
Satu bulan berlalu Gold mansion.
Kabar mengejutkan datang dari sang pemimpin king. Wanita bergelar Lady itu mengumumkan pertemuan besar-besaran antar keluarga baik generasi pertama hingga kedua. Sontak hal itu membuat para generasi ketiga bertanya-tanya.
Kini ruangan penting nan luas yang ada di Gold Mansion telah dihadiri banyak orang yang hadir secara serentak, bahkan Mike dan Mikael turut hadir dan memilih duduk di kursi berbeda dengan para saudara dan saudarinya.
" Dimana mommy ? " suara begitu mendayu dan lembut namun menyimpan sejuta racun saat berbicara terdengar begitu di indera pendengaran. Athena yang memakai baju kasual nya terlihat tampak cantik dan tak terlihat seperti ibu beranak tiga.
" Aku disini! " ucap seseorang berjalan dengan langkah elegan penuh pesona. Semua orang sontak berdiri dan menunduk dengan hormat. " Jangan sungkan duduklah " ucap Valera tersenyum tipis berjalan menuju kursi kebesaran nya disertai anggukan semua orang.
Suasana terasa sangat hening dan sunyi. Hanya ada keterdiaman dengan mata yang saling melirik satu sama lain. Valera hanya diam dan menuangkan wine mahal ke dalam gelas kristal nan ramping.
" Baiklah, sepertinya harus aku yang berbicara terlebih dahulu bukan? " kekeh Valera disertai senyuman kecil. Semua orang ikut terkekeh dan mulai meminum minuman nya sebagai awal pembicaraan. " Pertama-tama aku ucapkan terimakasih pada kalian semua yang berkenan untuk hadir di acara pertemuan mendadak ini. Sebenarnya tidak ada yang begitu penting tapi setidaknya dengan kita bertemu disini, kita akan saling berbagi dan bertukar pikiran. " ucap Valera dengan tenang dan penuh pesona. Lipstik berwarna merah merona itu semakin menambah kesan elegan dan penuh gairah. Semua orang yang hadir di acara ini sangat tau dengan sifat dan tingkah
__ADS_1
pemimpin mereka.
" Nenek apa aku juga harus ikut serta disini? " ucap Dyora sedikit kesal dengan bibir mengerucut. Ya dirinya baru saja membatalkan acara para remaja yang sudah dijanjikan di lain hari.
" Tidak bisakah kau duduk dengan tenang saja? " saut Elmer menatap lekat adik perempuannya itu. Dyora menghembuskan nafasnya kasar dan duduk dengan tenang. Namun jari-jarinya berselancar di ponsel milik nya. Valera tersenyum menatap tingkah kedua cucunya.
" Nenek mari kita berbincang yang sebenar nya. Aku tahu kau ingin berbicara yang sebenarnya bukan? " ucap Elmer dengan wajah dingin terkesan tak tersentuh. Lelaki bermanik sebiru lautan itu terlihat sangat gagah di usianya yang mulai dewasa. Semua orang melirik kearah putra kedua Athena dan George itu.
" Ada apa? " tanya Elmer lagi.
" Kau tak mengetahui nya? " picing Valera lagi. " Bagaimana dengan Xavier Wang dan Xenya Wang? " tanya Valera lagi hingga tatapan Florian dan Larissa sedikit terusik. Valera tersenyum penuh maksud. " Larissa kau tak ingin berbagi cerita tentang kekasih barumu? " ucap valera dengan jenaka. Hingga Kenneth mengerutkan dahinya pelan dan menatap kearah putrinya lekat. Sedangkan Larissa hanya diam saja.
" Aku akan membawa nya untuk bertemu dengan kalian " ucap Larissa pelan.
__ADS_1
" Kau mempunyai kekasih? " tanya Kenneth dan Larissa hanya mengangguk samar " Siapa? " tanya Kenneth lagi.
" Daddy..
" Apakah lelaki yang telah membawa mu pergi saat itu? " ucap Kenneth menaikkan salah satu alis nya. Larissa diam tak menjawab namun dilihat dari respon putrinya Kenneth akhir nya mengerti. " Tunjukkan padaku sikap jantan nya Larissa! " ucap Kenneth lagi.
" Daddy tenang saja. Xavier akan menemui Daddy dan Mommy dalam waktu dekat " ucap Larissa tenang.
" Jadi sungguh kau memiliki hubungan dengan Dia ? " kali ini serena yang bertanya penasaran. Larissa hanya tersenyum tipis menanggapi.
" Ya seperti yang kau dengan serena. Lalu bagaimana dengan dia.. Hmmm maksud ku Ex. Aku bisa menilai jika dia lelaki yang bertanggung jawab. Dia tampan dan kaya bukan kah selera kita sama? " ucap Larissa lagi.
" Pengamatan mu sungguh bagus Larissa. Menurutku pun demikian. Tapi tidak salah nya jika kita mengangkat sedikit kepala dihadapan nya bukan? " senyum putri Malvin itu memang benar-benar memikat. Semua orang yang berada di sana hanya menyimak pembicaraan receh mereka, tapi tidak dengan mereka generasi king pertama yang usianya sudan tak muda lagi. Mereka menilai jika para generasi king ketiga lebih berbahaya walaupun terkesan sembrono. Pergerakan mereka yang terbilang gesit dan cekatan serta bermain secara terang-terangan membuat para generasi king pertama geleng-geleng kepala dibuatnya.
__ADS_1