
Pantas saja sudah terasa lelah, punggung terasa sakit, kaki pegal-pegal. Mentari meletakkan tas kecilnya, lalu duduk dengan meluruskan kakinya di sofa.
Sementara Edgar yang menyusul masuk pun meletakkan paper bag itu di atas meja. Ia ikut duduk di sofa juga, sebelah kaki sang istri. Ia pun memijit-mijit pelan kaki Mentari.
''Capek tapi, seneng.'' ujar Mentari kemudian hendak duduk tegak. Tetapi Edgar melarangnya.
''Sudaaahh, kalau capek ya capek aja, biar aku pijit dulu ya sayang.'' larang Edgar.
Mentari tidak menolak apalagi membantah, melihat sang suami yang perhatian tentu saja menjadi anugerah dalam hidupnya. Kakinya memang sangat pegal
''Begini aja biar lebih enak.'' pinta Edgar dengan mengangkat kaki Mentari agar naik di atas pahanya.
Edgar langsung duduknya lebih mundur dan melanjutkan pijitannya yang telaten itu.
Mentari tersenyum tipis sembari menelusuri wajah sang suami yang sedang serius itu dengan tatapannya.
''Aku bukan orang yang baik, tapi, memilikimu adalah hadiah terindah.'' bathin Mentari.
Edgar mempelajari tentang dasar-dasar memijit dengan buku panduan yang ia beli, sehingga tidak salah jika sentuhannya itu membuat Mentari sangat nyaman.
''Ehm.. pasti kamu sedang membatin, kenapa suamiku tampat sekali, manis sekali, baik hati sekali ...'' terang Edgar dengan percaya diri.
Edgar menatap Mentari sekilas lalu kembali fokus pada pijitannya.
Hahaha
Mentari langsung melepaskan tawanya mendengar kalimat percaya diri dari sang suami.
''Nggak tuh! yeeee kepedean.'' bantah Mentari dengan tawa yang ia tahan.
''Masa sih?'' tanya Edgar tidak percaya.
''Hu'um.'' jawab Mentari meyakinkan jawabannya.
''Yaaahhh, kasian sekali anaknya pak Erick ini, hmmm.'' balas Edgar dengan raut wajah yang dibuat sedih.
__ADS_1
''Iya, ya, kasian sekali dirinya, hmmm.'' balas Mentari yang hampir tergelak.
Tiba-tiba keduanya sama-sama saling diam. Diam dengan tawa yang ditahan. Mungkin sedang menyiapkan aksi iseng berikutnya, terutama Edgar.
HAHAHA
Edgar dan Mentari tertawa secara bersamaan karena aksi iseng Edgar langsung tercegah oleh Mentari.
Tadinya Edgar masih memijit-mijit di bagian kaki Mentari, lirikan matanya itu sudah dipergoki oleh sang istri. Dan saat tangan Edgar hendak mengeluarkan aksi nakalnya ke atas, dengan cekatan Mentari menahannya, terjadilah tawa mereka secara bersamaan.
''Ghadira Mentari sudah memahami anda, wahai Tuan Edgar Raymod.'' kata Mentari sambil menurunkan kakinya dari pangkuan sang suami.
Edgar masih dengan suara tawanya yang perlahan berhenti, ia mengusap air mata yang keluar karena tawanya sendiri.
''Huuuhh, kok kamu tau sih, sayang.'' protes Edgar.
''Sudah sering terjadi siih, gimana nggak bikin istrinya paham.''
''Ah, istriku, jadi makin mencintaimu.'' rayu Edgar.
''Marah ya?'' tanya Edgar ikut beranjak.
''Kebelet pup, Maaas.'' jawab Mentari.
''Oooohhh, hehe''
Mentari langsung mempercepat langkahnya karena isi perutnya sudah minta segera dikeluarkan.
Edgar yang ditinggal pun hanya bisa mengusap rambutnya sambil senyum-senyum sendiri.
-
Kantor cabang
Rita baru saja datang ke tempat kerjanya, ia membawa kantong plastik yang berisikan beberapa pakaian. Di dalamnya sudah berisi beberapa plastik khusus nama tokonya dan sudah ia tempeli nama masing-masing pembeli.
__ADS_1
Sambil menyelam minum air. Kalimat itu yang ia terapkan, Rita melakukan promosi usahanya kepada teman-teman kerja. Rupanya beberapa teman kerjanya pun memiliki minat terhadap koleksi-koleksi yang ia jual.
Hari ini Rita sangat sumringah, satu orang temannya ada yang memesan tiga buah baju.
''Waahhh punyaku dibawa, 'kan?'' tanya teman Rita.
''Eh, iya nih, lengkap semuanya.'' jawab Rita.
Beberapa teman lainnya juga menghampiri Rita. Rita meletakkan plastik berukuran besar itu di bangku.
Dan mereka pun sudah mendapatkan apa yang mereka beli, Rita menerima bayaran dari pembelian itu sembari menghela nafas lega.
''Terima kasih ya, semuanya.''
''Okeee.'' jawab mereka bersamaan.
"Jangan lupa order lagi, biar Rita cepat kaya, haha''
''Hahaha, siap.'' jawab mereka.
...****************...
Takdir?
Takdir seperti apakah?
Sembari menunggu part selanjutnya, Cimai rekomendasikan novel yang pastinya akan membuat kalian semua susah move-on.
Jangan lupa mampir dan wajib banget masuk daftar rak favorit kalian.
Karya dari author kece, NAZWATALITA dengan judul "TAKDIR"
Terima kasih 🙏
__ADS_1