalu rutin kontrol ke dokter, Pi, Mi. Semoga selalu baik-baik saja dan diizinkan untuk melakukan penerbangan ke luar negeri saat Erin wisuda nanti.'' jawab Mentari.
''Tentu saja kami sangat ingin menghadiri momen itu. Iya kan, Mas?'' imbuh Mentari lalu menyikut lengan suaminya.
''Iya. Kamu nggak usah sedih gitu, yang penting lakukan hal positif untuk masa depan kamu sendiri dan do'akan untuk Kakak-kakak kamu supaya bisa datang.''
Erin langsung mengangkat wajahnya dan tersenyum tipis.
''Nggak papa kok Kak kalau nggak bisa datang. Jangan cemaskan aku karena aku baik-baik saja.''
''Kesehatan Kak Mentari jauh lebih penting. Jangan memaksakan hanya demi khawatir aku akan sedih atau marah. Lagian wisuda juga hanya foto-foto aja, kita bisa melakukan itu pas aku pulang ke Indonesia.''
Erin terlihat tulus menyampaikan tanggapannya itu. Sehingga membuat kedua orangtua dan kakak-kakaknya tersenyum.
__ADS_1