King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* 246


__ADS_3

Satu Bulan kemudian, Inggris waktu setempat.


Sebuah bar bertaraf internasional menjadi tempat pilihan wanita pemimpin king itu untuk bertemu dengan beberapa petinggi organisasi ORTAXS yang dipimpin suaminya hingga saat ini.


Remigio duduk berdampingan dengan sang istri yang menunjukkan wajah datar seraya menatap para anggotanya dengan tatapan penuh mengintimidasi. Sama hal nya dengan Valera yang minim ekspresi itu, pasangan iblis itu sangat cocok bak seorang dewa dan Dewi kematian karena aura yang mereka keluarkan sangat mendominasi sebagai pemimpin.


" Apakah tidak ada yang ingin yang menjelaskan ? " intonasi rendah yang dikeluarkan oleh Remigio seakan menyambut gerbang kematian. Manik hitam nya penuh misteri menatap sekelilingnya sangat meneliti.


" Apa ? bahkan aku berada disini pun tidak mengetahui akar permasalahan nya '' ucap seorang lelaki yang usianya sudah tak muda lagi.


" Begitupun dengan aku! " timpal seorang lelaki yang usianya sangat dewasa dan matang berkisar empat puluh lima tahun dengan wajah datar nya itu.


" Dengar! Meskipun aku jarang menemui atau menghadapi markas saat kalian semua sedang rapat terbuka maupun diam-diam aku tetap akan tau! Bukan nya begitu Theodore ? " ucap Remigio menimpali perkataan kedua lelaki itu dengan senyum jenaka diwajahnya yang terlihat sangat aneh.

__ADS_1


" Benar. Namun kali ini sungguh aku tak mengerti! " ucap Theodore seraya mengusap rambut yang sudah memutih dengan pelan. " Katakan saja, sebisa mungkin aku akan menjawab nya " ucapnya lagi dengan menatap tegas kearah Remigio dan juga Valera yang sedari tadi menyimak pembicaraan.


" Siapa ? siapa orang yang telah melakukan tindakan menjijikan dengan bekerja sama untuk membunuh istriku! " ucapan Remigio begitu terkesan dingin dengan penekanan rendah disertai tawa kecil dibibir nya.


Lelaki yang bernama Theodore itu menghembuskan nafasnya kasar dengan cepat lalu meneguk pelan minuman yang tersedia diatas meja secara perlahan. Beberapa petinggi ORTAXS yang datang mendadak diam namun matanya seperti menyimpan sebuah fakta didalam nya.


" Aku tidak tau..Namun jika aku boleh menyimpulkan biarkan aku berpidato sedikit untuk mengenang masa lalu '' ucapnya dan Remigio hanya mengangguk begitupun dengan Valera " Jujur awal percikan api itu muncul saat kematian Esme, Aku yang sejak itu memilih diam untuk memperhatikan semuanya ternyata membuahkan hasil tapi aku tidak yakin hingga puncaknya dimana Graceline hmm maaf " ucapnya tak enak hati namun Valera terlihat biasa saja seraya mengangguk tipis " ya tewas. Dari itu pertikaian yang ada diantara kami mulai terpecah belah hingga menimbulkan penyimpangan secara terang-terangan, bukankah mereka kau yang mengeksekusinya ? " ucap Theodore santai seraya menatap kearah sang penguasa ORTAXS itu. " Namun satu hal yang kau lupakan Remigio. Setelah kau membunuh mereka kau tidak mencari tau lagi tentang mereka hingga ke akar nya hingga muncullah dendam yang tak berkesudahan termasuk kau membunuh putra satu-satunya Graceline begitupun dengan putrinya " ucapnya menerawang jauh. " Aku, Frans dan Dexton lah yang mulai mencari tau mereka yang telah kau bunuh hingga satu fakta kami temukan rupanya salah atau diantara mereka ada yang merupakan bagian dari orang yang cukup mengejutkan. " ucapnya dan Remigio mengerutkan dahinya " Aku tau kau mengerti ucapan ku Remigio " ucap Theodore santai


" Aku membunuh mereka memang seharusnya. Tidak ada penyesalan untuk mereka yang sudah mengusik istriku meskipun mereka berasal dari organisasi yang ku pimpin " tegas Remigio. " Esme ? ckck masalah wanita itu sudah berakhir sangat lama bahkan sebelum kedua anak-anak ku lahir ke dunia ini " ucap Remigio


" Hmmm jadi, dendam masa lalu ? " ucap Valera tiba-tiba hingga pandangan semua orang beralih pada sosok wanita tangguh yang telah meluluhkan hati seorang penguasa ORTAXS. " Aku sangat paham, namun aku tak menyangka jika semuanya masih berkaitan. " sinis Valera dengan gamblang '' musuh dalam Kubu ku dan musuh dalam organisasi suamiku seakan bersatu untuk menghancurkan diriku ? sayang bukan nya itu terdengar sangat menggelikan " ucap Valera terlihat mengedipkan satu matanya seraya tersenyum menggoda. Remigio terkekeh dan mengangguk saja. Kini para manik petinggi ORTAXS hanya menatap kearah Remigio yang selalu patuh terhadap perkataan sang istri tanpa terkecuali.


" Terimakasih telah datang ke tempat ini tuan-tuan sekalian. Namun jangan bocorkan pertemuan kita disini pada siapapun. Jika aku mendengar hal ini bocor maka jangan salah kan aku jika aku yang akan menembak kepala kalian hingga hancur! " ucap Valera tegas dan semua orang hanya menghela nafas dan mengangguk kemudian.

__ADS_1


Akhinya pertemuan itu berakhir. Walaupun ini semua masih teka-teki tapi Valera seperti menemukan pencerahan dari akar masalah yang terjadi selama beberapa bulan terakhir. Untung saja gempuran terakhir yang dilakukan oleh Valera di Swedia seakan menjadi jejak terakhir dalam peperangan.


Namun hatinya tak demikian Valera yakin jika bencana yang lebih besar lagi akan menantinya dan juga menunggunya cepat atau lambat. Maka dari itu selama satu bulan ini Valera selalu disibukkan diruang kerja pribadi nya hanya untuk mencari orang-orang yang bersangkutan dengan nya dimasa lalu.


*******


" Apa!! " pekik Gloria. terkejut saat mendengar Maxim yang secara terang-terangan meminta Isabella menjadi istrinya. Dadanya mendadak kembang kempis dibuatnya " Kau terlalu jauh berfikir max ! '' ucap Gloria yang bingung seketika.


" Ada apa bibi ? apa aku tak pantas untuk putrimu? aku sangat mencintai nya '' ucap Maxim menatap Gloria lekat bahkan isabella yang berada disampingnya hanya diam saja dengan pandangan menunduk.


" Bukan seperti itu Max. Bibi tidak melarang mu untuk mendekati Isabella. Hanya saja usia kalian masih sangat muda bini takut.. " ucapnya mendadak terhenti karena Gloria merasa bingung mengucapkan nya.


" Bibi tenang saja walaupun usia kami masih muda namun aku mengerti apa yang namanya tanggung jawab. Aku tampan, kaya dan bibi tidak perlu khawatir tentang kehidupan Isabella setelah menikah dengan ku nanti. Aku bersumpah aku akan menjaga Isabella dengan baik '' ucap Maxim yang bersungguh-sungguh " dan bibi tenang saja aku tak memintanya dengan terburu-buru namun cepat atau lambat Isabella akan menjadi milikku '' ucap Maxim seraya tersenyum pada Isabella yang sedari tadi hanya diam.

__ADS_1


" Ahh baiklah. Bibi merestui hubungan kalian, namun untuk mengahadapi suami bibi sedikit sulit dan bibi berharap kau lebih bersabar nanti nya " ucap Gloria bijak dengan senyuman hangat diwajahnya. Maxim mengangguk mengerti mengingat sosok Dave yang tak mudah untuk ditaklukkan namun dirinya yakin jika Dave tak akan Setega itu untuk menghalangi kebahagian Masa depan putrinya.


Akhinya putra Ellara dan Ornaf itu merasa lega mengutarakan niat baik nya pada ibu sang kekasih walaupun ia sendiri belum berbicara secara langsung kepada Dave namun setidaknya Maxim mendapatkan restu dari Gloria untuk hubungan dirinya dan Isabella ke jenjang yang lebih lanjut.


__ADS_2