King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* let's start


__ADS_3

Valera mendapatkan kabar dari Malvin jika Diandra ibunya akan menuju Paris untuk menemuinya seraya menjemput Elisya adiknya. Tentu saja hal itu membuat Valera tersenyum karena ia merasa lega jika Diandra berhasil diselamatkan.


Sedangkan di sisi lain Remigio dan Kenov di buat pusing karena pengiriman senjata ilegalnya tak sampai ke tangan sang pembeli dan hal itu membuat kerugian yang cukup fantastis untuk Remigio maupun Kenov.


" Sialan !! Siapa yang berani melakukan hal ini '' pekik Remigio marah dengan menggebrak meja hingga hiasan yang menjadi pajangan di meja kristal itu berserakan begitu saja.


" Tenanglah. Aku sudah mengirimkan anak buah ku untuk melacak keberadaan kapal itu, Apa kau tak ingat jika kapal itu telah memiliki sistem seperti alat pelacak. '' desis Kenov dan Remigio terdiam sesaat " Justru aku mencurigai mereka yang dikirim oleh Deniz '' Picing Kenov hingga sorot mata Remigio menajam menatap kearah Kenov.


" Apa maksud mu ! " kesal Remigio dengan bingung sekaligus heran dengan perkataan Kenov.


" Apa kau tak berfikir hal yang aneh Remi ? selama ini pengiriman selalu aman terkendali tapi semenjak Deniz memasukan lima anak buah nya, pengiriman kita kali ini gagal '' ucap Kenov dengan wajah serius dan senyum penuh misteri.


Deniz kemal salah satu sahabatnya itu telah mengirimkan lima anak buahnya untuk ikut mengamankan pengiriman persenjataan milik ORTAXS ke sebuah negara.


Kenov merasa curiga akan hal itu sedari awal karena saat semua anak buah dikumpulkan hanya lima orang yang tak hadir dan itu adalah anak buah milik Deniz kemal. Remigio memikirkan sesuatu yang masuk akal.


" Kau mencurigai nya Kenov ? '' tanya Remigio dan Kenov mengangguk tanpa ragu. Remigio sesaat memijat pelipisnya secara perlahan " temukan dengan segera keberadaan mereka. Aku rugi besar dalam hal ini '' geram Remigio dengan wajah memerah menahan amarahnya. '' dan satu hal lagi. Bawa kembali Silla bersamamu nanti jika kau akan berangkat menuju new Zealand '' lanjut Remigio hingga Kenov mengerutkan dahinya pelan. Silla ? Ada apa dengan wanita itu.


Remigio yang melihat raut wajah Kenov yang penasaran hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar. Silla memang tak salah tapi jika dibiarkan bersikap seenaknya maka akan terjadi peperangan dengan anak-anak nya kelak.


" Kau tak merasakan sesuatu dari dirinya Kenov ? '' tanya Remigio dan Kenov hanya diam.


" Entahlah. Tapi aku merasa jika akhir-akhir ini sikap nya berubah walaupun tak banyak. Seperti dia berani keluar tanpa ijin dari ku '' jelas Kenov lagi " sungguh aku tak tau jika ia akan datang ke mari '' lanjut Kenov lagi.


" sudahlah. Yang terpenting segera selesaikan urusan mu dan setelah itu bawa dia pergi bersamamu '' tegas Remigio hingga Kenov mendengus tak karuan karena merasa dirinya sedang di usir secara halus.


" Aku bukan baby sitter nya '' kesal Kenov dengan mata yang menatap tajam Remigio yang duduk berhadapan dengan nya. Remigio tak menghiraukan tatapan penuh kekesalan dari sahabatnya, ia hanya menatap layar ponselnya yang sedang berbalas pesan dengan sang istri.


*****


" Gabriel ada apa nak ? " tanya Zizi tiba-tiba saat Gabriel beranjak dari kursi nya dan hendak meninggalkan makan malam yang belum usai itu.

__ADS_1


Vyan dan Noe melirik kearah Gabriel yang langkahnya terhenti karena Zizi memanggilnya dan menghentikkan nya.


" Ada urusan yang harus aku selesaikan mom.'' ucap Gabriel dan Zizi mengerutkan dahinya merasa jika ucapan Gabriel sedang menyembunyikan sesuatu. Vyan menghentikan makan malamnya dan menatap tajam pada sang putra.


'' tidak bisakah kau menyelesaikan makan malam mu terlebih dahulu Gabriel '' tegas Vyan dan Gabriel melirik sekilas sang ayah yang sedang menatapnya tajam.


" Maaf dad, ini penting. Aku tak bisa menunda nya '' ucap Gabriel dengan segera pergi meninggalkan anggota keluarganya yang sedang makan malam. Vyan menatap putra pertamanya hingga menghilang dari pandangan nya.


Zizi hanya menghela nafasnya pelan dan mengusap lengan Vyan dengan lembut sedangkan Noe seakan tak peduli dan ia tetap melanjutkan makan malamnya hingga usai.


Didalam perjalanan Gabriel mengumpat dengan memukul keras setir kemudinya, dirinya mendapatkan kabar dari anak buahnya yang sedang melakukan pembangunan untuk markas miliknya jika ada pihak-pihak tertentu yang tak setuju dengan pembangunan tersebut.


Gabriel benar-benar marah saat mendapatkan kabar tersebut, dirinya sudah mengeluarkan dana yang cukup besar hanya untuk membangun tempat untuk para anak buahnya bernaung.


" Rupanya ada yang ingin bermain-main dengan ku " ucap Gabriel lagi. Mobil mewah milik Gabriel sudah berada di suatu tempat dimana lahan berukuran luas tersebut sudah ia beli dengan harga yang tinggi.


Gabriel bisa melihat jika para orang-orang nya sedang menunggu kedatanganya. Gabriel segera turun dengan angkuh aura kepemimpinan sangat terasa kental dalam diri seorang Gabriel Harson.


" siapa orangnya ? '' tanya Gabriel tanpa basa-basi menatap salah atau dari mereka.


" Maaf tuan muda. Orang itu adalah tuan Michael cucu dari salah satu rekan bisnis tuan besar Ramius. Dia membuat sedikit kekacauan dan meninggikan harga jual dari lahan yang telah tuan muda beli kepada pemilik sebelumnya. Tuan Michael juga menginginkan lahan ini untuk menjadi tempat salah satu bisnis nya.


Michael !! Tangan-tangan Gabriel benar-benar terkepal dengan sempurna, ini sudah perebutan namanya. Gabriel tak habis fikir mengapa Michael melakukan hal itu.


" Tetap lanjutkan pembangunan nya. Aku ingin secepatnya selesai. Tiga bulan !! ingat itu. Bahkan aku saja memfasilitasi semuanya dengan detail. Kalian hanya perlu mengurus nya tak perlu khawatir aku akan menemui Michael untuk membahas masalah ini. Berani nya dia !! '' tandas Gabriel dengan wajah memerah penuh amarah.


Para anak buah Gabriel yang sudah mendengar jika tuan mudanya sangat berbahaya bahkan mereka sempat mendengar jika tuan mudanya akan berubah layaknya lelaki psikopat jika terdesak. Mengerikan ? tentu saja.


Gabriel segera bergegas dari tempat itu dan iapun tak lupa menepatkan beberapa anak buah king di area pembangunan markas milik nya. Gabriel benar-benar memperhitungkan semuanya dengan mendetail.


Pada saat perjalanan menuju Markas utama sebuah mobil tampak mengikutinya dari arah belakang, Gabriel melirik sekilas dan tak menghiraukan nya kali ini mood nya benar-benar buruk. Gabriel semakin mempercepat laju kendaraannya.

__ADS_1


BRAKKKKKK


BHOMMM


Gabriel tersentak saat tiba-tiba mobilnya di hantam dari arah belakang, hingga hampir saja Gabriel kehilangan kendali pada kemudi setirnya.


" shitt !!. " umpat Gabriel marah. Sebuah mobil mencoba untuk menghantam kembali tapi dengan sigap Gabriel membanting kemudian setirnya ke arah kanan hingga tak terjadi hantaman itu. " siapa lagi ini !! " geram Gabriel dengan mengusap wajahnya kasar. " Aku tak ada waktu untuk melayani mu. Karena aku akan melakukan hal yang penting dari pada ini. " dengus Gabriel lagi.


DODODOR !!


Suara selongsong senjata api terdengar dan membuat mobil milik Gabriel terguncang. Gabriel benar-benar dibuat marah, untung saja mobil milik nya dilapisi anti peluru jadi Gabriel tidak akan panik dan tetap akan fokus pada kemudinya.


kecepatan mobil mewah milik Gabriel benar-benar patut diperhitungkan, Gabriel dengan cepat melaju tanpa ingin membalas tapi ia sudah mengingat mobil itu baik-baik.


" Kita akan bertemu di lain waktu. Semoga kau bisa menjaga kepalamu dengan baik " kesal Gabriel hingga ia telah memasuki kawasan markas king dan mobil asing itu sudah tak terlihat lagi. Gabriel tersenyum miring ia sudah menduganya jika mereka tak akan berani memasuki kandang mematikan dan lebih memilih menyerangnya di luar sana.


Gabriel dengan cepat keluar dari mobil miliknya. Alexander yang sedang duduk dengan Samuel di sebuah ruangan luas dengan di temani beberapa anak buah senior tingkat satu segera melihat Gabriel yang baru saja tiba.


" Kau disini ? " ucap Gabriel tiba-tiba melirik kearah Samuel yang sedang menumpukan satu kakinya dengan elegan.


Samuel mengangguk kecil menatap kearah Gabriel yang berwajah masam, Alexander menyipitkan maniknya seketika.


" Ada masalah ? '' datar Alexander kepada Gabriel.


'' hmm '' seru Gabriel singkat dengan menyandarkan tubuhnya di sofa dengan mata terpejam. Para anak buah king yang melihat itu hanya saling lirik saja.


" Gabriel ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan " ucap Samuel tiba-tiba hingga manik Gabriel yang terpejam seketika terbuka menatap Samuel dengan kesal " bisnis kita yang berada di Yunani mendapatkan masalah kecil. Ada yang menginginkan barang-barang itu dengan cara sampah. '' ucap Samuel kesal dan Gabriel memicingkan maniknya tajam.


" Ada apa lagi !! " kesal Gabriel dengan mata yang menyorot tajam kearah Samuel.


" bom-bom yang kita rakit beberapa tahun ini ada yang mengklaimnya milik mereka. '' ucap Samuel lagi hingga Gabriel terbelalak dengan lebar " Entah bagaimana itu bisa terjadi. Tapi aku tak terima jika hal itu terjadi kita sudah berusaha payah mengerjakan itu dengan pemikiran kita masing-masing tapi seenaknya mereka mengklaim jika hal itu miliknya. Menjijikan !! " desis Samuel lagi.

__ADS_1


Gabriel diam saja memikirkan perkataan Samuel yang benar-benar membuatnya geram sedangkan Alexander hanya berekspresi datar dengan menggoyangkan gelas wine yang berada di tangannya dengan sesekali menyesep secara perlahan seolah sedang menikmati setiap tetesan rasanya.


__ADS_2