
Nafas semua orang tersengal dibuatnya. Belasan serigala liar itu begitu menguras tenaga para generasi ketiga yang ikut terlibat. Serigala itu tewas tergeletak setelah para anak buah king terpaksa menembak mereka dengan rentatan peluru.
" Mikael kau tak apa? " ucap Mike dan Mikael hanya menggeleng dengan pelan namun tatapan nya menatap seekor serigala yang sudah tewas. Mikael mendekat dan sengaja menginjak bangkai serigala itu. " Ada apa? '' tanya Mike lagi.
" Ada yang aneh! hewan ini seperti dikendalikan dengan sebuah chip! Apa kau tak merasakannya Mike? '' Picing Mikael dan Mike tertegun namun tak menjawab perkataan kembaran nya itu.
SRETTTT
Semua orang tertegun sekali lagi saat Mike dengan sigap menyayat tubuh serigala yang sudah tak bernyawa itu. Mike pemuda itu dengan lihai melakukan tugasnya tanpa memperdulikan jika wajah para sepupunya pucat menahan rasa yang bergejolak di dalam perutnya.
" oh!! Itu chip nya! " pekik Mikael saat melihat sebuah benda asing tertanam sempurna di kepala sang predator berkaki empat itu. Para sepupunya yang berada tak jauh dari tempat itu segera mendekat kearah Mike dan Mikael.
" Tunggu! " ucap Elmer lagi seraya mengamati benda itu yang berkedip layaknya sebuah kamera. " chip ini mengambil sensor gambar! lihatlah dia berkedip bisa kemungkinan jika kau mengambilnya benda ini akan meledak. Ingat kejadian beberapa tahun silam? seorang lelaki yang di tangkap oleh ibuku karena menyusup di mansion kami? " ucap Elmer lagi. " chip ini hampir sama! Namun aku tak yakin " ucap Elmer lagi.
Mike mengangguk mengerti dan dia tak akan mencabut chip itu namun akan mengambil sebongkah daging dan tulang disekitar chip yang tertanam agar bisa diambil dan dibawa kesuatu tempat.
" Aslan dan paman Alexandrea pasti mengerti tentang ini! Jadi kita bawa saja '' datar Mike dan semua orang mengangguk tanda mengerti.
Malam ini para tamu undangan terpaksa dibubarkan oleh sang Lady namun tetap saja Valera memberi kebijakan dengan mengijinkan para tamu undangan nya yang berjumlah tak biasa untuk menginap di hotel-hotel miliknya.
Bahkan Remigio ikut berkontribusi dengan menyerahkan beberapa hotel yang berdiri kokoh di Perancis untuk ikut menampung para tamu undangan yang lainnya. Mereka dikawal para anak buah king yang jumlahnya tak terhitung untuk tiba di tempat tujuan.
Namun sebelum itu Aslan sudah mengaktifkan CCTV modifikasi miliknya untuk menangkap visual para tamu undangan karena mengingat perkataan Evander kala itu.
__ADS_1
********
Kini ruangan kerja pribadi milik sang Lady seakan sesak dengan hadirnya para inti dari jajaran king. Walau usia Valera dan Remigio sudah memasuki fase selanjutnya namun jiwa mafia nya masih terasa kental dalam diri mereka.
Valera dan Remigio duduk di kursi single dan saling berdampingan. Meja yang berbentuk persegi panjang itu seolah penuh di duduki oleh para jajaran king.
" Jadi kali ini siapa? apa kalian mencurigai seseorang? " ucap Remigio menatap sekumpulan para cucunya yang hanya diam menatap lurus kedepan.
" Entahlah aku tak tau! " saut Elmer datar.
" Evan! Kau mengatakan nenek memasukkan ngengat disalah satu tamu undangan? apa kau mengetahui sesuatu yang tidak kami ketahui? " ucap Valera melirik Evander dengan tajam hingga Maxim dan Isabella ikut melirik putranya itu.
Evander yang ditatap oleh semua orang menampilkan wajah polos dengan manik yang memancarkan ketidak tahuan apapun. Maxim yang melihat putranya itu hanya bisa diam seraya memikirkan sesuatu.
Perkataan Evander seolah dicerna oleh semua orang. Benar! dari mana mereka datang jika tidak digiring ? Valera memijat pelipisnya pelan dan hal itu membuat para generasi ketiga king sontak saling pandang.
" Aku bukan cenayang yang bisa memprediksi kan apapun dengan benar! hanya aku mempunyai firasat dan pemikiran ku sendiri nenek! Aslan kau bisa memberikan rekaman ulang pada semua orang agar mereka melihat hasil kerja mu itu! '' ketus Evander dan Aslan mengangguk lalu memberikan tablet miliknya pada Valera.
Valera segera menghubungkan beberapa kabel agar terpasang di layar monitornya hingga rekaman itu dapat dilihat oleh semua orang, jantung semua orang terasa berdebar dibuatnya.
Aslan remaja itu cukup lihai dalam merangkumkan beberapa cctv yang terpasang di seluruh Blue mansion hingga mereka melihat siluet Aslan yang sedang memasang sesuatu ditempat terbuka.
" lihat saja hasilnya! " ucap Aslan lagi.
__ADS_1
Mereka melihat rekaman pertama yang menampilkan kawanan serigala yang datang dari segala penjuru seperti mengelilingi mansion itu.
Dan kedua mereka melihat seekor serigala bertubuh paling besar menatap kearah dimana balkon di lantai tiga berada. Serigala itu terlihat patuh dengan pancaran maniknya yang mengunci satu objek saja.
" Apa itu? " pekik semua orang saat melihat siluet bayangan hitam berlari dengan cepat hingga tertangkap oleh kamera cctv milik Aslan! Hingga pandangan mereka terpusat oleh banyak nya orang yang berlalu lalang dengan memberikan sebuah kode serempak. Tentu saja para jajaran king mengerutkan dahinya bingung.
" Apa ada penghianat? '' gumam Thomas dengan menangkup kedua pipinya bak seorang anak muda. Semua orang tercekat saat Thomas berkata kata keramat itu di hadapan sang lady.
" Bukan! mereka bukan seorang penghianat! '' ucap Aslan ikut menimpali.
" Lalu? " picing Alexandrea sang ayah yang turut menimpali perkataan putranya.
" hmmm maaf jika kata-kata ku mungkin cukup menggelikan. Tapi lihatlah baik-baik wajah mereka nenek! Mereka melakukan nya tanpa beban maupun tertekan. Mereka melakukannya begitu saja dan itu sangat alami. Cuci otak! itu yang mereka alami. Chip itu? apa Daddy lupa '' ucap Aslan memicing pada Alexandrea lagi. " chip itu memiliki banyak fungsi selain merekam, mengendalikan, hingga merekam gelombang suara. Chip itu semacam obat narkoba yang memiliki kecanduan dan hanya patuh pada satu perintah! Namun nenek kita kalah saing, benda itu benar-benar canggih! Mereka mencuci otak hanya dengan benda yang tertempel pada pakaian mereka. '' ucap Aslan begitu semangat menjelaskan apa yang dia rangkumkan dan ketahui.
Valera dan lainnya tertegun mendengar penjelasan Aslan yang sangat lugas untuk usia remaja sepertinya. Bahkan Remigio sampai mengendurkan dasi yang terasa sesak secara tiba-tiba itu.
Para jajaran king tau jika para anak-anak mereka seperti mempunyai bakat lebih yang tidak mereka pahami sama sekali. Analisa mereka terlalu rumit untuk dipahami namun demikian para jajaran king sangat mengakui kemampuan para anak-anak nya itu.
" Jadi itu analisis mu Aslan? '' ucap Valera tegas dan Aslan mengangguk mantap. Valera hanya mengangguk dan mencoba untuk tetap tenang walaupun dalam hatinya ia ingin menembak peluru miliknya tepat di jantung mereka.
" Jangan membunuh mereka sebelum aku mendapatkan jawaban yang aku inginkan nenek! '' ucap Aslan lagi hingga lagi-lagi Valera melirik putra Alexandrea itu. Valera merasa jika Aslan seperti mengetahui apa yang ia katakan walaupun tidak terlontar.
Valera hanya mengangguk dan tersenyum tipis menatap remaja berparas tampan itu. Manik Aslan memang tidak setajam yang lainnya namun remaja itu seperti tau kapan bahaya akan mengintai. Apa Valera harus menyebutnya seperti kekuatan tersembunyi?.
__ADS_1