
disebuah tempat yang menjadi tempat pertemuan para penguasa, tepatnya disebuah pelabuhan pribadi milik seorang taipan yang sangat kaya raya berjejer mobil-mobil mewah disisi kiri dan kanannya.
Hari ini keempat penguasa muda ingin menggebrak orang yang lancang mengklaim barang yang bukan miliknya. Yunani memang bukan wilayah kekuasaan King maupun ORTAXS dan sebagainya. Yunani adalah negara tempat bertemunya para penguasa dunia bawah seperti yang mereka geluti saat ini.
" tuan sepertinya ada pertemuan penting disana. '' ucap Alpha dengan menajamkan pandangannya kearah depan.
'' sepertinya kita datang diwaktu yang tepat Alpha '' ucap Maxim dan Alpha diam saja seraya mengerutkan dahinya pelan. Datang di waktu yang tepat ? apa tidak salah '' Dimana Gabriel dan Samuel. Kenapa mereka belum juga tiba '' ucap Maxim dengan menoleh kearah belakang.
'' Mungkin sebentar lagi akan tiba tuan '' ucap Alpha dan Maxim diam saja. Tak lama sebuah mobil Limosin yang ditumpangi Gabriel dan Samuel tiba.
Maxim menghela nafasnya pelan. Alexandrea yang berada di sampingnya hanya diam saja seraya memperhatikan keadaan sekitar yang nampak sangat asing itu.
Jika mereka melakukan pertemuan disini, lalu dimana tempatnya ? Alexandrea sibuk dengan pemikirannya sendiri dimana ia hanya melihat mobil-mobil yang berjejer rapi disana tapi tidak ada satupun orang disini.
Samuel mengetuk kaca mobil yang Maxim dan Alexandra tumpangi. Alpha segera menurunkan kaca tersebut dengan cepat saat melihat salah satu tuannya mengetuk dengan sangat keras.
" Kenapa masih disini ? '' Picing Samuel heran, Alexandrea diam saja tak ingin menjawab lamunan nya buyar tak kala Samuel mengetuk kaca mobil tepat didamping nya itu.
akhirnya Samuel dan Gabriel berjalan kedepan tanpa menunggu Maxim dan Alexandrea yang masih diam di mobil mereka. Alpha menoleh kearah kedua tuan mudanya.
" Kita akan disini Alpha untuk melihat keadaan. Entah mengapa perasaan ku tak tenang. '' jelas Alexandrea saat mengetahui keheranan dari Alpha.
Alpha mengangguk tanda mengerti dan Maxim lalu menyalakan fitur anti peluru pada mobil yang mereka tumpangi untuk berjaga-jaga. Rupanya keempat pemuda itu saling terhubung melalui MH yang sudah terpasang rapi ditelinga nya masing-masing bahkan fiturnya kali ini lebih halus dan ringan sehingga orang tak akan mengira ada alat yang semacam itu ditelinga mereka.
Gabriel menyeringai dengan tipis saat melihat sekumpulan orang-orang sedang berkumpul didepan sana entah apa yang mereka lakukan. Samuel terus berjalan dan ingin segera menghampiri kerumunan orang-orang itu.
CEKREK
Samuel dan Gabriel mendapatkan gerakan tiba-tiba dari seseorang yang entah dari mana munculnya, sontak semua itu mengalihkan perhatian semua orang.
'' siapa kalian ? penyusup. ? '' pekik seseorang dengan lantang berpakaian serba hitam. Gabriel dan Samuel sama-sama menyeringai buas dan dalam.
" penyusup ? Apa kau pikir penyusup dapat mengetahui rahasia tempat ini ? ckck jangan menjadi pria yang bodoh. " ucap Samuel dengan datar dan dingin.
Semua orang diam memperhatikan wajah-wajah asing kedua pemuda itu, Samuel dan Gabriel memang belum pernah menghadiri tempat ini sebelumnya hingga membuat orang sama sekali tak mengenali sosok keduanya.
" Kalian anak muda untuk apa berada di tempat seperti ini " saut lelaki berpakaian formal berwarna merah magenta menunjukkan betapa berkuasa nya ia dengan potongan rambut cepak tersusun rapi tapi sorot mata nya yang sangat tajam.
__ADS_1
Gabriel maupun Samuel diam tak menjawab mereka seperti sedang memindai satu persatu wajah dari mereka yang berada disini. Tak lama datang sesosok lelaki berjalan dengan tegas dan santai.
" Alpha '' ucap mereka yang mengenali sosok alpha sebagai seorang eksekutif muda tak berperasaan. Lelaki itu menyembunyikan sosok kejamnya di balik wajah meneduhkan itu.
" Ya ini aku Alpha. Maaf tuan-tuan sekalian. Kedua pemuda ini adalah tuan ku. Mereka mencari seseorang disini '' ucap Alpha sopan dan semua orang tampak memperhatikan wajah Samuel maupun Gabriel.
" Siapa yang kau cari '' saut seorang lelaki lagi dengan wajah penuh tanda tanya. " Bukankah kau tau Alpha jika ini adalah hari penting untuk kami '' datar lelaki itu lagi menatap Alpha dengan malas.
Alpha terkekeh kecil, Alpha menjadi lupa jika hari ini adalah hari penting bagi para penguasa yang berkumpul di tempat ini, mereka akan melakukan pertemuan singkat yang entah apa Alpha pun tak tau.
'' Jackson Brie '' datar Samuel menatap sekumpulan orang-orang yang memandang tak percaya kearah dirinya '' Aku mencari dirinya. Maaf jika kedatangan kami memberikan kesan buruk terhadap kalian.
" Untuk apa kau mencari ku anak muda '' saut seorang lelaki yang usianya hampir seumuran dengan sang ayah. Samuel menatap Gabriel dengan tatapan penuh heran. '' Aku Jackson Brie ! '' ucapnya lantang dan Gabriel tersenyum tipis.
'' Aku ada urusan dengan mu tuan. Ikutlah denganku '' sopan Gabriel akan tetapi orang itu tertawa terbahak-bahak hingga menatap remeh kepada Gabriel.
'' siapa memangnya dirimu hingga ingin bertemu denganku. '' ucap Jackson tersenyum kecut tapi maniknya menatap kearah Alpha dengan waspada.
Samuel melihat kearah benda yang berada di atas sebuah meja dengan ukiran bunga lavender, maniknya menyorot tajam kala mengenal benda itu.
Jackson yang menyadari tatapan Samuel kearah benda yang dibawanya sontak segera mengambil benda itu dengan cepat. Samuel tersenyum miring.
" ckckck anak kecil seperti mu tak perlu tahu benda milikku ini '' ucap Jackson lagi hingga Gabriel geram bukan main. Itu adalah rakitan miliknya tapi dengan lantang orang itu mengatakan miliknya.
DORR
" TUAN !! '' pekik orang-orang itu saat Gabriel menebak tangan lelaki yang sedang menggenggam barang miliknya, sontak aksi berani Gabriel mengundang perhatian banyak orang disana, mereka menatap tak percaya.
" berani sekali kau menyebutnya itu barang milikmu !! '' pekik Gabriel lantang dengan wajah memerah.
Jackson meringis kesakitan pada saat tangannya ditembak begitu saja. Nafas Jackson terlihat memburu menatap Gabriel dengan nyalang.
CEKREK
beberapa orang menodongkan senjatanya pada Gabriel dan juga Samuel. Alpha seketika panik tapi saat melihat raut wajah penuh ketenangan dari para tuan nya membuat ia meyakini jika semuanya akan baik-baik saja.
'' ENOUGH !! '' teriak seorang lelaki paruh baya dengan mengangkat kedua tangannya keatas. '' kau lancang sekali membuat keonaran ditempat milik ku !! dan kau Jackson '' tunjuk lelaki itu kepada Jackson '' selesaikan urusan mu dengan mereka. '' tegas nya dan Jackson diam saja.
__ADS_1
'' Aku tak tau siapa mereka berdua !! '' pekik Jackson '' Alpha apa kau melakukan semua ini karena kejadian beberapa hari yang lalu '' ucap Jackson.
" kau terlalu banyak basa-basi. '' ucap Samuel tenang. Tak lama datang Alexandrea dan juga Maxim dengan beberapa anak buah king yang memakai stempel kepemilikan seperti tato di lehernya masing-masing
Beberapa dari mereka mengetahui simbol mahkota raja itu, Jackson menatap bingung pada sekumpulan orang-orang yang baru saja datang.
'' Maafkan kami tuan. Hanya saja para tuan mudaku ingin bertemu dengan tuan Jackson tapi justru hal ini yang terjadi. '' ucap Alpha membungkuk hormat pada lelaki berusia lanjut itu.
tuan Salome. Ya namanya adalah tuan Salome ketua organisasi yang cukup terkenal di Yunani. Lelaki itu menatap penuh selidik pada Alpha dan juga lainnya. Entah mengapa Salome merasa wajah Gabriel mirip dengan seseorang dimasa lalunya.
" Lambang itu !! Bukankah itu para pasukan milik king ? '' gumam tuan Salome tajam.
Samuel memberikan kode para anak buahnya untuk meringkus Jackson untuk dibawa ke markas untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Tapi ternyata mereka yang berada di sana sontak menentang dan bergerak melawan balik ke pihak Gabriel.
Salome yang melihat keributan di depan matanya seolah menutup mata dirinya sibuk memikirkan wajah Gabriel yang mirip dengan seseorang. Hingga suara letusan senjata api membuyarkan lamunannya.
DODODODOR !!
Samuel bergerak dengan cepat begitupun dengan Maxim dan Alexandra sedangkan Gabriel dirinya terfokus pada Jackson yang dilindungi para anak buahnya.
DORR !!
AGHHH
Alpha mengerang saat sebuah peluru bersarang di pahanya. Entah siapa pelakunya Alpha tidak tau pasti keadaan semakin runyam kala melihat Alpha terluka.
"Maka aku tak akan sungkan !! '' Smirk Maxim menatap tajam sekelilingnya dengan waspada. Mereka para orang asing tentu saja menodongkan senjata yang mereka miliki kearah Maxim.
Salome susu dengan dikelilingi orang anak buahnya. Bahkan Salome di minta untuk segera pergi meninggalkan tempat ini tapi Salome tak ingin.
" Jangan lari pengecut!! '' teriak Gabriel lantang berlari kearah Jackson dan para anak buahnya.
BRAKKKKKK
Gabriel terjengkang kala tubuh seseorang menabrak dan menghantam tubuhnya hingga jatuh telentang.
Gabriel melihat siapa yang melakukan ini dan ternyata Salome. Manik mereka bertemu satu sama lain Salome seperti sedang menyelami wajah Gabriel baik-baik.
__ADS_1
DUAKKK
AGHHH