
Ardi masih sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh polisi itu. Bahkan ia menggeleng beberapa kali.
''Nggak! nggak!'' bantahnya.
''Saya memang menginginkan bebas dari sini, tapi, bukan berarti kalian mempermainkan kata itu.''
''Saya juga sadar, hukuman saya masih sangat panjang. Mereka semua sudah membenci saya, jadi, tidak mungkin jaminan kebebasan itu diberikan secara cuma-cuma kepada manusia sampah seperti saya!''
Edgar menarik nafas panjang, ia merangkul pundak sepupunya itu. Senyum tipis itu meredam rasa ketidakpercayaan pada diri Ardi.
''Ar, aku menjamin kebebasan kamu berdasarkan musyawarah bersama orang tua, Erin, dan pastinya istriku.''
''Kami semua sudah sepakat.''
''Mengenai alasan, kamu akan tau jawabannya nanti.''
Tidak di sadari, Ardi hampir saja menangis. Untung saja pria itu masih bisa menahannya.
''Kenapa harus nanti? ada apa?'' balas Ardi yang menatap sepupunya, Jimmy, dan juga kuasa hukum itu secara bergantian.
''Tidak ada apa-apa, nanti kita bahas di rumahmu. Yang penting, sekarang terima apa yang sudah kami upayakan.'' pinta Edgar.
''Tante Lenna pasti akan sangat bahagia sekali bisa berkumpul dengan kamu, Ar.'' tutur Edgar.
''Aku juga ingin melihatmu maju, Ar.'' kata Edgar dengan sorot matanya yang tegas.
Ardi merapatkan bibirnya sebagai upaya untuk menahan tangis haru dan bahagia yang kian sulit untuk di tahan itu.
"Aku masih belum percaya dengan semua ini.'' ungkap Ardi.
__ADS_1
Edgar tersenyum. "Sekarang, percayalah dengan semua ini. Hari ini kamu bisa menghirup udara bebas. Kamu bisa bertemu dengan tante Lenna."
Beberapa kali Ardi menarik nafas dalam-dalam.
''Terima kasih, Gar, terima kasih.'' ucap Ardi seraya terisak yang sekuat tenaga ia tahan.
Ardi langsung bersimpuh di depan lutut Edgar. Menjadikan pemandangan itu penuh haru.
''Eh, jangan begitu, Ar ... berdirilah.'' titah Edgar.
''Terima kasih, terima kasih ... aku nggak tau harus membalas kebaikanmu dan keluargamu dengan apa, Gar ... terima kasih sudah memaafkan manusia sampah yang tidak berguna sepertiku.''
''Kalau kamu tetap merasa menjadi manusia sampah, ayo semangat dan daur ulang dirimu sendiri agar memiliki nilai yang tinggi.''
- -
Urusan di kepolisian telah selesai, Ardi pulang ke rumah bersama dengan mobil sepupunya itu. Lenna pun masih belum mengetahui soal kebebasan putranya, karena hal ini akan menjadi sebuah kejutan.
''Tentu saja aku bisa.'' jawab Ardi yakin.
Kakak beradik sepupu itu akhirnya tersenyum bersama. Seperti sudah tidak ada yang saling menyimpan rasa dendam.
Kediaman keluarga Ardi
Lenna tengah duduk di bangku yang ada di pinggir kolam renang. Wanita itu duduk melamun, banyak sekali yang tengah ia pikirkan. Sayup-sayup terdengar suara mobil masuk, padahal supir sudah tidak ada jadwal lagi, mobilnya pun sudah masuk ke dalam garasi.
''Seperti ada suara mobil?'' bathinnya.
Lenna beranjak dari bangku tersebut, ia penasaran siapa yang datang pada sore hari ini.
__ADS_1
''Edgar?'' panggil Lenna. Bibirnya tersenyum melihat kedatangan ponakannya itu.
Tante dan ponakan itu saling menyambut. Lenna celingukan mencari seseorang.
''Kamu tidak sama istrimu?'' tanya Lenna.
''Tidak, Tan ... aku dari kantor langsung datang kemari.'' jawab Edgar.
Lenna mengangguk, ini memang jam baru pulang kantor.
''Ayo masuk dulu.'' ajak Lenna.
Edgar pun mengangguk, mengikuti langkah tantenya yang sudah berada di depannya.
Tiba di teras, Lenna masih tetap menatap ke arah depannya, Edgar pun memberikan kode agar Ardi segera mendekat.
''Eh, siapa ini?!'' pekik Lenna terkejut saat ada yang memeluknya erat dari belakang.
Lenna memutar tubuhnya, kedua bola matanya langsung membulat sempurna saat melihat seseorang yang sudah sangat ia rindukan itu.
Lenna menangkup kedua pipi Ardi. ''Ardi? benarkah ini kamu, Nak?''
...****************...
Sembari nunggu update part selanjutnya, Cimai rekomendasikan lagi novel yang pastinya seru banget.
Kali ini cerita dari author AVEEII, yang berjudul "NIKAHI AKU, PAK DOSEN".
Jangan lupa untuk mampir dan langsung masukkan ke dalam rak favorit kalian ya 😍
__ADS_1
Terima kasih 🙏