
" Mom kau tak apa? " ucap seorang pemuda berpakaian santai yang hanya memakai kaos serta celana pendek berwarna hitam. Wanita yang di panggil mom itu tersenyum dan mengusap lembut pipi putranya. " Menangis lagi? " tebak pemuda itu.
" Mike " ucap wanita itu tersenyum. " Kenapa kau berada disini? bukankah acara sedang berlangsung? " tanya wanita itu lagi.
" Ya. Tapi aku melihat mommy melamun disini " ucap pemuda itu yang dipanggil Mike.
" Maaf. '' ucap wanita itu lagi. " Dimana Mikael ? " tanya wanita itu lagi.
" Aku disini mom? " ucap suara seseorang yang tiba-tiba hingga wanita itu tersenyum menatap putra keduanya. Mike dan Mikael adalah buah hatinya.
" Maaf karena mommy kalian tidak bergabung dengan saudara dan saudari kalian disana. Sungguh mommy tak ingin mengganggu kalian '' ucap wanita itu lagi.
" Tidak apa mom! Kami lebih baik menemani mommy saja disini. Aku tau mommy merasa tak nyaman jika bergabung dengan mereka terlebih jika harus bertemu dengan lelaki itu! bukan begitu mom? '' ucap Mike dengan memicingkan kedua matanya menatap sang ibu.
Wanita itu bergeming dan tak menjawab pertanyaan putra nya itu maniknya menoleh kearah lain saat tatapan manik mereka bertemu satu sama lain.
Bahkan kalian berdua begitu mirip dengan nya!. Batin wanita itu lagi.
" Alexa!! " panggil seseorang hingga wanita yang diyakini Alexa berbalik seketika.
" Aisley! " ucap Alexa lirih dan Aisley berlari segera memeluk erat tubuh Alexa. Kedua wanita itu saling berpelukan satu sama lain dengan tangis yang memecah keheningan.
" Kenapa baru sekarang kau datang! " ucap Aisley lagi.
" Maaf. " cicit Alexa yang tak bisa berkata apa-apa selain kata maaf.
Mike dan Mikael hanya diam dan menyaksikan ibu dan bibinya yang saling berpelukan menumpahkan rasa kerinduan yang begitu sangat mendalam.
Entah apa yang terjadi dengan sang ibu hingga memutuskan untuk hidup terasing dan jauh dari keluarga serta kerabat lainnya. Untung saja sang paman selalu menyempatkan diri untuk datang sekedar melihat keadaan mereka.
" Kenapa kalian Disini? pergi dan bergabung lah dengan yang lainnya. Bibi ingin berbicara dengan ibu kalian! " ucap Aisley menatap tajam kedua putra kembar Alexa. Mike dan Mikael saling pandang hingga akhirnya mereka mengangguk dan berlalu pergi.
__ADS_1
Alexa menatap kepergian kedua putranya hingga menghilang dari pandangan. Aisley segera menarik tangan Alexa untuk duduk di kursi balkon seraya menatap hamparan bunga wisteria yang bermekaran indah.
Alexa mengusap air matanya yang jatuh tanpa permisi. Aisley wanita itu menatap intens Alexa dari atas hingga bawah. Tubuhnya yang tak lagi berisi kini terlihat jauh lebih kurus dengan cekungan dan lingkar mata yang terlihat sedikit menghitam. Namun tetap saja seorang Alexa masih terlihat sangat cantik dengan rambut panjangnya yang tergerai sangat indah.
" Jadi.. dimana selama ini kau tinggal ? " ucap Aisley lagi memulai pembicaraan agar tak terasa kecanggungan yang tercipta.
" Indonesia. Aku tinggal disana " ucap lirih Alexa.
" pantas saja Alex terlihat sering mengunjungi negara itu. Awalnya kami semua berpikir kau berada disana namun Alex menegaskan jika kau tak berada disana. Jadi Indonesia! " ucap aisley lagi dan Alexa semakin tertunduk dalam diamnya. " mengapa tak membiarkan kami untuk mengetahui keberadaan mu Alexa? " ucap Aisley lagi menatap Alexa yang masih setia menundukkan wajahnya. Sungguh ini bukan hanya seorang Alexa yang dia kenal. Menundukkan wajah adalah hal yang paling tidak mungkin dilakukan oleh seorang Alexa.
" Aku hanya tidak ingin dia mengetahuinya. " ucap Alexa lagi dan Aisley terkekeh mendengarnya.
" Aku mengerti perasaan mu Alexa. Namun menghindar dari masalah bukan jalan yang pantas kau ambil. Alexa yang ku kenal tidak seperti ini kau terlihat sangat lemah dimata ku! " cibir Aisley lagi hingga Alexa sontak menoleh dan menatap Aisley dengan tajam.
" Aku masih Alexa yang dulu! " ketus Alexa lagi seolah tak terima dengan perkataan Aisley.
" Jadi? " ucap Aisley lagi.
" Termasuk bertemu dengan Gabriel? " pancing Aisley lagi dan Alexa diam bergeming namun tangannya terkepal erat sempurna.
Ingatannya kembali ke masa lalu dimana hati dan perasaannya hancur berkeping-keping. Dirinya dijebak dengan cara yang begitu sangat halus. Bahkan ibu dan ayahnya sampai tak mau melihat dirinya lagi hingga dengan tega diasingkan begitu saja.
perasaan Alexa saat itu benar-benar hancur dan rapuh bahkan untuk berdiri pun rasanya Alexa tak sanggup. Hanya Alexander yang masih mau menatapnya walaupun kakak nya itu kecewa dan pada akhirnya luluh karena melihat penderitaan adiknya.
Tak hanya disana bahkan Alexa yang kala itu sedang mengandung benih dari Gabriel merasa di campakkan karena Gabriel tak mengakui dan menuduh jika anak yang dikandung Alexa bukan darah dagingnya. Marah dan kecewa tentu saja Alexa rasakan secara bersamaan.
" Aku akan mengatasinya! " ucap Alexa dengan tegas dan Aisley tersenyum menanggapi.
Sedangkan disisi lain Mike dan Mikael yang sedang bergabung dengan para saudaranya harus dikejutkan dengan kedatangan seorang lelaki yang memiliki wajah sama persis dengan dirinya.
Mikael dan Mike setuju untuk pergi dari sana tanpa berkata apa-apa hingga Gabriel nekat mengejar si kembar hingga pandangan Zizi dan lainnya menatap kearah mereka.
__ADS_1
" Mike! Mikael! tunggu biarkan daddy bicara sebentar saja! " ucap Gabriel lagi namun si kembar tak menghiraukan perkataan Gabriel sana sekali. " Hanya sebentar! " pekik Gabriel lagi.
" Katakan apa yang kau ingin katakan! Setelah itu menjauh dari kami! " ucap Mikael tanpa menoleh sedikit pun kebelakang. Gabriel yang mendengar itu merasa sesak di dadanya dan tersenyum dengan getir. " Dua menit dimulai dari sekarang! " tegas Mikael.
" Daddy... Daddy merindukan kalian berdua. " ucap Gabriel tanpa ragu hingga si kembar kompak berbalik dengan tersenyum remeh. Gabriel menatap manik si kembar dengan lekat tak ada kehangatan ataupun rasa hormat untuk dirinya.
" lucu sekali..Rasanya aku ingin tertawa keras saat ini. Namun aku sadar itu tak sopan " ucap Mike menimpali. " siapa yang kau sebut dengan Daddy tuan Gabriel! " ucap Mike lagi dengan dingin dan sorot mata yang tajam seolah siap membunuh. Gabriel terdiam seakan tak bisa berkata apa-apa lagi. " Daddy? sungguh kata-kata itu sangat menggelikan untuk ku. Mikael apa kau tak merasa asing dengan sebutan itu? " ucap Mike menatap kembaran nya.
" Sangat! Sangat asing! " saut Mikael lagi.
" Maaf. Hanya itu yang ingin Daddy katakan pada kalian berdua. " ucap tiba-tiba Gabriel
" Jangan menyebut dirimu dengan sebutan Daddy seolah-olah kami ini anak mu tuan Gabriel! Kami tak memiliki ayah dan kami hanya memiliki mommy! Jika kau masih menyebut mu dengan sebutan itu lagi maka aku tak sungkan untuk melepaskan peluru ku tepat di jantung mu! " ucap Mikael bengis lalu berbalik dan pergi dari sana diikuti oleh Mike yang tak berbicara sepatah katapun.
Gabriel terkejut mendengar ucapan Mikael yang tampak berani. Sorot manik itu sama persis dengan dirinya Mike dan Mikael mewarisi semuanya dari seorang Gabriel Harson.
Gabriel mematung dan menatap kedua pemuda dengan ciri serupa itu hingga menghilang dari pandangannya. Rasa bersalah seketika bergelayut di hatinya, sesak sangat sesak bahkan Gabriel seperti tak dianggap oleh kedua nya.
" Kau harus Sabar Gabriel. Mereka berdua keras kepala sepertimu. Namun bedanya mereka sangat susah dibujuk. " ucap Zizi yang tiba-tiba datang menepuk bahu Gabriel pelan.
" Mom " ucap sendu Gabriel.
" Sabar itulah kuncinya. Mereka ada dari rasa cinta dan kasih namun sayang mereka terlahir dari rasa dendam dan benci dari ibunya. Jadi kau harus berjuang jika ingin memiliki Alexa kembali disisi mu! " ucap Zizi lagi dengan tegas dan Gabriel hanya mengangguk tanpa suara. " Biarkan mereka terlebih dahulu tanpa kau mengganggunya. Buat mereka nyaman berada disini " ucap Zizi lagi.
" Sebisa mungkin aku akan ingat perkataan mu mom! " ucap Gabriel lagi. " dimana Lucy? " ucap Gabriel kala mengingat gadis kecil nya itu.
" Dia sedang bersama dengan ayah mu. " ucap Zizi lagi. " sebisa mungkin kau harus adil pada anak-anak mu Gabriel! " ucap Zizi lagi.
" Aku mengerti Mom! " ucap Gabriel lagi dan Zizi tersenyum lembut lalu keduanya pergi dari sana dengan langkah beriringan tanpa mereka sadari jika seseorang mendengar percakapan keduanya dengan hati yang teriris pilu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
( Revisi untuk bab ini done yah. Selamat membaca ☺️ )