King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Mati kutu.


__ADS_3

kedatangan Asyur tentu saja membuat Diandra mempunyai harapan sekaligus senang bukan main. Asyur tampak menahan segala rasa amarah dalam dirinya ketika melihat Diandra berada di dekapan lelaki lain.


" bajingan mana yang telah menculik istriku '' ucap dingin Asyur menatap Chaiden tanpa berkedip sedikitpun, tatapannya beralih pada Diandra yang kini menatapnya sayu dengan air mata yang berlinang.


'' minggir! Diandra hanya milikku. '' tegas Chaiden dengan sorot mata yang tajam.


para anak buah Asyur tentu saja menodongkan senjata mereka pada pihak Chaiden, kini mereka kalah jumlah dan Chaiden harus lebih waspada serta berhati-hati.


Diandra masih diam tak ingin memberontak karena ujung pistol itu tepat menekan di pelipis nya, hingga ia merasakan dinginnya benda itu.


'' Sedari awal dia memang milikku, bukan milik mu atau pun orang lain. Seharusnya dia mengandung anak-anak ku bukan mengandung benih dari lelaki lain '' tajam Chaiden dan tentu saja hal itu membuat Asyur murka seketika.


" Bajingan! Apa yang telah kau lakukan pada istriku huhh ? '' erang Asyur dengan melangkah cepat kearah Diandra dan juga Chaiden tanpa mempedulikan anak buah Chaiden yang menodongkan senjata kearah dirinya.


AGHHH


teriakan Diandra membuat langkah Asyur terhenti. Chaiden menjambak dengan kasar Diandra hingga wajah nya mendongak keatas, jantung Asyur berdebar-debar tak karuan saat melihat istrinya di perlakukan kasar tepat didepan matanya.


" teruslah melangkah jika kau ingin melihat Diandra kesakitan. Bahkan aku bisa melakukan hal yang lain lagi '' ancam Chaiden dengan bengis.


" Hentikan Chaiden! Sudah cukup. Kau benar-benar gila. Aku telah bersuami dan hidup bahagia. Kau hanya masa laluku '' ucap Diandra frustasi karena dirinya tak tau harus berkata apalagi pada Chaiden yang sungguh keras kepala dan terobsesi itu.


" Arrghh !! Aku akan membuatmu mengandung anak ku Diandra '' teriak Chaiden menatap marah pada wanita yang kini sedang menangis pilu dihadapannya. Manik itu menatapnya penuh luka dengan air mata yang berderai.


Tidak! Chaiden tak sanggup untuk melihat tatapan penuh luka itu, seperti ia menemukan kelemahan nya. Chaiden telah melukai wanita ini sekali lagi.


BUGHHHHHH


DORR


Asyur menendang dengan gerakan kilat serta memberikan hadiah satu buah peluru yang mengarah kearah dada Chaiden, Diandra segera ditarik masuk kedalam dekapan sang suami.


" bajingan! Enyah kau dari muka bumi ini. '' Raung Asyur dengan menodongkan senjata miliknya kearah Chaiden tentu saja anak buah Chaiden panik seketika.


DODODODOR !!


keempat anak buah Chaiden roboh setelah mendapatkan sebuah tembakan peringatan yang dilayangkan para anak buah Asyur. Diandra tertegun dan menatap kelima pria yang roboh dihadapannya.


BUGHHHHHH


AGHHH


'' brengsek!! aku tak akan membebaskan mu. '' marah Asyur yang terus memukul Chaiden yang mengerang kesakitan karena luka tembak yang bersarang di dadanya dengan membabi buta tanpa jeda.


Asyur menarik nafasnya secara perlahan dan menyeka keringatnya dengan pelan, kancing kemeja yang ia gunakan sudah terlepas dibagian atasnya karena gerakan kasar.

__ADS_1


'' bawa mereka. '' tegas Asyur menatap para anak buahnya, Asyur menarik lembut Diandra menuju kearah mobil untuk meninggalkan tempat itu dengan segera.


Sedangkan disisi lain Malvin yang panik dengan raut wajah cemas menatap pintu dimana Madeline sedang ditangani, berbagai pertanyaan muncul karena kehadiran Madeline diantara masalah hilangnya sang ibu.


Malvin mengingat betul bagaimana Madeline menjadi tameng dari peluru milik Chaiden yang hendak melukai tubuhnya.


Apa yang kau lakukan Madeline. Aku tak ingin berhutang nyawa padamu. batin Malvin


Lamunan nya buyar kala dokter yang menangani Madeline keluar. Dokter itu menatap Malvin dengan tatapan tak biasa dan Malvin menyadari hal itu.


" Ada apa ? " heran Malvin menatap lelaki yang berprofesi menjadi dokter itu.


" keadaanya kritis. Hanya itu yang bisa aku katakan " ucap dokter itu dan Malvin hanya diam ia sudah memprediksikan hal itu akan terjadi. Madeline pasti akan kritis karena dua luka tembak bersarang di punggung serta perutnya.


Malvin tergugu dan dokter yang menangani Madeline pergi meninggalkan Malvin yang diam membisu.


" Tuan Malvin. Nyonya Diandra kini sudah bersama dengan tuan Asyur '' ucap salah satu anak buahnya, dan Malvin mengangguk saja ia lega karena sang ibu baik-baik saja dan aman.


Waktu terus berlalu dan siang telah berganti dengan malam. Madeline masih belum sadarkan diri berbagai alat kesehatan menempel banyak ditubuhnya.


Malvin menggenggam erat tangan Madeline ia bisa merasakan jika hatinya berdenyut nyeri kala melihat Madeline dalam keadaan terluka.


Sadarlah Madeline. Jangan membuat aku merasa bersalah. batin Malvin.


*****


" hmm " ucap Kenneth singkat dan terlalu singkat. Remigio menatap wajah Stefy dengan lekat lalu sebuah seringai terbit di wajahnya saat ini.


Stefy menatap Remigio dengan tajam dan sangat terlihat jika sorot matanya memancarkan dendam yang sangat mendalam. Remigio berjalan dengan santai.


" kau adalah iblis yang sesungguhnya " ucap Stefy dengan sorot mata yang sangat tajam.


" Lalu ? " Picing Remigio.


" Kau pembunuh " ucapnya lagi dan Remigio mengerutkan dahinya seketika.


" siapa kau ? " tanya Remigio menatap lekat wajah Stefy saat ini. Wanita itu tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan Remigio yang mempertanyakan dirinya.


" Gracelina !! " tajam Stefy dan Remigio diam saja " Kau membunuh nya bajingan '' pekik Stefy marah dengan manik yang berkaca-kaca rahangnya benar-benar mengeras saat melihat Remigio yang datar tanpa ekspresi.


'' rupanya kau putri nya yang disembunyikan selama ini '' kekeh Remigio dengan santai. Kenneth mendengarkan percakapan antara ayah dan musuhnya, dan kini pemuda itu sudah tau akar permasalahannya.


" Maka dari itu aku datang untuk membalas semua perlakuan mu kepada ibu ku Remigio. Aku akan membunuh salah satu anak mu agar kau dapat merasakan apa yang sudah aku rasakan '' pekiknya lagi dan sontak tawa Remigio menggelegar dibuatnya.


'' Kau terlalu percaya diri nona '' datar Kenneth berbicara. " Daddy biarkan ia menjadi bagian ku '' pinta Kenneth dan Remigio tersenyum simpul tapi mengangguk kemudian.

__ADS_1


'' kau hanya sampah yang tak berguna serta bagian dari masa laluku. '' desis Remigio tajam dan sontak stefy berteriak serta memaki Remigio dengan kata-kata kasarnya. Remigio tak mendengarkan dan memilih pergi serta menyerahkan Stefy pada putranya.


Kenneth tersenyum miring menatap Stefy yang tampak marah dan mengamuk tak jelas, untung saja kedua tangannya terikat sempurna.


" Mau kita mulai ? '' ucap Kenneth dengan seringai tipisnya menatap Stefy dengan lekat. Tak lama muncul seorang lelaki yang sangat dewasa bertubuh tegap dan berkulit putih. Lelaki itu tampak menunduk dengan sopan pada Kenneth.


'' paman tolong ambilkan alat itu '' pinta Kenneth kepada Asnee dan lelaki itu mengangguk dengan sopan. Stefy terbelalak saat melihat sebuah cambuk besi yang dibawakan oleh Asnee.


'' silahkan tuan muda '' ucap Asnee sopan dan Kenneth tersenyum tipis. ia berjalan secara perlahan kearah stefy.


'' jangan gila kau !! '' sentak Stefy yang ketakutan saat sebuah alat penyiksaan berada di genggaman putra dari sang penguasa ORTAXS.


Kenneth terkekeh saat melihat raut ketakutan dari wajah musuhnya, kemana Stefy yang berani mengincar dirinya sang juga sang kakak pada kala itu.


CETARRR


AGHHH


Stefy berteriak dengan lantang saat alat itu menghantam tubuhnya, bahkan Kenneth melakukan itu tapa aba-aba dan pergerakannya sangat cepat. Perih dan kebas ia rasakan secara bersamaan.


CETARRR


" Aghhh.. Hentikan.. ini sakit '' jerit Stefy saat Kenneth mencambuknya dibagian punggung dan perutnya.


'' bagaimana ? '' tanya Kenneth dengan polos. Stefy tak menjawab tapi sorot matanya tajam menatap Kenneth yang berdiri dengan angkuh di hadapannya.


CETARRR


Lagi-lagi Stefy menjerit tak karuan. Asnee terdiam ditempatnya saat melihat tuan mudanya bersikap kejam diusia muda bahkan melakukan hal itu dengan wajah datar seperti tak terjadi apa-apa.


'' ini baru permulaan nona. Tapi selanjut nya kau akan menjadi mainan ku '' ucap tegas Kenneth dengan mencengkram dagu Stefy kasar hingga jarak wajah di antara mereka saling berdekatan. '' inilah akibatnya jika kau ingin bermain dengan ku '' desis Kenneth lirih tepat di telinga Stefy hingga membuat si mpunya merinding tak karuan.


PRANGGG


Kenneth melempar cambuk itu sembarang arah hingga membentur tembok yang kokoh. Asnee mengusap dadanya pelan dan menarik nafasnya dalam-dalam.


Kenneth pergi dari ruangan itu begitupun dengan Asnee yang berada di belakangnya. Para anak buah king yang berjaga tempat itu hanya bisa diam menyaksikan sikap kejam dari tuan mudanya.


******


Yeah..😁😁


Readers-readers pasti pada emosi yah karena banyak sekali yang tidak sesuai dengan ekspektasi kalian dimulai dari tokoh utama yang tidak kuat lah, pada lemah semuanya lah, dll. 😁😁


Owee sudah katakan jika novel kedua ini akan berbeda dari novel season pertama, novel kedua owee akan banyak intrik dan pertentangan yang terjadi hingga menuntaskan musuh lama hingga terkuak dengan sempurna 😊.

__ADS_1


Owee minta dukungan nya readers karena like dan komen yang membuat owee semangat untuk up setiap harinya.


tnQ all.


__ADS_2