King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
Season 3 ~ Dakota tewas?


__ADS_3

kedua mobil berwarna serupa itu segera bergegas pergi meninggalkan tempat dan kawasan dimana Dakota diserang. Ezio berada satu mobil dengan Aslan dan Elion. Sedangkan Elmer bersama dengan Larissa dan Lotus mereka tetap terhubung satu sama lain.


" Aslan apakah mereka mengetahui keberadaan kita? " ucap Ezio berusaha untuk tetap tenang.


" seharusnya iya. Pasti mereka sudah mengetahuinya " ucap Aslan datar dan Ezio serta Elion melirik satu sama lain. Aslan terus menatap ke layar tablet nya dimana dia sebagai pemandu jalan untuk para kawanan nya.


" kiri! " ucap Aslan tiba-tiba sontak Ezio menurut saja " mereka mengejar zio! " ucap Aslan lagi. " Larissa kau tetap berada di belakang. Mereka tak jauh dari mobil kalian! '' ucap Aslan lagi.


" benarkah? tapi aku tidak melihat..


BRAKKKK


" oh ****!! " umpat Larissa saat mobil yang dikemudikan oleh Elmer dihantam dari arah belakang. Manik Larissa terbelalak lebar saat melihat konvoi motor dibelakang sana yang siap menghantam lagi.


" tetap fokus! " ucap Elmer lagi.


Lotus memberikan sebuah senjata kedap suara pada putri Kenneth itu dan Larissa mengambil nya dengan tersenyum sinis. Aslan yang bertugas mencari jalan keluar seolah tak terusik dengan apa yang terjadi.


DODODOR !!


" ohh mereka muncul dari samping! " pekik Elion terkejut. Ezio meliriknya sekilas dan terus menekan pedal gas nya dalam-dalam untuk tetap mengendalikan kendaraan roda empat itu agar tak hilang keseimbangan.


DUAKKK


" oh ****! " geram Ezio karena lagi-lagi mobil mereka dihantam benda tumpul. " lakukan saja! " ucap Ezio melirik kearah kaca spion dimana sepupu nya itu sudah siap untuk menyerang.


terlihat Larissa memposisikan dirinya agar lebih baik dan menghela nafasnya perlahan, senjata kedap suara sudah siap digunakan hanya saja ia merasa kan sesuatu lain.


" Now!! " ucap Aslan tiba-tiba hingga mengejutkan semuanya orang hingga


DODODOR !!


DODODODOR !!


mobil yang dikemudikan oleh Elmer diberondong habis oleh lawannya hingga menimbulkan suara yang sangat nyaring. Mereka panik karena kemanan mobil yang mereka gunakan sangat minim dari keamanan.


" Aslan! kita kemana? " pekik Ezio lagi.

__ADS_1


" kiri! lalu belok kanan " ucap Aslan tenang.


Larissa hampir saja terbentur jika tidak dipegangi kuat oleh Lotus. Putri Kenneth itu meringis dibuatnya karena dahinya tergores gagang senjata hingga memerah.


DODODODOR !!


CKITTTT


" mereka menembaki ban nya! " pekik Lotus lagi hingga mobil yang Elmer kendalikan hilang kendali dan berjalan dengan serampangan. Namun Larissa dengan cepat membuka kap bagian atas untuk menyerang lawan yang terus mengejar.


" Jika sudah begini maka pasrah saja! '' ucap Aslan tiba-tiba.


" Jangan main-main Aslan! '' pekik Larissa geram dan terus memberikan rentetan pelurunya kearah musuh. " aghh! mereka semakin banyak! " pekik Larissa lagi.


" bom! " ucap Elmer dan Larissa melirik lalu mengangguk saja.


" now! " ucap Elmer lagi


DUARRRR


AGHHHH


DUARRRR


AGHHHH


Ledakan yang terjadi membuat sebagian dari mereka tak bisa bergerak karena ledakan yang dibuat oleh Larissa merusak jalan hingga melubangi jalan berpasir dan terlihat seperti longsor.


kedua mobil yang sudah ringsek cukup parah terus melaju membelah jalanan gelap menuju ibukota. Namun Aslan menyarankan agar mereka meninggalkan mobil yang digunakan begitu saja di sebuah pusat pos yang mereka temukan. Aslan khawatir jika mobil yang mereka gunakan dapat dilacak melalui cctv jalanan yang belum sempat Aslan matikan.


untung saja anak buah Elion berada disana atas perintah majikan nya itu membuat ruang pergerakan rombongan Ezio terlihat lebih mudah. Mereka pergi menggunakan sebuah mobil truk menuju bandara untuk terbang ke Perancis saat itu juga.


*******


" apakah ada kabar Thomas? " ucap Valera


" tidak! bahkan sinyal darurat milik Aslan tidak muncul lady. " ucap Thomas dengan sopan.

__ADS_1


" tetap pantau mereka dan pastikan pulang dengan keadaan baik-baik saja! '' pinta Valera lagi dan Thomas mengangguk mengerti.


" nenek! " ucap seseorang dengan suara yang begitu melengking. Valera dan Thomas menoleh dan melihat seorang gadis muncul disana. " nenek! dimana Ryu! '' ucap Dyora lagi menanyakan keberadaan mentor yang dipilih oleh neneknya langsung. Valera mengeryit mendapati Dyora yang menanyakan keberadaan Ryu.


" bukan kah dia berada di.. " ucapan Valera tergantung karena teringat sesuatu. " oh dimana Ryu! bukan nya pada saat penyerangan di arena Ryu sedang berada disana? '' ucap Valera lagi.


" Ryu tidak ada di arena nenek! " ucap Dyora kesal dan Valera terdiam menatap dalam cucu perempuannya.


" memangnya ada apa kau menanyakan Ryu? '' selidik Valera dengan manik memicing.


" Tidak ada hanya bertanya saja " ucap Dyora berbalik dan menghentakkan kakinya keras hingga Valera dan Thomas bingung dengan tingkah gadis mungil itu.


" dia kenapa? aku merasa jika Dyora kini berbeda Thomas. " ucap Valera lagi.


" entahlah lady mungkin saja Dyora hanya.. '' ucapan Thomas terpotong karena tiba-tiba Evander datang dengan wajah datar tanpa ekspresi. " Evan? ada apa? '' tanya Thomas penasaran.


" Serena dan Ryu menghilang! '' ucap Evander datar hingga Valera dan Thomas saking pandang satu sama lain " mereka hilang saat penyerangan itu berlangsung '' kenapa tidak ada yang mengetahuinya nenek? '' ucap Evander lagi.


" menghilang? bagaimana bisa? '' ucap Valera lagi.


" aku tak tau. " ucap Evander lagi. " Aria dan Florian sedang mencarinya '' tandas Evander lagi.


" kau sudah menghubungi paman Malvin? '' tanya Valera lagi dan pemuda itu terlihat mengangguk. " baiklah apa hanya Aria dan Florian? '' tanya Valera lagi.


" paman Malvin membawa paman Brandon dan Alland untuk mencari mereka, nenek '' ucap Evander lagi dan valera hanya diam terlihat memikirkan sesuatu. " Nenek bisakah aku mengetahui darimana Ryu berasal? '' ucap Evander melirik Valera sekilas.


" ada apa? kau merasa sesuatu yang lain? '' Pucung Valera lagi dan Evander diam tak menjawab. " ada apa Evan? kau tak mau membicarakan nya dengan ku? '' ucap Valera lagi.


" tidak aku hanya ingin tau saja '' ucap Evander lagi dan Valera terlihat menatap dalam Evander yang terus menatap kearah layar laptop yang sedang Thomas lakukan. " nenek jika ibuku bertanya padamu tolong kau jawab saja aku sedang ada urusan '' ucap Evander lagi dan lagi-lagi Valera terkekeh kecil.


" ibu dan ayah mu sudah tiba? '' tanya valera dan Evander mengangguk saja.


" mereka sedang berada di mansion nenek Gloria '' ucap Evander lagi dan Valera terlihat mengangguk saja lalu pemuda berpakaian Koboy itu berlaku pergi seraya menyelipkan sebuah senjata di balik pinggang nya. dapat Valera ketahui jika dibalik baju yang Evander kenakan terdapat banyak senjata didalam nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


huaaa owee telat lagi guys maaf yahh karena owe sibuk tapi sebisa mungkin owe akan up karena mengejar level guys.

__ADS_1


tetap like dan komen yah guys.


__ADS_2