
George benar-benar sulit untuk menemui istrinya yang berada di markas yang ditinggali oleh Vegas dan lainnya. Bahkan dua hari ini dirinya selalu mendapat penolakan dari Athena dan mau tak mau George harus kembali dengan senyum kecut.
Saat ini George masih sama menunggu disebuah pintu gerbang berwarna abu yang menjulang sangat tinggi. Sudah hampir dua jam dirinya menunggu dan anak buah Vegas tak bisa mengusir maupun melakukan lainnya, mereka hanya bisa menunggu perintah dari tuannya.
Namun tak lama pintu gerbang itu terbuka dan mereka membiarkan George masuk dan tentu saja lelaki bermanik biru itu tersenyum lebar. Vegas datang dan berjalan kearah George dengan menunduk sopan.
" Tuan anda di tunggu di ruang pribadi milik Queen '' ujar Vegas dan George mengangguk dengan cepat melangkah ke tempat yang dimaksud. Vegas menatap punggung George hingga menghilang dari pandangan.
Aku tak tau apa yang akan terjadi saat kau memutuskan untuk pergi athena. Suamimu pasti akan menggila setelah ini. Batin Vegas.
George membuka perlahan pintu besar berwarna putih itu, Medan pertama dirinya di sambut oleh aroma yang sangat dia rindukan. Sosok wanita cantik berambut panjang bergelombang itu sedang memunggunginya dan menikmati angin sepoi-sepoi yang menyapu lembut wajahnya.
" Aku merindukan mu sayang " ucap George tiba-tiba memeluk tubuh wanitanya dari arah belakang seraya menghirup dalam aroma harum dari rambut Athena.
Athena berbalik dan tersenyum lembut. Wajah Athena tampak segar walaupun terdapat sedikit lingkaran hitam dimatanya dimana membuat George mengerutkan maniknya sesaat.
" Apa kau tak tidur dengan baik sayang ? " ucap George terlihat cemas mengusap lembut pipi Athena dan menatap dalam manik hitam itu.
" Baik. Aku sangat baik kak " jawab Athena tersenyum. George sekali lagi memeluk erat tubuh Athena dan membawa kepala Athena untuk bersandar di dadanya yang bidang.
Athena terpejam dan menikmati aroma parfum suaminya, sangat menenangkan hingga membuat Athena rasanya ingin terus memeluk tubuh George.
" Ayo kita pulang sayang. Kau terlalu lama meninggalkan mansion. " ucap George tiba-tiba.
" Kak ayo kita bicara. " ucap Athena langsung tanpa ingin berbasi-basi.
" Ada apa? " bingung George.
" Aku akan pergi untuk sementara waktu dan aku harap kau mengijinkan nya " ucap Athena berbalik dan menatap kembali halaman yang berukuran sedang yang di tumbuhi bunga-bunga indah miliknya.
" Tidak! Aku tidak mengijinkan mu " ucap George dengan tegas. " Apa maksud mu Athena ? Kau ingin meninggalkan ku lagi ? " Picing George " Tidak! " lanjut George lagi.
__ADS_1
" Hanya sebentar kak. " Jawab Athena seadanya. George memicing dan menatap dalam istrinya. Ada apa? mengapa tiba-tiba Athena ingin pergi. Apa ini ada hubungannya dengan masakan tempo hari ? jika iya maka George akan meminta maaf beribu-ribu kali pada Athena. " Ini adalah hari terakhir kita bertemu disini. Besok pagi aku sudah tidak ada disini kak. Mari nikmati waktu bersama " pinta Athena lagi.
" Tidak! " pekik George lantang " Kau tidak akan pernah ku ijinkan untuk pergi athena. Jangan macam-macam! " sentak George mencoba mengendalikan emosinya saat ini.
" Kenapa? Aku pergi hanya sebentar kak? Lalu bagaimana dengan sikap mu kemarin padaku? Kau yang menjauhiku kak. Jangan lupa itu! " ucap Athena penuh peringatan.
GREPPP
" Jangan sayang. Jangan tinggalkan aku. Maaf.. sungguh aku minta maaf Athena. Jangan berpikir untuk pergi dari sisiku. Sungguh aku mencintaimu sangat mencintaimu! " ucap George dengan penuh ketegasan menatap dalam manik hitam itu hingga Athena balas menatap tanpa bersuara.
Athena tersenyum kecut mencoba untuk mencari sesuatu dalam manik itu. George sedikit mencengkram erat pundak Athena hingga istrinya itu sedikit meringis.
" maaf " ucap George lagi.
" Sudahlah yang lalu biarlah berlalu kak. Aku tidak ingin mengingatnya lagi. " ucap Athena terlihat kesal.
" Kemana ? " ucap George lagi.
" Kenapa? " tanya George seakan tidak puas dengan jawaban Athena.
" Ada sesuatu yang harus ku lakukan. Hanya itu " ucap Athena.
" Tidak bisakah aku ikut saja ? " pinta George dan Athena menggeleng tegas.
" Tidak kak. Jangan memaksa ku aku mohon dan aku berjanji akan pulang secepatnya " ucap Athena sedikit merengek membuat George merasa merindukan tingkah manja athena yang selalu membuatnya senang. " Kau bekerja dan tidak bisa meninggalkan perusahaan walaupun kak Malvin dapat diandalkan tapi tetap saja kau tidak bisa kak. " ucap Athena lagi dan George tidak menjawab hanya memeluk tubuh istrinya dengan memejamkan mata.
George tidak bodoh dirinya tidak bisa dibohongi dan George sangat tau jika saat ini Athena pun sedang menghindari dirinya. George meruntuki kebodohan dan kesalahan nya. Namun apa sikapnya salah beberapa jadi ini ? George hanya merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena tak bisa menjaga istrinya dari segala ancaman yang ada.
Akhinya pembicaraan itu berhenti hingga disini dan George tidak ingin melanjutkan nya lagi. Di dekap nya tubuh Athena tanpa ingin melepaskan nya dan Athena hanya diam tak ingin menolak karena saat ini dirinya sangat butuh pelukan George.
George memutuskan tak ingin pergi kemanapun selain berada di sisi Athena dan terus menatap wajah cantik itu yang mulai terlelap. Dadanya seketika bergemuruh saat tangan kekar nya mengelus lembut pipi hingga leher Athena.
__ADS_1
perkataan Athena yang baru saja terlontar masih saja berputar dalam ingatannya. Kemana Athena akan pergi namun george pun tak bisa memaksa Athena untuk memberitahukan nya.
Gold mansion.
kedatangan Vegas di mansion milik Valera membuat Kenneth dan Valera mengerutkan dahinya. Lelaki yang kerap dipanggil Vegas itu datang tak seperti biasanya.
Valera mempersilahkan Vegas untuk masuk dan membawanya ke ruangan tamu yang berada di lantai dasar yang sangat luas itu.
" Vegas ada apa? " ucap Valera penasaran sekaligus bingung. Vegas menatap wajah Valera dengan lekat dan menghembuskan nafasnya pelan.
" Maaf lady. Hanya saja aku akan menyampaikan jika Athena akan pergi esok hari ke suatu negara. " ucap Vegas dan Valera terlihat terkejut bukan main.
" Kemana? " Picing Valera.
" Aku tak tau pasti. Dirinya hanya menyebut jika ingin bertemu dengan teman yang sudah lama tak berjumpa. " ucap Vegas lagi namun Valera terlihat ragu dan menatap Vegas dalam diam.
" Kunjungan atau bagaimana ? " ucap Kenneth terlihat datar. Vegas melirik pemuda yang penuh dengan kharisma serta manik gelapnya sama persis dengan Athena.
" Sepertinya Athena akan tinggal cukup lama " ucap Vegas lagi " Tapi ini hanya perkiraan ku saja " lanjut Vegas lagi.
Valera dan Kenneth saling pandang satu sama lain. Jika Athena alam pergi mengapa Valera gak diberitahu sebelumnya. Bukannya sesuatu hal telah terjadi padanya ? Valera menatap penuh curiga pada sosok lelaki bertubuh jangkung itu.
Vegas yang ditatap selekat mungkin hanya bisa bersikap tenang dan santai wajahnya benar-benar datar tanpa Ekspresi. Setelah menyampaikan hal itu Vegas dengan cepat pamit dan pergi dari Gold Mansion karena urusan mendadak yang akan dirinya lakukan. Valera terlihat berpikir keras. Tekan lama? Valera segera menghubungi seseorang diseberang sana.
" Hai..Sangat lama kau tidak menghubungi ku! " ucap suara seorang wanita terdengar galak di pendengaran Valera.
" Ya maafkan aku, Bagaimana kabarmu ? " tanya Valera.
" Baik, Lalu bagaimana dengan mu ? ah sudah pasti baik bukan hahaha " terdengar gelak tawa disebrang sana hingga membuat Valera terkekeh.
" Ya terserah kau saja. Lalu bagaimana dengan putrimu? " Tanya Valera lagi.
__ADS_1
" gadis itu sungguh membuat kepalaku pusing setiap hari. Gadis itu benar-benar..ini semua gara-gara Dion yang selalu memanjakannya ! Frisca tumbuh menjadi gadis yang sangat arogan " ucap wanita itu lagi dan Valera tertawa Kali ini Dion Arsen !! Huh mengingat wajah lelaki itu rasanya Valera ingin tertawa terbahak-bahak. Hampir setengah jam mereka berbicara dan Valera mempunyai firasat jika Athena akan mendatangi Indonesia kali ini.