Janda Kembang Pilihan CEO Duda

Janda Kembang Pilihan CEO Duda
Part 137 : Menikah Itu Seru Nggak?


__ADS_3

Ceklek


Mentari yang masih serius menatap televisi langsung menoleh ke arah pintu.


''Loh Mas, sudah pulang? kok nggak ngabari dulu.''


''Iya, biar kamu istirahat, sayang. Nggak perlu nungguin aku, eh ternyata belum tidur juga istriku.'' jawab Edgar sembari menutup pintu.


Melihat kepulangan sang suami membuat Mentari sedikit terkejut karena sedang serius, tapi, yang pasti sangat senang sang suami kembali ke rumah setelah seharian beraktivitas. Ia pun langsung beranjak dari sofa.


Seperti biasa, ia mencium punggung tangan suaminya yang baru saja pulang. Dan Edgar pun langsung memberikan kecupan manis di kening Mentari.


''Erin mana, sayang?'' tanya Edgar sembari celingukan mencari keberadaan adiknya yang diinfokan ada di kamarnya ini.


''Kok tau kalau Erin kesini?'' tanya Mentari.


''Pak Dar tadi yang bilang. Mana dia?''


''Disana, lagi cari angin katanya. Tadinya mau tak temani, tapi, dingin.'' tunjuk Mentari pada arah balkon.


Edgar tidak menjawab, ia langsung bergegas menemui sang adik setelah melepaskan jasnya.


''Erin!'' panggil Edgar dengan sedikit berteriak.


''APAA!'' jawab Erin dengan berteriak juga karena kaget.


Erin masih bersandar di pembatas balkon sembari menatap bawah.


''Ngapain kamu disitu? sudah malam buruan tidur!'' usir Edgar membuat adiknya langsung cemberut.


''Bikin alasan apa nih?'' bathin Erin.

__ADS_1


''Ehehehe..'' Erin melangkahkan kakinya ke arah Edgar sembari nyengir.


''Lagi selfie nih, Kak Edgar nggak mau kah foto sama adiknya yang cantik ini?'' goda Erin menunjukkan camera yang on.


''Hiihh minggiirr..'' usir Edgar yang menggeser kepala adiknya itu.


''Ayolah Kakakku yang tampan..'' paksa Erin


''Males!'' jawab Edgar menghindar.


Erin justru semakin melingkarkan tangannya di pinggang Edgar. Tidak peduli dengan penolakan dari sang kakak.


Mentari hanya menyimak dari dalam kamar interaksi antara Edgar dan Erin sembari menggelengkan kepalanya.


"Lepas Erin..!" seru Edgar.


"Haha Kak Edgar baper ya di peluk adiknya? cie cieee.." goda Erin sembari melepaskan pelukannya itu.


"Halu nih anaknya pak Erick." sungut Edgar.


''Huhh.. untung bisa dapat alasan dengan cepat.'' bathin Erin sembari mendudukkan dirinya di sofa bersama Mentari.


Edgar menutup pintu balkon kamarnya dan tak lupa di kunci setelah sang adik meninggalkan tempat itu.


''Ngapain masih disini? sana balik ke kamar kamu sendiri. Buruan tidur sudah malam, Erin.'' usir Edgar lagi ketika melihat adiknya duduk santai berdua dengan Mentari sembari menonton televisi.


''Biar Erin disini dulu Mas, lagian kamu belum mandi juga. Mandi dulu gih.. nanti aku siapkan baju ganti.''


Dari belakang Mentari, Erin mengejek kakaknya itu dengan menjulurkan lidahnya. Namun, seketika ia menutup mulutnya karena teringat ancaman Edgar waktu itu.


''Huuu dasar gangguin Kakaknya..'' keluh Edgar.

__ADS_1


Edgar mengacak-acak rambut adiknya itu hingga berantakan, kemudian langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi sambil tertawa terbahak-bahak.


''Kakaakkk!!'' seru Erin sembari merapikan rambutnya.


''Kak Mentari jangan ikutan ketawa.'' protes Erin yang melihat Mentari langsung menutup mulutnya yang sedang menahan tawa.


''Nggak kok.'' jawab Mentari.


Sembari menahan tawa, Mentari bergegas menyiapkan pakaian ganti untuk Edgar, agar saat Edgar selesai membersihkan badan, pakaiannya sudah siap.


Diam-diam Erin memperhatikan setiap apa yang dilakukan oleh Mentari. Ia mempelajari satu persatu untuk bekal nantinya, saat jodohnya tiba. Karena jodohnya ada di tangan Tuhan, dan selanjutnya ada di tangan Edgar.


''Kakak bahagia sama Kak Edgar?'' tanya Erin ditengah-tengah Mentari sedang melangkah dari ruang pakaian.


Seketika Mentari menghentikan langkahnya, ia menatap Erin dengan membentuk senyuman.


''Kalau Kakak nggak bahagia, apa yang akan Erin lakukan?'' tanya Mentari.


''Emmm.. aku bakal protes besar-besaran ke kak Edgar!''


Ingin rasanya Mentari tertawa mendengar respon adik iparnya itu. Ia meletakkan pakaian ganti untuk Edgar di atas ranjang, lalu menghampiri Erin yang duduk di sofa.


''Oh ya?''


Erin langsung mengangguk.


''Kakak bahagia kok, apalagi sekarang sudah dikasih kepercayaan ini.'' tutur Mentari lalu mengusap perutnya sendiri.


''Euummmm gemeess..'' Erin menangkup wajahnya sendiri sembari menatap perut kakak iparnya itu.


''Kak..'' panggil Erin sedikit ragu.

__ADS_1


''Apa?''


''Menikah itu seru nggak Kak?'' tanya Erin dengan hati-hati.


__ADS_2