
Athena hanya diam menyimak pembicaraan yang terjadi, namun dalam benaknya ibu beranak tiga itu sungguh penasaran dengan orang-orang yang bermarga Wang itu. Apa yang sebenarnya terjadi?.
" Alexa tidak kah kau ingin sedikit berbincang tentang hal ini? " tanya valera seraya melirik wanita berambut panjang dengan riasan tegas dan pewarna bibir berwarna ungu. Ya Alexa kini bisa berdamai dengan keadaan tapi tidak dengan kedua putra kembarnya.
" Haruskah? " jawab Alexa tenang.
" Mereka harus mengetahui sedikit cerita ini " jawab Valera lagi.
" Pernah dengar cerita kuno? " ucap Alexa sedikit menghembuskan nafasnya pelan seraya menerawang kejadian lalu yang telah di lalui nya. " Anggap saja ini hanya sebuah dongeng belaka. Aku pernah bertemu seseorang saat aku diasingkan di negara lain " imbuh Alexa dengan senyum getir diwajahnya. " Kala itu adalah hari-hari terberat ku sebagai seorang wanita hamil tanpa adanya dukungan keluarga bahkan seorang suami " ucap Alexa lagi dengan memandang wajah kedua putranya yang menunduk dalam diam seraya mengepalkan kedua tangan nya erat. " Untung saja kala itu ada seseorang yang menemani hari-hariku hingga kedua putra ku lahir. Entah ini takdir atau apa aku pun tak tau. Seseorang itu mengelus perutku lalu berkata " Akan lahir kembali para penerus dari para penguasa hebat di masa mendatang." Ucap Alexa lagi yang kini manik nya menatap ke arah Gabriel yang ikut menatap nya. " Dimana mereka akan di uji oleh banyak apa yang namanya pertentangan. ..
" Apa yang sebenarnya ingin kau katakan mom? " ucap tiba-tiba Mike memotong perkataan Ibunya dengan cepat hingga tatapan Alexa tertuju kearahnya.
" Lalu bagaimana jika mommy katakan jika dongeng itu adalah tentang kalian! Tentang para penerus generasi ketiga King!. " Tajam Alexa hingga Mike mengerutkan dahinya pelan. " Tidak kah kau tau jika ibumu terlahir di lingkungan apa? Tidak kah kau mengerti apa itu King? " ucap Alexa lagi. " Bibi seperti nya kedua putraku tak akan memahaminya begitupun yang lain! Bagaimana jika aku datangkan seseorang untuk menjelaskan semuanya. " ucap Alexa menatap kearah Valera.
" Siapa? " jawab Valera cepat.
" Aku akan membawanya nanti " ucap Alexa hingga Valera diam namun mengangguk samar. " intinya ini tentang takdir kalian. Kalian para generasi ketiga king. " ucap Alexa lagi.
__ADS_1
" Kami? " ucap Aria Banonza selaku putri dari Aisley dan Daniel. " sungguh aku tak mengerti " ucap Aria lagi.
" Kau akan segera mengerti nanti Aria " ucap Alexa tersenyum lembut.
" Apa ini ada kaitan nya dengan orang bermarga Wang? " tebak Ezio dengan tenang. Alexa tersenyum kecil begitupun dengan Valera. " Apa mereka berbahaya? " tanya Ezio lagi namun baik Alexa dan Valera hanya menggeleng samar seolah menandakan jika pertanyaan Ezio itu masih belum memiliki jawaban yang baik.
Titttt
Semua orang terkejut dan segera menatap kearah layar monitor pribadi milik sang Lady. Valera dengan cepat menekan tombol hijau dan dengan cepat tampilan layar timbul seketika.
" Ada apa? " tanya Valera saat visual seseorang muncul di sana.
" Pantau mereka dan pastikan kalian membawa Lucy kembali " ucap Valera lagi hingga sambungan yang terhubung itu terputus. Valera melirik kearah Gabriel yang hendak pergi begitu pun dengan Zizi. " Lucy akan baik-baik saja " ucap Valera lagi.
" Lalu bagaimana jika putriku.. " ucapan Gabriel terhenti saat manik ibunya seolah mengatakan tidak. Mike dan Mikael menarik sudut bibirnya tipis dengan tatapan lekat ke arah Gabriel.
Akhirnya Gabriel duduk kembali dengan tenang walaupun hatinya sedang gundah karena memikirkan keadaan putrinya yang sedang dalam bahaya.
__ADS_1
" Oh Lihatlah!! " pekik Aslan tiba-tiba mengejutkan semua orang yang disana. " Lucy berhasil membunuh beberapa orang. Wah tak ku sangka jika Lucy mampu membunuh sebagai pertahanan diri sebelum bantuan datang. " ucap Aslan terlihat senang dengan perubahan Lucy saat ini.
" Kau mengetahuinya dari mana? " picing Gabriel. Aslan yang di tatap seperti sontak terkekeh kecil dibuatnya.
" Paman maaf jika aku lancang. Hanya saja ini sebagai artisipasi saja. Aku tidak bermaksud lain " imbuh Aslan terlihat berani dan tak ragu.
" Kau mengintip " ucap Dyora lagi hingga tawa serena dan Larissa terdengar renyah. " Kau tenang saja Mike! Adik mu baik-baik saja " ucap Dyora lagi.
" Aku tidak perduli dengan nya! " ucap Mike dengan nada dingin begitupun dengan Mikael yang tersenyum remeh menatap kearah sang ayah yang sedang ikut menatapnya. " Jadi Wang? Baiklah aku mengerti mom. Kau ingin kami berhati-hati bukan? Ramalan dan takdir hmm sepertinya menarik. Seperti Larissa dan Xavier wang. Lalu Florian yang bertemu dengan Xenya? Lalu masih ada Aria dan Dyora yang sudah bertemu dengan para keturunan Oglo " ucap Mike lagi
" Darimana kau mengetahuinya Mike? " ucap Alexa terkejut karena Mike membicarakan tentang Oglo.
" Kau terlalu meremehkan putra mu ini mom. Kau tenang saja aku selalu berhati-hati. Jika tidak ada yang dibicarakan lagi kami pergi.. Dan nenek jangan khawatir aku dan Mikael akan berkunjung akhir pekan untuk membicarakan sesuatu dengan mu " ucap Mike dengan menatap kearah Valera hingga sang pemimpin King itu hanya bisa mengangguk kecil.
Kedua putra Alexa itu benar-benar tak perduli dengan Lucy selaku saudari berbeda ibu itu. Bahkan Mereka tak perduli dengan keadaan yang sedang terjadi.
Zizi, Elena dan juga Ed hanya menatap sendu kearah kedua nya dimana Mike maupun Mikael benar-benar membangun benteng pembatas yang kejam. Hanya kepada Valera dan para saudara lainnya mereka akan sedikit terbuka.
__ADS_1
" Baiklah biarkan mereka pergi! Aku percaya dengan kedua nya." ucap Valera tenang. " Jadi Oglo? Aku pernah mendengar nama itu " gumam Valera lagi menerawang jauh ke depan hingga dirinya memejamkan mata secara perlahan untuk sekedar menenangkan diri.