King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Missi Greta 2


__ADS_3

Dua hari telah berlalu sudah Elena dan Syina terus fokus menatap pergerakan seseorang di dalam tablet miliknya. Apalagi satelit milik sang lady muncul kata-kata yang berbentuk sandi rahasia. Valera yakin jika Greta sedang dalam keadaan bahaya.


" Elena. Kita harus berhati-hati menghadapi orang ini. Sungguh ini sangat rumit. Kepalaku rasa nya hampir mau pecah " gerutu Syina dan Elena terkekeh kecil.


" hmmm akupun demikian. Tapi siapa kira-kira orang yang sedang kita hadapi. Aku merasa ia tak sendiri, dan aku yakin penyerangan yang dialami akhir-akhir ini ada kaitannya dengan Greta yang menghilang atau bisa saja orang itu adalah orang sama '' alibi Elena makin meluas. Beberapa kejadian yang dialami oleh orang-orang nya sungguh menjadi kepingan puzzle. Elena mencoba mengingat musuh-musuh yang telah kehilangan nyawanya ditangan Wanita penguasa king itu. Bahkan wajah Jack seketika terlintas begitu saja di kepala Elena. " Jack. Apa mungkin Jack hidup kembali setelah kepalanya terpenggal ? ohh tidak-tidak atau kemungkinan Jack mempunyai kembar ? '' gumam Elena lagi.


" Kembar ? apa benar Jack mempunyai kembaran " gumam Syina '' ahh sial kepala ku justru berdenyut memikirkan wajah Jack sialan itu " umpat Syina kesal dan langsung melemparkan tablet kearah ranjang. Elena terkekeh melihat kelakuan Syina.


" Kita akan bergerak malam hari Syina. Persiapkan semuanya. '' ucap Elena lagi dan Syina hanya mengangguk kecil.


Kedua wanita itu benar-benar melakukan sebuah misi yang terbilang dengan cara sembunyi-sembunyi. Kepergian mereka hanya diketahui oleh beberapa orang saja karena menurut Syina lebih baik tak banyak yang tahu akan misi terselubung ini.


Waktu menunjukkan jam delapan malam. Elena memilih waktu yang menurutnya paling tepat hanya untuk sebuah pengintaian. Elena telah menandai sebuah pulau, rumah bahkan rute yang diyakini keberadaan Greta dari sandi rahasia yang Valera kirimkan.


Perjalan pertama menggunakan sebuah mobil pribadi yang telah Elena sewa sebelum nya. Jarak yang harus ditempuh kurang lebih dua jam, bahkan sebuah sekoci milik seseorang telah menunggu kedatangan Syina dan Elena.


Selama perjalanan Syina menghabiskan waktunya pada sebuah benda pipih yang terus menyala dengan berbagai macam latar yang sangat rumit. Mereka pun harus selalu terhubung dengan satelit milik sang Lady untuk berjaga-jaga.


" Ckckck. perkiraan mu sungguh tepat Elena. Kita hanya memakan waktu dua jam saja. Aku pikir perkiraan mu akan melengkapi tapi ternyata tidak. '' kekeh Syina terkesan mengejek. Elena mendelik malas menatap Syina disamping nya.


Masing-masing dari mereka membawa tas ransel di punggung. Bahkan beberapa senjata sangat lengkap dibawa oleh kedua nya. Mereka berjalan menyusuri jalan yang gelap hanya sebuah senter minimalis yang berada ditangan Syina untuk menerangi jalan mereka.


pwittttt


Elena dan Syina sama-sama menoleh kearah sumber suara keduanya mendadak siaga dan waspada. lagi-lagi suara itu terdengar sangat aneh.

__ADS_1


" Elena. sebaiknya kita harus cepat. " bisik Syina dan Elena mengangguk Lalu mengirim pesan pada seseorang jika mereka telah tiba di tempat yang telah disetujui. Lama menunggu akhirnya Elena mendapatkan sebuah pesan singkat untuk mengikuti jalan disisi timur yang terdapat sebuah batu dengan tulisan rumus rahasia. Syina mengerutkan dahinya sesaat namun ia cukup mengerti arti dari rumus tersebut yang menandakan jangan ada yang memasuki jalan ini. " Elena apa kau yakin ? " Picing Syina dan Elena mengangguk saja.


" Jika kau ragu. Maka kita akan berjalan bersama-sama. Jangan lupa kan senjata mu " ucap Elena dan Syina hanya menggerutu tak jelas tapi tangannya meraba sebuah belati kesayangannya yang terselip di paha kiri milik nya. Kedua wanita itu berjalan dengan menggenggam senjata nya masing-masing angin malam semakin berhembus dengan dingin bahkan baju yang dikenakan oleh keduanya masih bisa mereka rasakan dingin nya angin malam yang menusuk tulang.


Jalanan yang sempit dengan ilalang yang tumbuh bebas disisi kiri dan kanan membuat perjalanan mereka semakin mencekam. Elena dan Syina tak berani melakukan hal yang mencolok untuk mempersulit perjalan mereka.


manik tajam Syina melihat sebuah sekoci di depan sana dengan beberapa orang yang tertangkap penglihatannya. Sebenarnya siapa orang yang diminta pertolongan oleh Elena kenapa dia tidak tahu.


" Akhirnya kau tiba Elena " ucap seorang wanita berpakaian rapi berbahan karet seperti anti api. Syina memicing manik nya yang tajam. " Sekoci mu sudah siap. Apa kita akan pergi sekarang juga " tanya wanita itu.


" Ya kita harus pergi sekarang. Jangan memakan waktu terlalu lama. Karena aku tak suka lelet " ketus Elena dan wanita itu terkekeh kecil.


" kau meminta pertolongan dengan ku namun kau berbicara ketus " saut wanita itu dengan menggerutu. Elena diam saja begitupun dengan Syina. " Hai kau pasti Syina bukan ? perkenalkan aku Melani " ucap wanita itu ramah dan Syina hanya mengangguk kecil dengan tersenyum tipis.


Ketiga wanita itu mulai memasuki sebuah sekoci yang berukuran sedang dan bisa menampung seratus orang didalamnya. Syina melihat sekelilingnya, ini sebuah dermaga yang terlihat jelek dan hampir dipenuhi sampah, Syina dibuat geleng-geleng kepala akan ide dari Elena.


" Merunduk!! " pekik Melani membuat Elena dan Syina terkejut namun mereka tetap merunduk dengan dada yang berdegup kencang. Melani menyiagakan senjatanya membuat Syina dan Elena cepat akan respon wanita berambut blonde itu.


" suara apa itu ? '' ucap Syina dengan penuh rasa penasaran.


" Kelompok hitam " ucap Melani " mereka sekelompok orang-orang aneh menurutku. mereka juga mafia namun cara dan tingkah mereka sungguh aneh " lanjut Melani lagi hingga membuat kedua wanita disisi nya menautkan alisnya dengan pemikirannya masing-masing.


Pwittttt


suara itu kembali terdengar namun lebih dekat dan jelas. Seorang lelaki merangkak maju mendekat kearah Melani.

__ADS_1


" Nona aku rasa mereka berada di hutan Timur. Kita akan terlihat oleh mereka jika berada di sini " ucap seseorang dengan panik hingga Melani melihat kearah depan dengan tajam.


" Go !! " ucap Melani lagi. Elena dan Syina dengan cepat bangkit dan mengikuti Melani yang berlari kesebuah pohon yang mempunyai batang bercabang.


KREKKK


" oh " kejut Elena dan Syina. Sebuah pintu yang ditumbuhi lumut lebat seakan berkamuflase Melani segera menarik Elena dan Syina masuk kedalam saat ia melihat sebuah cahaya yang menyorot cepat.


" sepertinya ada yang mengetahui rencana kita. Namun apa benar ? Selama aku menyeludupkan barang melalui jalur ini semuanya aman-aman saja. " gumam Melani lagi. " apakah selama kalian berjalan kemari mendengar suara tadi ? " tanya Melani penasaran. Elena dan Syina mengangguk cepat " shitt " umpat Melani. " jika begitu kita dalam bahaya " gumam Melani lagi membuat Elena dan Syina semakin tak mengerti.


" sudah ku duga pasti kita mendapatkan rintangan untuk misi kita Syina. " ucap Elena dan Syina mengangguk saja. " Kedatangan ku kemari untuk mencari seseorang " ucap Elena lagi dan Melani mengangguk seakan ia telah mengerti. " ini. Apa kau pernah melihatnya di sekitar pulau itu." ucap Elena lagi. Melani menatap photo Greta lekat-lekat hingga ia mengerutkan dahinya sesaat.


" wanita ini. Oh ya aku pernah melihat wanita ini dibawa oleh seseorang. Namun tubuhnya penuh luka. Pada saat itu aku akan pergi untuk melakukan perkejaan ku. Namun di dalam perjalanan seorang wanita berlari tergesa-gesa. " jelas Melani lagi dan Elena maupun Syina terkejut mendengar pengakuan Melani.


GREPPP


Melani terkejut saat pundaknya di cengkram erat oleh Syina yang menik nya menajam. Melani mencoba melepaskan namun Syina semakin erat mencengkram nya.


" Apa yang kau katakan itu benar ? kau sedang tidak berbohong bukan ? " dingin Syina.


" untuk apa aku berbohong. " ucap Melani lagi dengan tenang. " Aku memang melihat nya namun aku tak tau jika wanita itu orang yang sedang Elena cari jika aku tahu aku pasti sudah menyelamatkan nya.


". AGHHH sial!! Greta benar-benar di tangkap dan bukan menghilang. tapi siapa? " geram Syina lagi.


" mereka adalah bagian dari kelompok hitam. Sebuah tato dengan bentuk Piramida yang menjadi ciri khas kelompok mereka. " ucap Melani lagi, ya dirinya cukup tau akan kelompok besar itu, " bukan hanya beraksi di dunia bawah tanah para aparat negara pun terlibat perjanjian dengan mereka. " ucap Melani lagi dengan datar.

__ADS_1


Elena dan Syina baru menyadari jika pintu rahasia yang berada di balik pohon itu terdapat sebuah anak tangga yang melingkar dengan berputar. Melani hanya membawa tiga orang anak buahnya untuk berjaga-jaga. Sebuah pintu berukuran minimalis dibuka oleh seorang lelaki. Suara deburan ombak terdengar sangat jelas disana, hingga Elena dan Syina tertegun saat mereka kini berada disebuah pantai tak berpenghuni, hening dan sunyi mereka rasakan hingga Melani membawa mereka keluar dari tempat itu melalui jalan rahasia lainnya.


__ADS_2