
Semua orang terdiam dan menatap sendu kearah George yang terbaring dengan damai di hadapan semua orang yang mengenakan pakaian serba putih.
Kabar kematian George cukup menyita perhatian dunia baik dikalangan bisnis maupun di dunia mafia. Valera sudah menutup akses kabar ini pada media karena George cukup berpengaruh di dunia bisnis baik negeri maupun luar negeri.
Kekayaan yang dimiliki oleh George di sebut-sebut tak masuk akal karena memiliki perusahaan berlian hingga pertambangan hampir di seluruh dunia. Menguasai pasar saham yang langsung di bimbing oleh Remigio Adomson selaku ayah pembimbing nya, serta menerima beberapa aset mewah dari ayah biologisnya Hans Maxwell.
Halaman luas Gold mansion tampak dipadati lautan manusia yang akan mengantarkan George ke tempat peristirahatan nya, terlihat lelaki tua berkebangsaan England menangis tergugu di samping peti berwarna putih yang dilapisi oleh emas dengan lambang king.
Valera hanya bisa menangis dalam diam ditemani sang suami Remigio disampingnya. Satu per satu orang yang disayang nya akan pergi dengan cara yang mengenaskan.
" Daddy!! " teriak seorang gadis berlari mengenakan pakaian putihnya, langkah gadis itu terseok dengan wajah yang sangat kacau. Dyora gadis itu tak perduli akan kunjungan besar yang sedang terjadi bahkan keluarga Wang hadir bersama dengan nyonya Lui selaku tetua mereka. " Daddy! " lirih gadis itu saat tangannya menyentuh wajah tampan sang ayah yang terlihat sangat damai dalam tidurnya.
" Dyora " panggil Elmer lembut namun Dyora tak menggubris panggilan sang kakak. " Dyora berdirilah, berikan penghormatan terakhir untuk daddy " ucap Elmer lagi menyentuh lembut bahu sang adik yang terbuka begitu saja tanpa mengenakan mantel.
__ADS_1
GREPPP
Semua orang terkejut saat Dyora mencengkram erat jas sang kakak dengan air mata yang berderai begitu saja. Elmer menatap sendu sang adik yang tampak tak baik-baik saja.
" Siapa? Siapa yang melalukan ini! " teriak Dyora lantang dengan mengguncang tubuh sang kakak. " Katakan padaku! " ucap Dyora lagi namun Elmer tak menjawab dan justru memeluk erat Dyora walaupun gadis itu tampak berontak tak karuan hingga pukulan di punggung nya Elmer dapatkan.
" Hentikan sayang ku mohon.. Aku berjanji akan membalasnya " bisik Elmer tepat ditelinga sang adik. Semua orang terdiam menahan tangis saat melihat perlakuan manis Elmer yang dikenal tak perduli itu.
" Dia tiada " sendu Dyora dengan balas memeluk erat tubuh kekar sang kakak dan menangis terisak. Para keturunan king generasi ketiga tampak menangis sedih " Kembalikan daddy padaku.. Ku mohon " ucap Dyora menatap manik biru yang sama persis dengan dirinya.
" Aghh!!! " teriak Dyora dengan menangis pilu di pelukan Elmer. " Mereka membunuh nya! " teriak Dyora yang tak terima dengan kematian sang ayah.
Remigio berjalan dan mengambil alih Dyora dari dekapan Elmer. Gadis berambut coklat susu itu menatap sang kakek sendu. Remigio memeluk erat cucu perempuannya dengan perasaan sedih yang di lihat oleh semua orang yang hadir.
__ADS_1
Larissa berjalan dengan membawa sebuah mantel hangat berwarna putih, udara hari ini cukup buruk dimana terjangan angin badai mulai terlihat. Remigio tampak dengan sabar mengenakan mantel hangat di tubuh sang cucu semua orang tertegun saat melihat Dyora yang tampak seperti bunga mekar pada musim dingin.
Kulitnya yang putih terlihat sangat kontras di pandangan terlebih rambut panjangnya yang tergerai sangat indah menambah kesan lembut pada diri cucu sang Lady.
" Ayo, kita harus segera membawa George ke tempat peristirahatan terakhirnya. " ucap sang lady bersuara, semua orang mengangguk patuh namun tidak dengan Dyora.
Gadis itu berlari menuju Valera meminta agar George tidak dibawa. Valera hanya diam dengan manik terpejam dimana bulir air mata nya jatuh di kedua pipinya.
Semua orang melihat kearah Dyora yang terduduk dengan memegang kedua kaki sang nenek. Remigio dan Valera tampak saling berpandangan menyiratkan sesuatu hingga di angguki oleh Remigio.
" aku mohon nenek.." ucap Dyora terisak dengan pilu meminta agar jasad sang ayah tidak di kuburkan melainkan di awetkan. " Jangan " lirih gadis itu lagi hingga Larissa membawa tubuh ringkih Dyora yang mulai memberontak. " tidak!! Tidak!! " teriak Dyora hingga Larissa terpaksa harus menotok saudarinya itu.
" Biar aku saja " ucap Ezio bersuara. Larissa mengangguk dan menyerahkan tubuh Dyora yang lunglai tak bertenaga. Elmer menatap kearah Ezio yang sedang membawa Dyora untuk beristirahat.
__ADS_1
Bohong jika dirinya tidak kehilangan, bohong jika dirinya tidak menangis. Melihat jasad sang ayah yang terbujur kaku tanpa nafas membuat hatinya begitu sesak. Namun dirinya seorang lelaki yang harus bisa menerima dengan lapang dada setiap kabar buruk yang menimpa termasuk kematian.