King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* kedatangan nya.


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu, Madeline masih juga belum sadar walaupun kondisinya cukup membaik dari hari-hari sebelumnya. Diandra dan juga Asyur beberapa kali melihat dan memantau keadaan Madeline yang berada di rumah sakit.


Seperti saat ini Madeline perlahan-lahan membuka maniknya, suasana terasa sepi dan hening bahkan hanya terdengar suara yang sangat asing di samping kirinya.


Rumah sakit ?. Batin Madeline.


Tak lama pintu terbuka dan menampilkan sosok lelaki dewasa berwajah tampan, Madeline seketika terkesiap saat melihat siapa lelaki itu.


" Madeline kau sudah sadar ? syukurlah " ucap Malvin antusias saat melihat Madeline yang sudah membuka kan maniknya.


Madeline diam saja tapi maniknya menatap setiap gerakan Malvin yang sedang mengambil air putih untuk dirinya, Malvin segera menaikkan ranjang pasien agar Madeline merasalebih nyaman.


" minumlah kau pasti haus " ucap Malvin lembut dan Madeline hanya mengerutkan dahinya sesaat tapi ia dengan cepat menghabiskan satu gelas air putih yang diberikan oleh Malvin. " bagaimana keadaan mu Madeline ? " ucap Malvin lagi menatap lekat wajah pucat wanita yang berada di hadapannya itu.


" baik " ucap Madeline dengan datar seraya memalingkan wajahnya kearah samping. Malvin termenung melihat perubahan sikap Madeline kali ini.


Keduanya sama-sama saling diam dan tak ingin berbicara. Madeline masih ingat dimana lelaki dihadapannya ini menolak kehadirannya dan mengabaikan cinta yang tulus dari seorang Madeline.


perkataan dan sikap yang membuat hati Madeline sakit selalu ia ingat dengan baik, tapi sayang lelaki ini adalah orang yang dicintainya.


Kau harus bisa melupakan nya Madeline. batin Madeline bergumam.


" Terimakasih atas apa yang kau lakukan untuk ku pada saat itu Madeline. Bahkan kau menyelamatkan ibuku dari lelaki bajingan itu " ucap Malvin tanpa basa-basi.


" tak perlu berterimakasih tuan Malvin. Aku hanya ingin membantu saja tidak lebih dan jangan menganggap hal ini sebagai hutang apapun " tegas Madeline dengan manik yang menatap kearah balkon di samping kirinya.


" Ya terimakasih " ucap Malvin lagi dan Madeline hanya tersenyum kecut mendengarnya.


CEKLEK


Diandra dan Malvin sama-sama melihat kearah sumber suara dan ternyata Diandra dan juga Asyur yang datang untuk berkunjung. Madeline tersenyum lembut saat melihat wanita yang sudah dianggapnya sebagai seorang ibu.


" Akhirnya kau sadar Madeline " ucap Diandra memeluk pelan tubuh Madeline dan Madeline hanya tersenyum manis " Apa dokter sudah memeriksa mu ? " tanya Diandra lagi dan Madeline menggeleng lemah.


Diandra segera menekan tombol berwarna merah yang tertempel di dekat ranjang pasien, tak lama perawat dan seorang dokter masuk dan memeriksa keadaan Madeline dengan teliti.

__ADS_1


Malvin menggeser tubuhnya dan memperhatikan Madeline dari sofa yang ia duduki saat ini, Asyur melihat jika anak tirinya sedang memperhatikan seorang wanita.


kau tak bisa membohongi perasaan mu sendiri Malvin. Batin Asyur


Dokter tersenyum menatap Madeline ia memberikan penjelasan mengenai kondisi Madeline Pasca tertembak. Madeline mendengarnya dengan seksama.


Diandra dan Asyur bersyukur karena Madeline baik-baik saja dan tidak terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan nya, hanya saja Madeline harus beristirahat total untuk memulihkan bekas lukanya.


" terimakasih dokter " ucap lirih Madeline dan dokter itu tersenyum lalu mengangguk tak lama dokter dan perawat itu pun keluar dari ruangan Madeline setelah selesai menejelaskan.


" Madeline sekali lagi terimakasih " kini Asyur berbicara kepada Madeline dan hanya didapati anggukan sopan saja.


Diandra melihat putranya yang diam saja sedari tadi tapi tatapannya justru mengarah ke Madeline. Diandra tau jika Madeline menyukai dan mencintai putranya itu.


Tiga hari telah berlalu kini Madeline telah dinyatakan sembuh, luka tembak nya sudah benar-benar mengering hanya saja proses memudarkan luka itu akan sangat lama dan Madeline tentu saja merasa sedih karena harus memiliki luka di tubuhnya.


Diandra dengan sabar mengurusi Madeline ketika dia akan makan atau pun yang lainnya, Asyur tentu saja akan menemani istrinya kala merawat Madeline.


" Madeline '' panggil Malvin saat melihat Madeline sedang duduk sendiri di halaman belakang rumahnya yang asri dan tak luas. Madeline menoleh tapi tidak menjawab.


'' Ada apa tuan Malvin '' ucap Madeline berusaha untuk tidak menatap Malvin yang duduk disampingnya kini.


" bisakah kau tak memanggilku tuan '' ucap Malvin dengan penuh penekanan.


" Aku harus bersikap sopan pada orang lain tuan Malvin. '' ucap Madeline lagi dan Malvin justru menatapnya lekat. '' Ada apa ? '' ucap Madeline lagi.


'' Mari kita mulai dari awal Madeline '' ucap tegas Malvin dengan mantap saat mengatakan jika ia ingin memulai semuanya. Madeline terkesiap saat mendengar tawaran dari lelaki yang dulu menolaknya dengan mentah-mentah " Maafkan aku jika cara, sikap serta perkataan ku dulu telah melukai hatimu Madeline. sungguh aku menyesal telah menyia-nyiakan wanita yang tulus mencintaiku. Kini aku sadar jika hatiku sebenarnya adalah milikmu. '' ucap Malvin berbicara panjang lebar dengan menatap lurus.


Madeline tersenyum kecut dibuatnya. Apa ini mimpi ? Madeline menoleh sekilas kearah Malvin dan lelaki itu pun ikut menoleh. Jika perkataanya hanya untuk meminta maaf atas apa yang terjadi pada masa lalu, sungguh Madeline sudah memaafkannya.


'' Aku sudah memaafkan mu Malvin dan aku tidak pernah membencimu walaupun hatiku terluka saat kau berkata jika aku putri dari orang yang hendak melakukan hal tak pantas pada ibumu. Bahkan aku pun tak tau jika ayahku akan bersikap lancang dan kurang ajar pada nyonya Diandra. Aku minta maaf atas nama ayahku Malvin. '' ucap Madeline lagi dan Malvin diam saja tak menjawab. '' Bertahun-tahun aku menunggumu mengatakan hal seperti ini hingga aku memilih untuk menyerah karena setiap aku bertemu dengan mu kau selalu melayangkan tatapan permusuhan pada ku Malvin. '' sendu Madeline dan Malvin hanya diam saja ia justru mengakui jika sikap nya selama ini sungguh telah melukai wanita yang telah memberikan nya cinta yang tulus.


" Madeline... '' ucap Malvin tapi Madeline sudah menyela dan memintanya untuk diam tak berbicara " aku benar-benar minta maaf. '' lirih Malvin tapi Madeline menggeleng pelan dan memilih pergi meninggalkan Malvin ditempat itu.


Hatinya sungguh berdebar saat Malvin mengatakan permintaan maaf nya, tapi Madeline tak ingin luluh akan hal itu walaupun dirinya mencintai Malvin.

__ADS_1


Malvin terdiam ditempatnya, jadi seperti ini rasanya diabaikan bahkan tak diindahkan sama sekali oleh seseorang, rasanya sakit! sungguh sakit.


Aku akan berusaha untuk itu Madeline. Maafkan aku yang terlambat menyadari jika cinta itu ada untuk mu. Batin Malvin.


******


Seorang wanita dewasa dengan penampilan yang sangat anggun baru saja tiba di Paris, raut wajahnya sangat ceria dan merentangkan tangannya dengan bebas, tak ingin berlama-lama wanita itu segera memesan sebuah taksi untuk menuju ke suatu tempat yang hendak ia kunjungi.


Gold mansion saat ini sedang sepi karena Valera dan Remigio berada di perusahaannya masing-masing. Hanya ada maid dan para penjaga yang berlalu lalang di mansion megah itu.


" Nona Silla " ucap tiba-tiba Asnee yang melihat Silla dari pintu utama. Ya kebetulan Asnee berada di Gold mansion hanya untuk menunggu kedatangan tuan mudanya.


Silla berjalan seraya menyeret koper nya kearah Asnee. Lelaki yang berasal dari Thailand itu mengerutkan dahinya saat melihat koper milik Silla.


'' paman Asnee. Lama tak berjumpa '' ucap Silla dengan sopan dan Asnee hanya mengangguk kecil saja. '' Apa mommy dan Daddy berada di dalam ? '' tanya Silla lagi.


" tuan dan nyonya sedang berada di luar nona '' saut Asnee lagi dan Silla hanya mengangguk.


Silla menatap sekeliling bangunan megah bak istana itu, terakhir kali ia menginjakkan kakinya disini saat usianya dua belas tahun dan kini ia menginjakkan kakinya kembali di mansion ini. Setelah itu Kenov membawa nya pergi menuju new Zealand karena Remigio serta Valera yang memintanya.


Asnee melihat kedatangan tuan mudanya serta Elisya yang bergandengan tangan, dahinya mengerut saat melihat seorang wanita yang sangat asing dimatanya.


" Who are you ? " Ucap tiba-tiba Kenneth dengan nada dingin nya serta wajah datar menatap Silla tanpa berkedip.


Silla terperanjat saat mendengar nya ia menatap wajah Kenneth kemudian tersenyum hangat. Kenneth memicingkan matanya meneliti wajah Silla yang sangat asing.


" Hai.. Aku Silla. " ucap Silla memperkenalkan diri kepada Kenneth tapi pemuda itu hanya menatap Asnee dengan bingung dan penuh pertanyaan.


" Apa sekarang mansion ini bisa dimasuki oleh sembarang orang paman ? " ucap Kenneth dengan sorot mata yang tajam menatap Asnee. Lelaki itu hanya menunduk saat melihat ketidaksukaan tuan mudanya.


Silla diam saja saat Kenneth mengabaikan dirinya bahkan tak menjabat tangannya saat memperkenalkan diri. Lalu Silla menatap kearah Elisya yang hanya diam saja tapi seulas senyum tipis terbit di bibir Elisya.


" Maaf tuan muda. Dia adalah nona Silla, " ucap Asnee sopan " dia adalah.. " ucapan Asnee terhenti kala mendengar pekikan Silla yang memanggil seseorang


" Daddy " ucap Silla dengan senang hingga semua orang melihat kearah siapa yang datang. Kenneth terkejut saat Silla mengucapkan kata Daddy pada Remigio yang ayah kandungnya. Elisya mengerutkan dahinya bingung dan Asnee hanya menghela nafasnya kecil.

__ADS_1


Daddy ? Apa-apaan ini ? sejak kapan Daddy mempunyai anak lagi. Batin Kenneth.


__ADS_2