King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
season 3 ~ Dia disini?


__ADS_3

markas Aria dan Evander.


Aria menatap kedua gadis yang sudah mengenakan pakaian layaknya. Mereka nampak gugup dan terlihat ketakutan saat Aria dan Evander menatap nya lekat.


" Apa kalian takut? " ucap Aria tiba-tiba hingga keduanya sontak saling pandang dan menggeleng perlahan. " Boleh aku tau siapa nama kalian? " tanya Aria lagi.


" Aku.. Aku tidak tau.. " ucap seorang gadis yang lebih tinggi dari gadis di sampingnya itu. Aria memicing begitupun dengan Evander.


" lucu sekali " desis Evander.


" Lalu bagaimana dengan mu? " ucap Aria lagi menunjuk gadis yang lain.


" Aku.. aku....tidak jangan!! " teriak panik gadis itu seperti ingin menyerang Aria namun dengan sigap Aria menahan serangan itu hingga beberapa anak buahnya datang. " Tidak!! menjauh dariku!! " teriak nya histeris.


" Aria!! Mereka gila! " pekik Evander tak suka namun Aria diam saja.


" Nona.. Apa yang harus.. aghh!! " teriak salah satu anak buahnya saat bahunya di gigit oleh gadis yang dipengangi nya hingga Aria terkejut namun..


DUAKKKK


AGHHH


Aria mengerang kala seorang gadis bertubuh tinggi darinya justru menendang perutnya hingga Aria memundurkan langkahnya. Evander panik dan langsung ikut menyerang wanita asing itu.


DUAKKKK.


" tangkap mereka!! " pekik Evander lantang hingga para anak buah nya mengepung kedua gadis yang tampak liar itu. Aria meringis dan dengan sigap Evander membantunya. " Kau tak apa? " tanya Evander lagi.


" Tidak.. hanya saja tendangannya boleh juga " kekeh Aria. " Bawa mereka keruangan isolasi Evander. Aku yakin ada yang tak beres dengan keduanya " ucap Aria lagi dan Evander hanya mengangguk saja mengiyakan apa yang diucapkan oleh sepupunya itu.


Disisi lain Mike dam Mikael sedang berada di sebuah tempat. Ini pertama kalinya mereka pergi dengan bebas tanpa Xia dan Xei yang menemaninya. Mike dan Mikael yang menggunakan pakaian kasualnya yang sukses membuat beberapa gadis terpesona akan kedua lelaki yang mempunyai iras serupa itu.


" White coffe? " picing Mike dan Mikael hanya tersenyum remeh karena melihat raut wajah aneh dari saudara kembarnya itu.

__ADS_1


" Ini tak buruk. Cobalah '' ucap Mikael menyodorkan gelas berisi white coffe milik nya pada Mike.


" Tidak! " dengan menolak tegas Mike menggeleng keras. Dirinya tak suka dengan kopi. Namun justru Mikael menyodorkan itu padanya. " untuk kau saja.." ucap Mike lagi dan Mikael hanya mengangguk samar " Larissa dan Florian sedang berkuda di suatu tempat. Apa kau tertarik? '' ucap Mike lagi.


" Dimana? " tanya Mikael penasaran.


" dimana lagi kalau bukan Irlandia. Larissa memiliki hunian cantik di sana... Tapi... oh gila! Mereka menggunakan kapal pesiar. '' pekik Mike yang baru menyadari jika kuda kesayangan Valera ikut bersama mereka. Mikael tampak mengeryit dalam hingga tatapan nya sedikit terusik akan kedatangan seseorang yang berjalan mendekat kearah meja yang mereka tempati. Sadar akan ada hal yang aneh dengan saudara nya dengan cepat Mikael menoleh dan mendapati seseorang yang sedang berdiri dengan senyum sopan nya.


" Siapa kau? " dingin Mikael dengan raut tak bersahabat nya. Lelaki itu tersenyum dan duduk tanpa permisi membuat Mikael sontak beranjak bermaksud untuk menerjang lelaki yang tak sopan itu namun pergerakannya terhenti kala Mike menahan dan menggeleng pelan.


" Maaf atas sikap lancang ku ini. Hanya saja ada yang ingin aku bicarakan pada kalian berdua.. Aku harap kalian ingin mendengarnya '' ucap lelaki asing itu lagi berwajah serius.


" Siapa kau berani berbicara layaknya kau mengenal kami! " suara dingin Mike terdengar hingga lelaki itu hanya diam lalu tersenyum ringan.


" Tentu saja aku mengenal kalian. Karena kalian adalah putra dari wanita yang adikku cintai! " ucap gamblang lelaki itu hingga Mike dan Mikael tertegun mendengarnya. Lelaki itu menatap keduanya datar karena begitu jelas melihat jika Mike maupun Mikael mempunyai wajah serupa dengan Gabriel. Tak sadar dadanya bergemuruh dan bergejolak hebat saat mengingat masa lalu dimana tubuh adiknya terpotong dan dimasukkan kedalam kotak peti menyerupai sebuah kado yang terlihat sangat mahal.


" Lalu? " dingin Mikael kembali terdengar.


" Bagaimana dengan kabar ibumu? apakah dia baik-baik saja? " tanya lelaki itu lagi dengan tenang.


Lelaki itu terkekeh dengan pandangan menunduk dan mengusap hidungnya yang tak gatal. " Aku hanya bertanya? Karena aku mengenal baik Alexa! '' imbuh lelaki itu lagi.


" Pergi! " ucap Mike tiba-tiba hingga lelaki asing itu mendelik dan menatap Mike dengan lekat " pergi! " ucap Mike lagi jamuan lelaki itu bergeming seolah tak mendengarkan ucapan Mike yang telah mengusir nya. Sadar akan lelaki itu yang tak kunjung beranjak dengan cepat Mike bangkit diikuti oleh Mikael hingga langkah mereka kian cepat.


Sulit sekali untuk mendekati mereka! Gabriel.. lihatlah aku pastikan kau akan hancur ditangan kedua putramu!. Batin lelaki itu menatap kepergian Mike dan Mikael dengan dendam.


********


Larissa dan Florian kini sedang menikmati suasana senja di kapal pesiar wisatawan yang akan membawa mereka menuju suatu tempat keindahan alam yang tersembunyi. Walau pun kapal pesiar ini milik kakek nya asyur tapi tetap saja mereka menggunakan nya seperti yang lain dengan cara menyewa hingga mereka harus bergabung dengan beberapa wisatawan lainnya disini.


" Ckck. Berhenti untuk meminum itu Larissa! " kesal Florian saat melihat sepupunya terus meminum red wine dalam jumlah yang banyak. Entah mengapa Florian merasa jika Larissa sedikit berbeda.


" Flo.. Kau tenang saja aku tidak akan sampai mabuk. " imbuh Larissa kesal.

__ADS_1


" Ya baiklah. Lebih baik kita masuk lihatlah udara semakin dingin disini... Ingat ini sudah masuk musim dingin dan aku mengikuti kegilaan mu untuk berkuda." ucap Florian lagi hingga Larissa terkejut dan melihat Florian yang acuh. Benar ini musim dingin tapi entah mengapa Larissa ingin sekali berkuda di suatu tempat.


Akhirnya Larissa dan Florian kembali kedalam kabin mereka hanya untuk beristirahat karena diperkirakan jika mereka akan tiba besok malam. Sebenarnya Florian merasa malas jika harus menggunakan kapal pesiar karena memakan waktu yang cukup lama, namun melihat Larissa yang membawa Morsi mau tidak mau Florian ikut untuk menemaninya.


KLEKKK


Larissa tertegun saat menghidupkan lampu di kabin miliknya, matanya melebar saat melihat seseorang yang sedang duduk ditepi ranjang sedang menatapnya lembut. Larissa tergugu dibuatnya.


" Ba..bagaimana bisa kau berada disini? " ucap Larissa gugup saat melihat jika lelaki itu berjalan semakin mendekat kearahnya.


Greppp


" Xavier Wang! " teriak Larissa lantang saat lelaki itu memeluk dan menarik pinggangnya sedikit kasar hingga wajah mereka saling berdekatan dengan hembusan nafas yang saling menyapu permukaan wajah.


" shutt! jangan berteriak sayang. Nanti ada orang yang mendengarnya. Bagaimana bukankah ini kejutan? " ucap Xavier lagi jamuan Larissa bergeming dan tak menjawab.


" Apa yang kau lakukan disini tuan Xavier? " dingin Larissa hingga Xavier tersenyum kecil dibuatnya. Rupanya Xavier menertawakan kebodohan dari Larissa yang di klaim wanita milik nya itu. Bagaimana bisa dia berada disini? tentu saja Xavier mampu. " Berhenti disitu! " pekik Larissa kesal jamuan Xavier menyeringai tak perduli.


greppp


" Gunakan tangan ini untuk menyentuh tubuh ku saja sayang.. Kau tak ku perbolehkan untuk berbuat kasar padaku. Apa kau mengerti? " ucap Xavier berbisik lirih hingga nafas hangat dan aroma mint yang menyeruak dari mulut Xavier mampu membuat Larissa memejamkan matanya perlahan.


" Emmppt.." erang Larissa saat benda kenyal itu menyentuh bibirnya dengan ganas. Larissa terkejut dan berusaha untuk berontak namun pinggung dan kakinya terhimpit oleh tubuh kekar Xavier.


" Ayo kita nikmati " ucap Xavier menatap manik Larissa yang sedang menatap nya dengan tajam. Larissa terdiam seolah tak mampu untuk menolak hingga Xavier melanjutkan aksi nya dengan gerakan lembut. Kedua insan yang belum lama mengenal itu larut dalam romansa yang memabukkan.


Xavier tersenyum dan bersorak dalam hati saat tautan bibirnya dibalas oleh wanita angkuh dihadapannya. Xavier akui bahwa pesona seorang Larissa Dutton mampu memporak-porandakan dunia nya yang kelam. Bertemu dengan wanita yang memiliki dunia sama hingga Xavier rasanya harus bersyukur atas anugerah Tuhan karena telah mempertemukan dirinya dengan Larissa.


" Kau sangat manis sayang jika seperti ini " ucap Xavier saat mereka melepaskan tautan bibirnya karena Larissa yang sudah kehabisan pasokan oksigen nya. Larissa memalingkan wajahnya karena malu telah membalas ciuman memabukkan itu. " Jangan berpaling seperti ini. " ucap Xavier seraya menyentuh telapak tangan Larissa dan membawa ke dada bidang miliknya. " Kau merasakan nya? " tanya Xavier lirih dan Larissa diam saja.'' dada ini hanya berdetak karena kau saja Larissa. Mari kita saling mengenal satu sama lain mulai detik ini..'' ucap Xavier penuh perasaan hingga Larissa terbuai dan tanpa sadar terus memandang paras rupawan lelaki asing dihadapannya ini.


Tubuh mereka saling berdekatan dengan tangan Xavier yang memeluk tubuh Larissa begitupun dengan Larissa yang mengeluhkan kedua tangan nya di pundak Xavier.


" hmm aku setuju. Mari kita saling mengenal satu sama lain tuan Xavier. Aku cantik dan pintar begitupun dengan dirimu yang tampan maka tak ada pilihan untuk diriku menolak pesona mu '' ucap Larissa hingga terdengar gelak tawa dari Xavier karena wanita dihadapannya itu sedang memujinya.

__ADS_1


" Jika begitu kau resmi menjadi wanitaku nona Dutton " ucap Xavier posesif dan Larissa mengangguk penuh arti hingga mereka melanjutkan lagi ciuman memabukkan itu dengan saling menyentuh.


__ADS_2