King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* semakin asyik.


__ADS_3

Kabar buruk mengenai Athena begitu cepat menyebar dikalangan keluarga maupun kolega bisnis George maupun Remigio dan valera. George tentu saja marah karena berita ini bocor begitu saja oleh oknum yang tak bertanggung jawab.


George merasa sedikit lega setelah memberikan penyiksaan pada Silla dan karen. Namun tetap saja kehilangan calon anak nya begitu membuat dirinya merasa sedih terlebih janin itu belum diketahui keberadaan nya oleh semua keluarga.


" Lebih baik kau pantau kondisi Athena didalam sana. Biar aku yang menyelesaikan kekacauan yang terjadi '' ucap Malvin seraya menepuk bahu kekar George, " dan satu lagi pencarian terhadap keluarga Gevariel biar aku saja yang mengambil alih nya bersama dengan anak buah ku " ucap Malvin lagi tersenyum tipis.


" Ya terimakasih. Bagaimana keadaan Madeline ? apa dia baik-baik saja. '' ucap George dan Malvin terkekeh kecil dibuat nya.


" Ya dia baik-baik saja. Rupanya Blue mansion benar-benar tak diketahui oleh siapapun bahkan jejak dan petanya tak ada sama sekali di radar satelit manapun. '' canda Malvin dan George mengangguk saja lalu detik kemudian George memilih untuk masuk kembali dimana kini Athena masih belum sadarkan diri.


Disana tampak valera dan Remigio duduk seraya memikirkan sesuatu dalam benak nya, tampak Kenneth dan juga Elisya serta Isabella, Aisley dan Alexa turut berada disana. George memilih duduk di kursi single tepat tangan kiri Athena di infus.


" Sayang tidak kah kau ingin bangun hmmm ? " ucap lirih George seraya menatap wajah damai Athena yang terlelap " Kau sungguh nakal sayang, bukan nya aku sudah memberitahumu jika kau dilarang untuk terluka, tapi kini.. '' ucapan George terhenti saat jemari lentik nan putih itu bergerak secara perlahan. " Athena.. " gumam George menggenggam lembut tangan Athena.


" Ha...haus '' ucapan pelan Athena membuat semua orang merasa lega. Remigio dengan cepat mengambil botol mineral dan menaikkan ranjang rumah sakit agar Athena dapat meminum air putih yang telah tersedia.


Valera dengan tergesa memencet tombol berwarna merah bertujuan untuk memanggil dokter agar segera memeriksa keadaan putrinya, yang baru saja tersadar itu. Tak lama seorang dokter wanita datang dengan langkah tergesa diikuti empat orang perawat di belakang nya.


Tampak George terus menggenggam erat tangan sang istri hingga Athena tersenyum tipis dibuatnya sedangkan Valera dan Remigio selaku orang tua berharap yang terbaik untuk putrinya.


" Tidak ada hak yang serius hanya saja nona Athena harus banyak beristirahat usai pendarahan yang menyebabkan janin nya keguguran " ucap dokter itu hingga Athena mengerutkan dahinya pelan.


" Ralat perkataan mu dokter. Wanita ini istriku bukan seorang gadis lagi '' dingin George hingga dokter dan para perawat mendadak gugup bukan main. " Terimakasih " ucap George lagi seraya memberikan kode untuk dokter dan para perawat itu keluar namun belum juga mereka hilang dari pandangan Athena memanggil dokter itu dengan nada yang dingin.


" Apa maksud mu keguguran ? " ucapan Athena begitu menusuk di pendengaran.


" Sayang.. '' ucap Valera tersenyum manis pada putrinya itu namun Athena justru menatap tajam.


" Mom.. " ucap Athena dengan suara yang penuh penekanan '' Aku bukan orang bodoh, katakan yang sebenarnya walaupun itu menyakitkan '' ucap Athena dengan nada rendah. George diam namun manik nya terus menatap Athena yang tampak gelisah menunggu jawaban yang sebenarnya. Valera dan Remigio saling lirik satu sama lain seperti belum siap untuk memberitahu kabar buruk ini terlebih Athena baru saja sadar. " Keguguran ? Apa sebelumnya aku mengandung mom '' perkataan Athena turun begitu saja dengan manik menatap lurus kedepan.


" Sayang semuanya akan baik-baik saja '' ucap Remigio mengelus Surai Athena dengan lembut. Semua orang yang berada di ruangan itu hanya bisa diam tak berbicara. Namun pada akhinya George menjelaskan semuanya pada sang istri hingga Athena syok bukan main, tak ada air mata yang mengalir dari matanya justru kini Athena semakin dendam pada Silla dan karen yang telah menyebabkan dirinya kehilangan calon anak nya.

__ADS_1


'' Aku mengerti. '' ucap Athena dengan tersenyum '' Mungkin ini takdir ku '' lirih Athena lagi dengan pandangan yang menunduk, George mengelus lembut pucuk kepala Athena dengan tersenyum getir. Bukan hanya istrinya yang merasakan kehilangan namun juga dirinya George merasa yang paling terpukul karena gan bisa menjaga istri dan juga calon anak nya.


******


Disebuah ruangan beberapa orang lelaki terlihat berkumpul menjadi satu dengan ditemani beberapa botol wine yang dihidangkan diatas meja, tatapan manik mereka sama-sama tajam dan saling mengunci satu sama lain.


" Kedua wanita gila itu sama-sama gagal. Hehhh.. dasar wanita yang menyusahkan " ucap seorang lelaki berpakaian formal berwarna navy gayanya terlihat sangat tenang.


" Lalu rencana apa yang akan kita lakukan. Mengingat kedua umpan kita telah tertangkap '' ucap seorang lelaki menyeringai penuh arti.


" Tentu saja kita akan hancurkan mereka satu persatu. Mengingat King sangat banyak kita tak boleh lengah maupun salah perhitungan. '' ucap seorang lelaki yang sudah terlihat tua namun tampak gagah.


BRAKKKK


" Tuan..mereka datang menghancurkan dan membunuh sebagian dari kami '' ucap seorang pria yang datang dengan wajah panik.


" BICARALAH YANG JELAS! '' Pekik seorang lelaki yang usianya nampak lebih tua namun sepertinya ia terlihat dihormati oleh beberapa orang yang hadir disana.


Namun belum juga lelaki itu berbicara nampak terdengar suara ledakan serta tembakkan diluar sana yang membuat semua orang terperanjat kaget bukan main, bahkan mereka segera menyiagakan senjata nya masing-masing.


" Sialan!! siapa sebenarnya mereka itu huh!! '' pekik nya marah.


" Para tuan muda king, salah satunya putra Elena dan Ed. '' ucap nya lagi. Tentu saja hal itu membuat mereka terkejut bukan main tapi beberapa orang terlihat tak siap alam serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh para tuan muda king.


DODODOR !!


PRANGGG


" Pergi dari sini, belum saat nya kita menampakkan diri, daripada kita semua mati dengan konyol. Mereka monster kecil yang didik oleh Zizi dengan begitu epik '' ucap seorang wanita yang tak lain Starla. Mereka akhirnya mengangguk membenarkan ucapan Starla.


KLEKKK

__ADS_1


" Oh shitt!! cepat '' pekik Starla menatap sekumpulan kelompok nya dengan panik seketika mereka berlari dengan tergesa bahkan seorang lelaki tua harus di papan oleh kedua asisten nya.


DODODOR


DODODODOR !!


" Hancurkan dan cari para kecoa itu! '' lantang Gabriel dengan berapi-api seraya menggenggam erat pistol kebanggaan nya itu.


rupanya hunian besar ini tak begitu banyak dihuni manusia, Maxim dan Alexandrea seperti berlomba-lomba membunuh para kelompok asing itu dengan tangan nya. Bahkan mereka terlihat bak dewa pencabut nyawa tak tak berbekas kasih.


KRIKKKK


'' Tuan muda tidak ada orang disini, '' seru anak buah Gabriel. Namun tiba-tiba pandangan mereka menatap sebuah objek tak biasa, hingga suara deru mobil terdengar begitu dengan jelas.


" Kejar!! " lantang Maxim seraya berlari kencang menuju kendaraan canggihnya. Seketika beberapa anak buah mereka mengikuti Maxim untuk mengejar para penghuni bangunan yang melarikan diri layaknya pengecut.


Alexandrea tak ingin kedatangannya sia-sia ia tersenyum menyeringai saat benda-benda yang berada di dalam tas nya hendak ia gunakan.


" Lakukan waktu mu dengan baik Alex. " seru Gabriel yang sudah paham dengan tabiat kakak Alexa itu.


" Sure " seringai Alexandrea muncul lalu berjalan begitu cepat menempelkan sesuatu disetiap sudut bangunan.


Sedangkan ditempat lain Maxim beserta sebagian anak buah nya mengejar para pengecut itu hingga merosok kedalam hutan yang lebat. Maxim tak mau kehilangan target nya hingga ia melepaskan peluru miliknya kearah mobil yang berjarak sedang.


DODODOR


" Buru dan jangan biarkan mereka lolos !! " pekik Maxim begitu bersemangat. Rupanya para pengecut itu memilih berpencar tak tentu arah berupaya untuk mengecoh agar para pihak king tak dapat mengejar namun mereka salah Maxim yang sudah mengetahui hal itu akan terjadi semakin beringas dan memberikan kode kepada anak buahnya untuk segera melakukan protokol ke dua.


" Lemparkan! " pekik Gabriel yang tiba-tiba berada di belakang dengan kendaraan milik nya bersama dengan Alexandrea yang mengemudi.


GLUNDUNGGG

__ADS_1


SWINGGG


DUARRRR


__ADS_2