
''Apa maksudmu?!''
Mimik wajah wanita itu sudah semakin tidak bersahabat, apalagi para tim medis yang sudah ikut andil dalam hal ini. Edgar hanya membuang nafas seraya tertawa ringan.
''Jim..''
''Siap Tuan.''
Jimmy yang sudah siap dengan laptopnya langsung membuka bukti-bukti yang sudah ia kumpulkan.
Mychelle dan mamanya langsung terbelalak. Sedini ini kelicikannya sudah terbongkar. Begitu juga dengan dokter dan tim medis lainnya yang terlibat. Tentu saja mereka semakin tidak tenang memikirkan nasib masa depannya.
''Maaf, kami tidak ada keperluan lagi..!'' seru dokter panik.
''Eitss!! anda dan juga kalian semua jangan bergerak kemanapun! PAHAM!!'' bentak Edgar.
Para tim medis itupun tidak bisa berkutik dan mengeluarkan kata-kata, hanya anggukan kecil dipenuhi ketakutan diwajah mereka.
''KALIAN LIHAT SEMUA!''
Video hasil rekaman kamera pengintai itu dipertontonkan di ruangan itu. Semua mata tertuju ke arah layar laptop Jimmy.
''DAN KAMU NONA MYCHELLE! SUDAH PUAS SEKARANG?!''
''Apa kalian kira kalau kami itu bod0h?! hahaha sayangnya TIDAK!''
''Itu pasti rekaman palsu! tidak mungkin!!'' seru Mychelle terus menyangkalnya.
''Justru lukamu itu yang palsu!'' sahut mami yang sudah tersulut emosi.
''Kamu rela membayar mereka semua demi untuk kembali dengan anakku?! hah? tidak sudi aku mempunyai menantu sepertimu!''
''Mami.. itu semua bohong.'' Mychelle berusaha berbicara lembut kepada mantan mertuanya itu.
Haahh!
Mami enggan merespon, hanya buangan nafas kasarnya yang mewakili.
__ADS_1
Mentari mendekati ibu mertuanya itu, ia usap dengan lembut lengan mertuanya agar lebih tenang dan tidak lagi semakin emosi.
''Mana mungkin aku menipu? bagaimana bisa aku tau kalau Ei melewati jalan itu dihari dan waktu yang sama? apa hanya karena itu sudah dijadikan bukti suatu rencana juga? tentu tidak! kalian seenaknya menuduhku menipu.'' terang Mychelle terus menyangkalnya.
''Silahkan berdiri saja Nona, tidak perlu repot-repot duduk di kursi roda.'' ujar Jimmy.
''Kamu nggak usah ngatur-ngatur! kamu hanya asisten!''
''Saya rasa hanya seorang asisten pun tetap lebih mulia daripada penipu seperti anda. Menjijikkan sekali.'' balas Jimmy dengan santai.
Mychelle semakin geram, tetapi masih berusaha menahan agar tidak lepas kendali.
Mychelle dan mamanya semakin dibuat tak berkutik. Bukti nyata sudah dipertontonkan di ruangan ini, meskipun mereka masih berusaha untuk menyangkalnya.
''Masuk!'' seru Jimmy.
Pintu ruangan itu terbuka. Wajah gadis tengah menunduk memasuki ruangan itu, kedua tangannya di pegang kuat oleh pengawal.
Mychelle dan mamanya langsung terbelalak, mereka pun menelan salivanya kasar.
''Siapa lagi dia?!'' seru mamanya Mychelle.
Semua pun juga ikut terkejut kecuali Jimmy dan Mentari, karena mereka belum mengerti apa maksud kedatangan Eva di rumah sakit ini, sedangkan Jimmy dan Mentari sudah mengetahuinya. Gadis itu hanya mengangkat wajahnya sekilas lalu kembali menunduk.
''Saya mohon maaf Non..'' ucap gadis itu dengan suara gemetar menatap Mychelle sebentar.
''Terutama kepada Nona Mentari dan Tuan Edgar.'' imbuhnya.
Mentari enggan menjawab, ia sudah sekuat tenaga untuk menahan rasa emosinya ketika dari awal mengetahui kebenarannya.
''Ada apa ini? kenapa dengan Eva? apa urusannya dia dibawa kesini?!'' cerca Edgar menatap tajam mantan mertuanya dan juga Eva secara bergantian, lalu beralih ke Jimmy.
''Dia tidak ada kepentingan disini!'' seru mama Mychelle.
''Biarkan Eva sendiri yang menjawab, Tuan.'' timpal Jimmy tanpa mempedulikan mamanya Mychelle.
''Tu-Tuan, No-na.. sa-saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya sudah sangat salah.''
__ADS_1
''Mohon maafkan saya..''
Gadis itu langsung bersimpuh di kaki Edgar, tangisnya pun pecah.
Mentari beralih mendekati Eva dan memapahnya untuk berdiri kembali.
''Tarik nafas panjang, Eva.. kalau sudah tenang, silahkan beri keterangan yang detail kepada kami.''
Gadis itu masih menahan isak tangisnya.
"Terimakasih Non.." ucapnya lirih.
''Jadi, selama ini saya dijadikan mata-mata oleh mereka.'' ungkap Eva menatap Mychelle sekilas karena takut.
''APA?!''
Edgar, papi, mami, dan Erin kompak terkejut.
''Apa yang kamu lakukan kepada keluarga kami, Eva? hah! jahat sekali kamu! kami berusaha untuk memuliakan para pekerja! kenapa kamu tega?!'' seru mami.
''Maafkan saya Nyonya..'' Eva kembali menangis.
''Jelaskan tugas apa yang sudah kamu lakukan untuk mereka!'' tegas Edgar.
''Jangan percaya sama dia!'' seru Mychelle.
''Diam kamu!'' seru mami.
''Lanjutkan Eva!''
Eva menarik nafasnya dalam-dalam.
''Nona Mychelle sudah merencanakan kecelakaan palsu itu sejak beberapa waktu yang lalu. Rencana itu sudah matang, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengeksekusi, dan saya bertugas sebagai pemberi kode itu.''
Eva kembali menarik nafasnya, ia sekilas-sekilas mengangkat wajahnya, ia takut menatap wajah-wajah mereka yang tengah menatapnya tajam.
''Dan saat di supermarket itu, Non Mentari mengatakan kalau tuan Edgar akan menjemput. Hal itu saya rasa menjadi waktu yang tepat. Dan.. terjadilah seperti sekarang ini.''
__ADS_1
''APA LAGI SELAIN ITU?!'' gertak Edgar.