
Valera dan Athena sama-sama melirik ekor Helikopter yang mulai mengeluarkan percikan api bahkan kini kecepatan geraknya mulai tak seimbang, sedangkan Helikopter musuh mulai mendekat kearah mereka.
Athena memejamkan matanya seketika, Valera dengan cepat mencoba mengendalikan Helikopter itu lagi dengan kecepatan yang sedang.
" Athena bidik bagian depan helikopter itu '' teriak Valera lantang dan Athena hanya mendengarkan nya hanya mengerutkan dahinya karena ia sendiri tak begitu mendengar perkataan sang ibu karena suara yang ditimbulkan oleh burung besi ini.
sial, bahkan aku tak tau apa yang dikatakan oleh mommy. batin Athena kesal.
Athena tak mau mati sia-sia ia memanfaatkan senjata ditangannya untuk musuh yang mulai mendekat, seketika.
KLEKKK
" Ohh " pekik Athena saat cengkraman tali dipergelangan kakinya mulai mengendur, ini bukan hal yang baik ditambah helikopter ini dalam keadaan siaga. " Awas saja kalian. " geram Athena.
DODODODOR !!
Athena meluapkan kekesalannya dengan memberondong helikopter musuh yang mulai mendekat, Athena terengah-engah melakukan hal demikian karena pergelangan kakinya mulai sakit dan sedikit keram.
Valera yang melihat keadaan putrinya tak baik-baik saja segera mengambil sesuatu yang tersimpan rapi dalam sebuah kotak hitam, dirinya segera memakai alat itu, hingga matanya terbelalak saat melihat ekor Helikopter miliknya mulai terbakar.
Valera dengan cepat mengoprasikan sebuah parasut dalam tubuhnya, tapi sebelum itu terdengar suara ledakan dahsyat di udara, ternyata Remigio datang dengan George menggunakan helikopter lainnya.
Mereka tak akan tinggal diam dengan membiarkan Valera dan juga Athena dalam keadaan bahaya, sedangkan Kenneth diminta untuk segera menuju ruang kendali untuk memantau kawasan Gold mansion dengan sekitarnya.
DODODODOR !!
DODODORDODODOR !!
DUARRRR
George menembak habis isi pelurunya dengan brutal Hinga Helikopter itu meledak di udara berserta dua orang lelaki yang tewas di dalam nya.
Athena sudah sedikit panik karena perlahan-lahan tali itu mulai mengendur dan terlebih api sudah menyala dan bisa dipastikan jika sebentar lagi helikopter ini akan meledak dengan hebat.
ohh ini tinggi sekali, apa aku harus memutuskan talinya ? tapi bagaimana jika aku patah tulang dan sebagainya ? ohh ini sungguh tak lucu. Batin Athena.
Tak ada yang menyadari pergerakan Valera saat ini, wanita yang kini sudah menjadi ibu itu dengan sigap meloncat dari atas helikopter yang mulai berputar-putar.
__ADS_1
DUARRRR
Benar saja dalam hitungan detik helikopter itu telah meledak dengan hebat bahkan puing-puingnya berserakan tak tentu arah.
Remigio dan George berteriak histeris kala melihat itu semua, Remigio berteriak memanggil nama istri serta anak nya. Tapi detik kemudian dirinya tersadar saat melihat pemandangan yang mengejutkan itu.
Valera dan Athena berada dalam satu parasut secara bersama-sama dimana Valera memegang erat tubuh Athena karena tak memakai pengaman apapun.
" pegang yang kuat Athena " seru lantang Valera sembari mengendalikan sebuah alat di tangan kirinya lalu manik nya menatap Remigio dan George dari arah jauh.
" ohh mommy, kaki ku sangat keram " rintih Athena dan Valera mengangguk cepat, dirinya harus segera mendarat. George dan Remigio dengan cepat menuju ketempat Athena dan Valera berada.
Sedangkan di sisi lain Kenneth yang melihat itu semua tentu saja dibuat jantungan karena mereka bermain dengan waktu dan api, jika terlambat sedikit saja sudah dipastikan tubuh ibu serta kakak nya akan hancur bersama dengan burung besi itu.
Valera dan Athena mendarat sempurna di rerumputan hijau terletak di samping kiri bangunan, Athena terengah-engah dibuatnya laku detik kemudian ia tertawa lantang membuat Valera sang ibu heran sekaligus bingung.
Tak lama Remigio dan George telah mendarat tak jauh dari mereka, membua kedua wanita itu memalingkan wajahnya karena hembusan angin yang begitu kencang menerpa sekitarnya.
" sweatheart, sayang " ucap Remigio berlari dengan berteriak menghampiri istri dan putrinya. Remigio memeluk erat Valera dan juga Athena. " Rasanya jantungku seakan berhenti berdetak '' ucapnya tersengal dan Valera terkekeh begitupun dengan Remigio.
" Kau membuat ku takut sayang '' ucap George dengan memeluk dan memejamkan matanya saat mendekap erat tubuh Athena, jantungnya masih berdetak cepat saat melihat dimana helikopter itu meledak hebat di udara.
" Ckckck.. Aku tidak akan mati dengan mudah kak, hanya saja tadi itu benar-benar memacu adrenalin ku. Sampai kaki ku benar-benar keram di buatnya. '' ucap Athena dengan rasa kesal di dalam hatinya.
******
Kabar Gold mansion diserang tentu saja membuat orang-orang panik sekaligus bingung, pasalnya anak buah king yang mansion megah sang lady tak banyak.
bahkan Vyan dan Zizi segera mendatangi kediaman megah sang Lady bersama dengan Gabriel dan juga Noe. Setelah itu Dave dan Gloria bersama dua putrinya ikut menyusul Zizi menuju Gold Mansion.
Beberapa perkarangan serta properti yang menghiasi Gold mansion tampak hancur tanpa sisa, bahkan gerbang utama pun ikut jebol.
" Lady anda baik-baik saja ? '' tanya Dave saat melihat kedatangan Valera dan Remigio.
" Aku baik-baik saja. '' tegas Valera menatap lurus pada sekelilingnya yang tampak berubah, " Aku akan pergi beberapa hari kedepan, untuk memastikan suatu '' ucap Valera lagi hingga Zizi dan Dave saling pandang satu sama lain.
" Apa ini ada kaitannya dengan penyerang itu ? '' tanya Zizi lagi dan Valera mengangguk mantap.
__ADS_1
" penuturan Athena ia pernah melihat lambang Helikopter musuh pada saat dirinya di sekap oleh Jacob. Kemungkinan besar Chaiton terlibat dalam hal ini karena Jacob menjadi tawanan king oleh anak-anak. '' ucap Valera dan Zizi serta Dave mengangguk saja.
" Apa anda butuh kami saat penyelidikan itu berlangsung ? '' tanya Dave lagi.
" Tidak !! Aku akan membawa anggota black road untuk ikut bersama dengan ku '' ucap Valera tegas dan Dave mengangguk patuh tidak bisa menantang perintah sang lady. '' Pastikan semuanya aman Dave. Dan pastikan setiap pergerakan anak-anak dapat terpantau, aku khawatir akan terjadi sesuatu pada mereka. '' ucap Valera lagi dengan wajah serius dan tatapannya mata nya yang tegas tanpa berkedip.
Entah mengapa Zizi dan Dave merasakan hal lain pada anak-anak nya, Mereka sudah dewasa dan tentu saja akan menjadi incaran para musuh diluar sana.
ini baru permulaan, musuh yang baru muncul dan menampakkan wajah aslinya hanya segelintir orang, lalu bagaimana dengan musuh-musuh yang lainnya ?
Indonesia, waktu setempat.
Sudah hampir satu Minggu Diandra berada di Indonesia, kini ia tak lagi memberontak melainkan mengikuti permainan Chaiden yang menginginkannya menjadi wanita penurut dan patuh, selama seminggu pula Chaiden menggagahi Diandra sebanyak tiga kali membuat hati nya hancur berkali-kali.
Hari ini ia memutuskan untuk kabur dari cengkraman Chaiden, setelah ia mengamati situasi rumah yang ia tinggali beberapa hari yang lalu, tak banyak anak buah Chaiden yang berada disekitar rumah itu membuat Diandra yakin jika ia akan berhasil melarikan diri.
Diandra berjalan menuju sebuah lemari nakas berukuran kecil, ia mencari sesuatu untuk bisa membuka pintu yang terkunci, tapi nihil tidak ada apapun disana hingga membuat Diandra kembali putus asa.
KLONTANG
Diandra tak sengaja menyenggol sesuatu hingga pandangannya beralih pada sebuah benda yang tak jauh dari arah kakinya.
Kunci apa itu. Batin Diandra.
" ohh tuhan, bukankah ini kunci yang selalu dibawa oleh lelaki itu. Bagaimana bisa ? " ucap Diandra dengan wajah senang nya.
Diandra segera berlari menuju pintu dan menempelkan telinganya disana, tidak ada pergerakan ataupun suara-suara aneh apapun yang terdengar oleh telinganya.
CEKLEK.
pintu itu berhasil terbuka dan Diandra langsung membukanya, sepi bahkan tidak ada siapa pun, Diandra berjalan begitu perlahan seperti seorang yang sedang mengendap-ngendap.
Rupanya rumah ini tak terlalu besar. Batin Diandra.
" Nyonya. Anda mau kemana ? " ucap tiba-tiba seorang berteriak hingga langkah Diandra terhenti dan menatap kearah sumber suara. Diandra gugup dan mendadak takut tapi ini adalah kesempatan nya untuk bisa lari.
BUGHHHHHH.
__ADS_1