
England, Waktu setempat.
Malvin baru saja tiba kediaman George yang berada di England setelah satu Minggu ia kembali ke Prancis untuk melihat keadaan Madeline seraya menemani Madeline mengunjungi dokter kandungan. Usia kandungannya hampir menginjak tiga bulan dan ia belum juga menikahi Madeline karena keadaan.
" Dimana George ? " tanya Malvin pada salah satu anak buah yang berjaga dikediaman sederhana yang jauh dari keramaian milik George.
" Tuan George sedang berada di halaman belakang tuan. " ucapnya sopan dan Malvin hanya mengangguk kecil lalu menuju jalan belakang yang terdapat sebuah danau buatan dengan kebun mawar disekelilingnya.
George tampak serius dengan benda berbentuk pipih itu, manik birunya tidak menyadari keberadaan Malvin disana. Secangkir teh dengan aroma melati tersedia diatas meja menemani sore hari yang sangat sejuk dengan semilir angin yang menenangkan.
" Kapan kau datang ? " bingung George saat melihat Malvin tiba-tiba duduk dihadapannya dengan bertumpu kaki dan tersenyum lebar. George menatap heran pada Malvin yang tampak memancarkan wajah bahagianya. " Ada apa dengan wajah mu ? " Picing George dengan menyeruput teh nya dengan elegan.
" Aku hanya tampak bahagia setelah bertemu dengan wanitaku. Kau tau kandungan nya baik-baik saja sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah. Sungguh-sungguh menjadi seorang ayah " ucapnya dengan senyum mengembang dengan membayangkan hal-hal bahagia lainnya bersama dengan Madeline.
" Aku turut bahagia mendengarnya. Jaga dia baik-baik Malvin apalagi kini ia sedang mengandung anak mu. Pasti musuh di luar sana akan mengincar mereka sebagai kelemahan mu " ucap George memperingati sahabatnya itu dan Malvin tersenyum tapi mengangguk kemudian. " Dan apa kau tau. Aku mendapatkan kabar mengejutkan dari mata-mata ku di Gold mansion perihal Athena. Berani nya dia mencium Alland. " kesal George dan Malvin termenung mendengar perkataan George.
" Mencium ? Maksud mu mencium bibir " ulang Malvin dan George mengangguk cepat " oh gadis itu benar-benar. " ucap Malvin menggeleng kepala nya pelan.
" Aku akan memberikan hukuman untuk nya nanti " ucap George lagi dan Malvin seketika tertawa kecil mendengar nya. Hukuman ? Athena tipikal gadis yang tak takut hukuman terbukti saat usianya masih lima tahun Athena sudah banyak membuat ulah dengan memecahkan beberapa barang mahal milik kakek nya itu. Bukannya merasa bersalah justru gadis kecil itu hanya tersenyum polos dan acuh " Kau tau. Athena gadis itu semakin tak terkendali Malvin " gumam George dengan menatap lurus kedepan.
" maksud mu ? " bingung Malvin.
" Entahlah. Aku tak mengerti. Kau bisa menilainya sendiri. Sifatnya jauh berbeda dengan mamih, justru Athena lebih dominan dan tak ingin terkekang. Hanya satu senjata ampuh nya yaitu ayah nya sendiri. Gadis itu akan lemah jika ayahnya sudah berbicara. " ucap George namun terselip senyum kecil diwajahnya itu.
" uncle Remi. Hmmm Athena akan patuh pada ayahnya namun jika dengan ibunya ia seperti bertolak belakang. " ucap Malvin lagi dan George hanya terkekeh pelan membayangkan wanitanya yang mempunyai jiwa pemberontak." Lalu bagaimana dengan wanita itu ? '' tanya Malvin lagi mengalihkan topik pembicaraan.
'' Dia ada disebuah kota kecil. Aku sudah menyebarkan para anak buah ku ditambah dengan anak buah Daddy untuk memblokir akses keluar masuk nya negara ini. Dia terpojok tapi aku tak boleh gegabah. Mungkin dia telah mempunyai rencana lain untuk menyambut serangan ku nanti. '' smirk George dengan mata yang tajam seraya menampilkan senyum samar nya. Malvin terdiam memikirkan kemungkinan sambutan yang akan terjadi nantinya. Benar kata George dirinya tak boleh gegabah.
Sedangkan disisi lain Alland dan lainnya sibuk mencari Athena yang mengejar seseorang entah kemana. Kenneth terlebih dahulu dibawa oleh anak buah king karena peluru yang bersarang di tangannya harus segera dikeluarkan.
__ADS_1
Samuel meneliti jalanan yang gelap gulita tanpa ada penerangan kecuali lampu mobil yang menyorot sekitarnya. Hutan ? Bahkan mereka hampir memasuki daerah hutan terlarang karena Brandon menemukan jejak motor disekitarnya.
" Kita tak mungkin masuk kedalam bukan ? " Picing Samuel menatap Brandon yang duduk disamping kanan nya sedangkan Alland hanya fokus menyetir.
" Entahlah. Tapi bagaimana jika nona Athena berada disana ? " gumam Brandon lagi dan Samuel terlihat mengacak-acak rambutnya sendiri merasa bingung dengan situasi nya saat ini. Valera telah memberikan ultimatum nya kepada jajaran king untuk tidak memasuki kawasan itu.
SWINGGG
DODODODOR!
" oh shitt. Apa itu !! " pekik Samuel terkejut karena mereka mendengar suara Selongsong senjata dari jarak yang cukup bahkan percikan api terlihat di langit-langit malam yang sunyi. " Apa yang akan kau lakukan Alland !! " pekik Samuel lagi saat mobil mereka menerobos masuk kedalam kawasan hutan terlarang. Brandon terperangah begitupun dengan Samuel. " hentikan !! " pekik Samuel lagi.
" Diam!! " teriak Alland karena ia merasa jika Samuel sangatlah berisik " Apa kau akan membiarkan nona Athena dalam keadaan bahaya didalam sana huh ? " ucap Alland lagi.
" Apa maksud mu membiarkan kak Athena dalam bahaya !! kau tak mendengarkan apa yang aunty Valera katakan Alland. " dingin Samuel menatap tajam punggung Alland.
BRAKKKKKK
" sial!! " umpat Alland geram dengan memukul setir kemudinya.
" Ini semua salah mu " dingin Samuel dan Alland langsung menatap tajam kearah Samuel dengan marah. Brandon hanya bisa diam tak memperdulikan perdebatan yang terjadi diantara mereka. Ia sibuk melihat segerombolan orang yang datang dengan senyap dari sisi kanan nya.
ohh shitt. Kita terjebak ! . Batin Brandon.
" Keluar!! " bentak Alland kepada Samuel.
" Kau yang seharusnya keluar! ini mobil ku!! " ucap Samuel tak kalah tajam menatap Alland bak seorang musuh.
" Diam lah. Kita terjebak " ucap Brandon tiba-tiba sedangkan keduanya hanya diam dan mulai memperhatikan jika diluar mobil mereka terdapat beberapa orang yang menodongkan senjatanya.
__ADS_1
Samuel berdecih kesal sedangkan Alland hanya diam dengan sorot mata yang tajam. Suara Selongsong senjata kembali terdengar di atas sana. Kawasan hutan terlarang memang menuju akses sebuah bukit yang tak banyak diketahui oleh sebagian orang.
PRANGGG
kaca mobil itu tiba-tiba dihancurkan begitu saja oleh seseorang sehingga Alland sontak melindungi wajahnya seketika. Samuel dengan cepat menyelipkan senjata didalam semvak nya itu hanya untuk berjaga-jaga.
" Out!! " ucap seseorang diluar sana. Mau tak mau Alland, Samuel serta Brandon keluar dengan wajah malas nya. " siapa kalian ? " dingin nya lagi.
" Kami salah satu jajaran king. " ucap Alland tenang dan orang yang bertanya didepannya itu hanya mengerutkan dahinya pelan. lalu meneliti wajah Alland dengan begitu intens.
" your name? " Picing nya lagi.
" Alland " tegas Alland dengan wajah yang datar tanpa ekspresi.
BUGHHHHHH
uhukkk
Alland tersungkur dengan darah yang keluar dari mulut akibat pukulan kuat diarea perutnya. Brandon yang hendak menolong langsung menghentikkan langkahnya karena moncong senjata tepat di kepala nya. Samuel hanya menatap dengan diam walaupun kondisinya juga terancam.
" Apa yang kau lakukan sialan !! '' pekik Alland marah namun belum juga berdiri lelaki berkulit putih itu kembali dihadiahi pukulan diwajahnya hingga Alland kembali terhuyung ke tanah.
" Berani sekali kalian memasuki wilayah ini !! walaupun kau bagian dari king. Namun aku tetap saja tak memberikan ijin siapapun untuk datang ketempat ini! '' ucap lelaki itu dengan tegas menatap Alland, Brandon secara bergantian. Lalu tatapannya beralih pada Samuel yang sedari tadi diam ditempat. " Samuel Dutton " ucap lelaki itu lagi hingga Samuel memicingkan maniknya menatap lelaki itu dengan tatapan penuh tanda tanya. Dia mengetahui namanya ? benar kah itu. " Untuk apa anda disini tuan muda ? '' ucap nya lagi.
" Aku ? " ucap Samuel menunjuk dirinya sendiri dengan bingung dan linglung. " Aku hanya..
BUGHHHHHH
Ucapan Samuel terhenti karena Alland bangkit dan justru memukul kembali orang yang telah memukul nya sontak aksi Alland mendapatkan kecaman dari lainnya. Tubuhnya berontak saat tangan-tangan kekar itu memegangi tubuhnya erat. Alland tak mau diam dan justru kembali memukul salah atau dari mereka.
__ADS_1
DORR