King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Masih suasana wedding.


__ADS_3

Di luar sana suasana masih terdengar riuh karena pesta pernikahan belum usai, bahkan Athena dan George asik berbincang dengan kalangan lainnya sama hal nya dengan Valera dan Remigio yang ikut menimbrung dengan mafia lainnya.


Sedangkan disebuah ruangan mewah nan luas tampak nyonya sofhia dan Tuan Ramius sedang menatap pada cucunya yang duduk dengan tenang di sofa melingkar yang sangat luas, Samuel berdehem untuk mencairkan suasana yang menurutnya canggung.


" nenek..kakek kenalkan dia Myra kekasihku '' ucap Samuel seraya menggenggam tangan Myra yang sudah berkeringat karena bergetar sekaligus gugup. Nyonya sofhia tersenyum dan menatap Myra dengan lekat.


" Nama yang cantik sama seperti orang nya. Kau orang asia ? '' tanya nyonya sofhia lembut pada Myra.


" Benar nyonya. Aku gadis yang berasal dari Asia. '' ucap Myra sopan dan nyonya sofhia tersenyum lagi.


" Nenek senang bisa mengenal gadis seperti mu Myra. kau cantik dan nampak anggun sesuai dengan selera Samuel yang selama ini ia idamkan. " kekeh nyonya sofhia lagi dan Myra ikut tersenyum dibuatnya. " dan satu lagi panggil saja nenek jangan nyonya. '' ucap nyonya sofhia lagi dan Myra mengangguk ragu.


Myra tampak canggung bukan main pasalnya ini pertama kali nya dia mengenal keluarga Samuel yang ternyata bukan dari kalangan biasa. Siapa yang tak kenal dengan keluarga Harson bahkan Myra tak menyangka jika Samuel masih kerabat dekat dengan keluarga Harson.


" Lalu bagaimana dengan mu Alex ? '' manik nyonya sofhia beralih pada Alexandrea yang sedari tadi hanya diam menyimak bahkan Elora yang gugup kian gugup saat semua orang kini menatap kearahnya, seakan Elora layaknya seorang tersangka.


" nenek dia Elora, Kekasihku! Seorang gadis yang merawat ayah nya yang sedang sakit keras, seorang gadis yang tangguh dan teguh pada pendiriannya, seorang gadis yang tak pernah malu dengan menjual hasil lukisan nya sendiri demi mencukupi kehidupan nya serta sang ayah. Seorang gadis yang mampu menarik dan mencuri hatiku kini... Nenek restui kami '' ucap Alexandrea panjang lebar hingga semua orang tertegun mendengarnya. Nyonya sofhia dan tuan Ramius saling lirik setelah mendengar penjelasan Alexandrea yang menyentuh.


Elora gadis itu tampak berkaca-kaca bahkan Elora tak menyangka jika Alexandrea akan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain. Elisya yang duduk berdekatan dengan Elora Langsung beranjak dan mengelus punggung Elora.

__ADS_1


" Kau tak perlu bersedih Elora. Ada kami disini untuk mu, dan aku yakin jika Alexandrea tak akan membiarkan mu dalam kesulitan bukan ? '' ucap Elisya dengan senyum manis di bibirnya. Elora gadis itu tampak menggeleng lemah dan mengusap air matanya perlahan.


" Terimakasih Elisya. Namun aku merasa tak pantas untuk nya. Aku tak ingin orang lain beranggapan buruk jika aku memanfaatkan kebaikan Alex untuk kepentingan pribadi '' sendu Elora.


" Kau pantas untukku! sangat pantas! Jangan dengarkan perkataan orang lain Elora. '' ucap Alexandrea dengan penuh penekanan menatap Elora sedikit tajam karena merasa tak suka dengan perkataan gadisnya yang tak pantas bersanding untuk seorang Alexandrea.


" Sudah jangan berdebat. Elora jangan seperti itu. Nenek yakin jika kau sangat pantas untuk cucuku. Nenek merestui kalian. '' ucap nyonya sofhia dengan lembut. Elora gadis itu menatap linglung dengan pandangan lurus kedepan. Ketakutan akan keluarga Alexandrea yang tak akan menerimanya seakan hilang dan lenyap begitu saja, Elora tersenyum menatap nyonya sofhia.


" terimakasih " lirih Elora lagi dengan pandangan tertunduk, hingga mereka dikejutkan suara letusan yang begitu besar. Nyonya sofhia dan tuan Ramius terkejut seketika.


" Bukan apa-apa. Itu kembang api yang dinyalakan oleh anak buah king sebagai perayaan pernikahan kak Athena. Kalian tenang saja " ucap Kenneth seakan mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh para saudaranya.


" syukurlah. " ucap Aisley mengelus dadanya kasar.


****


" Selamat atas pernikahan anda Quenn '' ucap Vergo membungkuk penuh hormat diikuti oleh beberapa orang dibelakangnya. Mereka melakukan hal yang sama membungkuk dengan penuh hormat pada wanita yang agung dihadapan nya itu.


Athena tersenyum dan mengangguk, bahkan George yang berada disamping Athena menatap Vergo lekat seakan memindai sesuatu. Vergo yang ditatap seperti itu hanya diam namun sebuah senyum tipis terbit dibibir nya.

__ADS_1


" Terimakasih karena kalian sudah datang '' ucap Athena senang dan Vergo mengangguk seraya memberikan sesuatu pada Quenn nya. Semua orang terkejut saat Vergo memberikan sebuah kotak berukuran sedang, bahkan sebagian orang dibuat penasaran dengan kado yang didapatkannya. " hmm... ini '' ragu Athena seperti mengenali sesuatu isi didalam nya.


" bukalah semoga kau suka Quenn '' ucap Vergo dan Athena segera membukanya dengan perlahan. George tampak ikut mengamati. Matanya terbelalak saat melihat sebuah senjata berjenis revolver yang sangat berkilau lengkap dengan sebuah katana yang didesain sangat indah. Athena tersenyum dan menatap benda itu dengan manik berbinar.


" ohh Vergo. Sungguh ? '' pekik Athena girang dan Vergo mengangguk samar. Valera dan Remigio ikut melihat dan menatap benda asing tersebut. Namun Valera seakan menyadari sesuatu. " Terimakasih Vergo. Ucapkan rasa terimakasih ku pada ayah mu. Hmm kenapa dia tak datang Vergo ! '' ucap Athena lagi.


" maafkan atas ketidakhadirannya Quenn. Ada beberapa masalah yang harus ia selesaikan akhir-akhir ini. '' jelas Vergo dan Athena akhirnya mengangguk. Manik Vergo menyapu para tamu undangan yang hadir disana. Manik nya seolah mencari kehadiran seseorang.


" Ahh baiklah. Vergo nikmatilah pestanya. Aku akan kesana terlebih dahulu '' ucap Athena seraya tersenyum tipis. Vergo mengangguk rendah dengan sopan begitupun dengan orang-orang yang mengikutinya. Athena dan George pergi menuju tempat Hans Maxwell berada dengan istri dan juga putra mereka Swann Maxwell.


Celia tersenyum dan memeluk erat tubuh Athena. Dirinya tak menyangka jika gadis manis bermanik hitam itu akan menjadi menantu nya. Swann beranjak dan terkekeh lalu memeluk kilas kakak iparnya.


" Selamat atas pernikahan kalian. Semoga bahagia '' ucap Swann lagi dengan sikapnya yang sopan layaknya seorang pangeran muda. Athena balas membungkuk dengan tersenyum lalu pandangannya jatuh pada lelaki yang memiliki manik biru sama persis dengan George.


" Kemarilah biarkan aku memeluk mu '' pinta Hans maxwell kepada Athena. George tersenyum saat istrinya memeluk ayahnya dengan erat. " selamat untuk kalian, Semoga kebahagian selalu datang pada kita semua '' ucap Hans maxwell seraya mengelus punggung Athena lembut.


'' terimakasih dad. '' ucap Athena. Hans maxwell tersenyum begitupun dengan George namun mereka tak menyadari jika salah satu tamu undangan yang hadir masih ada kerabat Karen dari sang ibu. Tentu saja orang itu tersenyum penuh kemenangan saat melihat ini semua.


Waktu menunjukkan pukul tiga dini hari, pesta telah usai beberapa menit yang lalu dengan diakhiri pemotongan kue pengantin bertingkat tujuh, para anak buah king yang terlibat telah mempersiapkan diri untuk mengantar para tamu undangan menuju hotel yang telah disediakan Valera dan juga Remigio.

__ADS_1


iring-iringan mobil berjenis serupa tampak keluar secara bergerombol menuju hotel yang telah tersedia, sedangkan para anggota predator bertugas untuk mengamankan perjalanan mereka hingga selamat.


Rupanya kabar pesta pernikahan Athena dan George terdengar dan tersebar begitu cepat, bahkan pihak musuh yang masih bersembunyi dibuat kesal karena kesempatan mereka untuk menyerang balik tak terlaksana dikarenakan kini wilayah kekuasaan king ditutup total hingga beberapa Minggu kedepan.


__ADS_2