King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Membangunkan sisi iblis


__ADS_3

Asyur sudah menyebarkan para anak buahnya untuk mencari istri dan putrinya, Asyur tak melihat keberadaan Malvin semenjak kejadian malam itu.


Asyur sudah meretas cctv yang disabotase oleh seseorang, dan ternyata memang benar jika istri dan anaknya diculik seseorang, tapi Asyur tak ingin gegabah ia pun masih belum tau siapa musuh nya kali ini.


" Tuan, aku mendapatkan kabar jika ada sebuah helikopter pribadi meninggalkan turki kemarin malam bertepatan dengan hilangnya nyonya Diandra dan juga nona Elisya tuan '' ucap seorang lelaki yang berusia tak jauh dengan Asyur.


" Lalu ? " dingin Asyur


" sejauh ini hasil yang aku dapatkan mereka menuju Paris tuan " ucap lelaki itu dan Asyur mengeryitkan dahinya pelan, Paris ?


" lakukan penelusuran, aku ingin mereka ditemukan secepatnya '' ucap Asyur dan lelaki itu mengangguk pasti dan kemudian ia berlalu pergi dari ruangan tuannya.


Asyur menatap patung orang-orangan dengan tajam dan tangan yang terkepal, dirinya sudah lama tak membunuh orang tapi kali ini ia akan melanggar janji yang telah ia buat kepada istrinya saat akan menikahi Diandra dulu.


DODODODOR !!


bidikannya masih tetap sama, tepat dan pasti Asyur menggeram marah saat ini, jika ia sudah berhasil menemukan pelakunya maka Asyur tak akan pernah melepaskan nya.


Sedangkan disisi lain Malvin beserta anak buahnya sudah kembali ke Paris tanpa sepengetahuan Asyur tentunya. Anak buahnya sudah menemukan keberadaan sang adik tapi tidak untuk keberadaan ibunya.


Mobil mewah milik nya kini menuju sebuah kota yang cukup jauh dan terpencil, Malvin sudah menyiapkan segala persenjataan nya dan peralatan lainnya untuk berjaga-jaga.


Chaiden satu nama yang terlintas dalam benaknya adalah lelaki itu, Malvin sangat yakin jika ini semua ulah Chaiden, lelaki yang masih terobsesi dengan ibunya hingga saat ini.


" Awas saja jika aku bertemu dengan mu, dan kau terbukti yang melakukan semua ini maka aku tak akan segan untuk menembak kepala mu hingga seluruh isinya hancur dengan mudah '' ucap Malvin menggeram marah dengan sorot mata yang sangat tajam.


******

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan kepada putriku brengsek !! " Raung Diandra saat ia diperlihatkan sebuah tayangan Vidio dimana putrinya disekap dengan keadaan terikat dan bahkan Elisya masih memakai baju yang sama.


Chaiden hanya diam tanpa ekspresi menatap Diandra yang terus meraung dan berkata kasar pada dirinya.


" Lepaskan putriku Chaiden !! untuk apa kau melakukan semua ini " ucap Diandra akhirnya melemah setelah melihat kondisi Elisya yang tak baik-baik saja.


" Kau lihat bukan ? Aku masih bisa berbuat seperti dulu lagi jika aku mau Diandra. Seharusnya kau mengandung anak-anak ku saja bukan anak dari pria lain " ucap Chaiden dengan pelan dan Diandra membelalakkan matanya selebar mungkin.


" Kau gila Chaiden !! kau memang benar-benar gila " teriak Diandra lantang dengan derai air mata yang mengalir deras di pipinya kini, ingatan masa lalu saat dirinya menjalin kasih dengan Chaiden terngiang kembali di ingatan.


Dimana dulunya Diandra dan Chaiden saling mencintai satu sama lain, akan tetapi sikap tempramental Chaiden membuat Diandra berontak dan pergi dari sisinya secara diam-diam.


" Apa kau ingat, apa yang telah kau lakukan terhadapku dulu ? dimana sikap kasar mu kau tunjukkan padaku ? dimana aku kau pukuli, kau siksa dan kau jadikan bahan pelampiasan setiap amarah mu Chaiden !! apa kau ingat itu '' teriak lantang Diandra dan Chaiden diam saja mengingat masa-masa itu kembali.


Diandra berkata benar, dirinya memang brengsek dan lelaki kasar pada saat itu, Diandra adalah gadis lugu dan polos tapi Chaiden mengubah seluruh hidupnya.


" Kau yang membuat aku pergi dari sisimu Chaiden. Kau yang membuat aku membunuh cintaku untuk mu.. Kau lah yang membuat itu semua " pekik Diandra lagi.


Diandra melempar semua alat-alat yang berada di atas meja rias hingga hancur dan pecah berantakan, Chaiden membiarkan itu semua terjadi.


GREPPP


" lepas brengsek !! kau tak layak menyentuhku, aku sudah bersuami Chaiden !! " berontak Diandra dengan melepaskan paksa tubuh Chaiden untuk menjauh


" AGHHH !!!! tidak bisakah kau menyebut lelaki lain dihadapan ku Diandra !! Aku tak peduli jika kau telah bersuami, kau hanya milik ku sedari dulu kau hanya milikku. '' teriak Chaiden marah hingga Diandra diam mematung dan terlihat ketakutan hingga tubuhnya gemetar tak karuan " kedua anak mu harus mati Diandra !! kau hanya boleh mengandung dan membesarkan anak-anak ku saja " tegas Chaiden dan Diandra sontak melangkah mundur dengan ketakutan.


" Kau gila !! kau gila '' ucap Diandra dengan menggeleng lemah, Chaiden memeluk tubuh Diandra dengan lembut dan Diandra semakin katakutan dibuatnya " jangan lakukan itu Chaiden ku mohon " lirih Diandra.

__ADS_1


" jadilah wanita yang penurut Diandra. '' ucap lirih Chaiden dan Diandra hanya diam tanpa bisa berkata apa-apa.


dekapan Chaiden semakin mengungkung tubuhnya kini, Diandra bisa merasakan detak jantung Chaiden yang berdebar-debar, sekali lagi Diandra memberontak tapi Chaiden tak memberikan ruang gerak yang bebas untuk Diandra.


Chaiden mencoba memeluknya lebih dalam lagi membalikkan tubuh Diandra hingga manik mereka bertemu satu sama lain, air mata Diandra mengalir deras dari sudut matanya.


" jangan menangis Diandra. '' ucap Chaiden lagi tapi justru Diandra semakin menangis dengan mata yang tertutup rapat, tak tahan dengan suara isakan itu Chaiden justru mencium paksa bibir Diandra.


Diandra terkejut dan memberontak sekali lagi tapi tenaganya kalah saat ini, Chaiden justru semakin menggila dengan mencium bibir Diandra secara terburu-buru.


" jangan lakukan itu Chaiden " lirih Diandra saat tautan bibir mereka terlepas dan Chaiden hanya tersenyum miring mendengar kan nya lalu Chaiden meninggalkan Diandra sendiri di ruangan mewah itu.


******


BRAKKKKKK


Malvin dan beberapa anak buahnya baru saja tiba disebuah lokasi yang diyakini tempat Elisya di sekap.


sebuah hunian sederhana yang terlihat terawat rapi, Malvin menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan sang adik.


aneh hunian itu tidak ada tanda-tanda kehidupan tapi Malvin yakin jika sinyal milik Elisya berada disini, Malvin menelusuri hunian tersebut dengan hati-hati.


" tuan, hunian ini kosong '' ucap anak buah Malvin dan Malvin hanya diam saja tapi maniknya menatap sekeliling dengan tajam.


" tuan.. aku menemukan ini " ucap seseorang berlari dari arah samping kiri Malvin. Sebuah kalung berlian yang ditanam chip kecil milik Elisya ditinggalkan begitu saja dihunan tersebut.


Malvin menggeram marah dengan mengepalkan tangannya erat, ini sebuah permainan dan mereka sedang bermain-main.

__ADS_1


" ledakkan tempat ini tanpa sisa '' ucap Malvin tegas dan dingin lalu berlalu dari tempat itu, hingga langkah Malvin terhenti saat mendengar sebuah ledakan hebat dari arah belakang, senyum menyeringai terpaut disana.


Jangan membangunkan singa yang sedang tertidur. Batin Malvin


__ADS_2