
George baru saja tiba saat mendengar kabar jika Athena dalam masalah. Dirinya bersama dengan Malvin terbang dari England menuju Perancis pada malam hari. Seperti saat ini dirinya sedang menatap sendu wanita yang terbaring lemah dengan wajah yang pucat.
Disisi kanan nya terdapat Remigio yang tampak enggan untuk berjauhan dengan putri kesayangannya. Nyonya sofhia dan tuan Ramius ikut berada di sana hanya Valera yang tidak terlihat di ruangan besar itu.
" Bagaimana keadaanya ? " ucap George membelai lembut pipi Athena.
" cukup buruk. Dia kelelahan bahkan banyak sekali luka di sekujur tubuhnya '' ucap Remigio lagi George mendudukkan dirinya di kursi berwarna biru khas rumah sakit, tangannya menggenggam erat tangan sang kekasih yang lemah itu.
Lama mencium punggung Athena. George merasakan pundak nya dipegang. Wajah yang sudah menua sedang tersenyum lembut maniknya menatap Athena dengan tatapan sendu dan terluka.
" Kenapa dia begitu keras kepala Oma. Dia benar-benar gadis yang seperti itu '' ucap George dengan manik yang masih mengunci pada wanita yang sedang terbaring lemah.
" Dia tak jauh berbeda dengan ibunya George. Athena masih muda dan tentu saja ia masih mudah terbawa emosi dengan sekitarnya tidak seperti ibunya yang menanggapi masalah dengan tenang. Walaupun begitu dia gadis yang tangguh '' ucap nyonya Sofhia dengan mengelus punggung kekar George.
Remigio larut dalam pikirannya, justru ia begitu memikirkan siapa orang yang berani-berani nya mengusik sang putri hingga menjadi seperti ini. Remigio mengepalkan tangannya erat maniknya yang hitam kelam itu menyorot tajam pada luka di tangan Athena.
Tak lama pintu ruang rawat Athena terbuka dan muncul Valera yang menenteng kantung kresek berukiran besar yang berisi cemilan dan sebagainya. George menoleh kearah Valera dan langsung berhamburan memeluk nya dengan erat Valera terkejut begitupun dengan yang lain.
" George " ucap Valera lembut dengan mengelus punggung kekar milik lelaki bermanik biru itu. George tampak memeluk nya dengan erat seakan Valera terasa terhimpit.
" Aku akan menikahinya. " ucap George tegas dan menatap wajah Valera lekat. " Aku akan menikahinya. '' ulang George lagi namun Valera diam bergeming dan menatap dalam manik sebiru lautan itu.
__ADS_1
" Tidak untuk sekarang '' ucap Remigio berkata begitu dingin tanpa ekspresi. George menoleh kearah Remigio dan memicingkan maniknya sesaat mencoba membaca raut wajah yang Remigio berikan. " putriku sedang tak sadarkan diri. Bagaimana mungkin kau ingin menikahinya '' lanjut Remigio lagi.
'' Aku tidak mengucapkan demikian. Namun aku akan tetap menikahinya '' saut George dengan tenang. Pada saat Remigio ingin bersuara kembali Valera dengan cepat memberikan kode untuk remigio tetap diam dan akhirnya Remigio mengangguk samar. Valera tersenyum menatap George yang sedang diliputi kekesalan akibat perkataan Remigio.
Valera terkekeh dan mengusap pipi George dengan lembut. Tatapan Valera yang penuh kelembutan membuat George ikut tersenyum lalu memeluk tubuh Valera dengan singkat.
" Aku tak akan mengecewakan nya. Aku berjanji. '' ucap George dengan serius dan Valera hanya mengangguk saja.
Hari itu ruangan Athena tampak didatangi para jajaran king bahkan Alland pun turut berada disana sehingga George hanya menatap tajam pada lelaki yang telah berani menyentuh bibir kekasihnya. Bagi George Alland tetap salah karena membalas ciuman yang Athena lakukan dan itu sungguh-sungguh tidak dibenarkan.
Kastil blue.
Bangunan yang diberi nama kastil blue ini adalah salah satu bangunan yang akan ditinggali para generasi king, pembangunan Kastil blue cukup memakan waktu yang sangat panjang, luasnya bangunan serta megahnya bangunan berwarna biru laut itu hampir menggunakan beratus-ratus orang untuk membangunnya. Rencananya pada generasi akan tinggal di kastil itu atas kesepakatan bersama.
" Aku senang karena kastil ini sudah selesai dibangun dan siap untuk ditempati. Aku sudah tidak sabar ingin tinggal disini " ucap Isabella dengan senang dan tersenyum manis menatap sekelilingnya dengan manik berbinar.
" Ya aku pun demikian " saut Aisley. " Kenneth bagaimana keadaan kak Athena kita belum sempat untuk menjenguknya " ucap Aisley lagi, Kenneth yang sedang memainkan ponselnya mendadak menatap kearah Aisley.
" Keadaanya tak baik-baik saja dokter mengatakan jika ia kelelahan kemungkinan dehidrasi atau sebagainya. " saut Kenneth dengan tenang dan Aisley hanya mengangguk kecil. " kabar ini sungguh buruk bukan ? beberapa diantara kita mengalami teror penyerangan, dan kali ini kasus kakak ku yang paling parah. Aku yakin jika di luar sana seseorang sedang menyusun sebuah rencana besar.
" Ya Alexa dan Alexandra ikut menjadi korban. Kemungkinan besar musuh ini adalah musuh dari masa lalu. " saut Maxim dan semua orang mengangguk membenarkan. " kita harus lebih waspada. " saut Maxim lagi dengan datar.
__ADS_1
" aunty Greta menghilang. Apa ini ada kaitannya dengan orang-orang yang menyerang kita." tanya Isabella lagi.
" sepertinya ia " ucap Samuel kini ikut bersuara setelah beberapa hari ia memilih diam setelah kejadian di markas utama. Bahkan Samuel tak mengunjungi rumah utamanya yang ditinggali oleh ayah serta ibunya.
" Aku sudah memberhentikan pembelian senjata-senjata yang berada di Jepang dan Yunani. " ucap Gabriel tiba-tiba dan semua orang melihat kearah pemuda yang berpakaian kasual itu. " untuk menghindari pihak musuh menggunakan senjata kita " lanjut Gabriel lagi seakan mengerti dengan tatapan semua orang yang menuju kearahnya.
" Ya kali ini aku setuju. " ucap Kenneth menanggapi.
Disisi lain, di tempat Elena dan Syina menjalankan misinya.
keesokan harinya Syina dan Elena memulai mencari Greta pada titik terakhir yang mereka temui. Sebuah pulau di perbatasan China kini keduanya berada. Syina dan Elena tak memberikan informasi ini kepada siapapun karena kedua wanita itu ingin fokus pada pencarian.
Elena dan Syina menutupi penampilannya sebagai seorang turis yang berkunjung bahkan Syina mengubah warna rambut nya menjadi coklat keemasan.
Elena hanya fokus pada tablet miliknya saja Mereka berhenti disebuah restoran siap saji yang menyediakan menu makanan berpariasi. tatapan beberapa pengunjung yang hadir restoran itu sungguh membuat Elena merasa tak nyaman karena harus di tatap lekat-lekat.
" Syina. Apa mereka benar-benar pengunjung restoran ini. Atau jangan-jangan..'' Tanya Elena menggantung saat melihat wajah seseorang yang pernah ia lihat beberapa tahun yang lalu maniknya terbelalak lebar " Jack '' gumam Elena dan Syina ikut menatap kearah pandang elena.
'' Jack " cicit Syina lagi. Kedua wanita itu benar-benar terkejut bukan main Jack salah satu orang kepercayaan milik Frazzes willyam namun Jack telah tewas pada beberapa tahun yang lalu saat pertempuran nya bersama dengan istri untuk menyerang sang lady dari king.
orang yang mirip Jack itu hanya melihat kearah Elena dan Syina dengan sekilas dan senyum tipis nya terbit begitu saja.
__ADS_1
" Elena bagaimana ini bisa terjadi. Jack sudah tewas tidak mungkin dia hidup kembali. Hugo ya Hugo aku harus menanyakan padanya apakah mayat Jack dulu menjadi santapan para hewan-hewan gila milik nya. '' gumam Syina dan Elena mengangguk saja.
Setelah Syina dan Elena menyelesaikan acara makannya. Mereka segera menuju ke sebuah hotel yang berada di kawasan penduduk untuk antisipasi adanya penyerangan pada kedua wanita itu. Kini jajaran king sedang di teror oleh penyerangan-penyerangan asing namun dampaknya cukup membuat semua orang geger dan lebih waspada lagi bahkan para anak-anak mereka ikut menjadi sasaran pihak asing untuk mencapai tujuannya.