
Taman belakang markas utama.
Terlihat sebuah gazebo mewah nan luas berdiri kokoh menghadap langsung padang rumput yang sangat luas, wajah-wajah dingin seakan berkumpul membentuk sebuah lingkaran dengan dus buah laptop diatas meja.
" Blue mansion ini milik siapa ? " tanya Elena bingung.
" Entahlah aku juga tak tahu, namun tidak bisakah kita mengintainya ? sinyal milik Noe berakhir di titik ini " ucap Zizi seraya menunjuk kesebuah layar yang telah ditandai berwarna kuning.
" Apa Maxim berada di mansion ? " tanya Dave menatap Ellara lekat namun istri dari Ornaf itu menggeleng tegas demikian.
" nihil " gumam Ornaf menjawab pertanyaan Dave.
" sebenarnya mereka kemana ? apa kalian tak berpikir jika mereka melakukan ini dengan sengaja " timpal Syina seraya memainkan ponsel milik nya.
Semua orang diam satu sama lain, perkataan Syina ada benar nya juga mereka menghilang secara bersamaan bahkan tak ada seorang pun yang mengetahuinya. Thomas justru berfikir jika para generasi sedang merencanakan sesuatu yang mereka tak ketahui.
Akhirnya siang itu Zizi ditemani Syina dan juga A salah satu anggota Black woman untuk pergi mengintai Blue mansion yang diyakini tempat terakhir Noe berada, bahkan Vyan tak mengetahui jika kedua putranya ikut menghilang.
Sebuah mobil Van yang dilengkapi senjata mumpuni telah siap untuk membawa mereka pergi, perjalanan hampir memakan waktu kurang lebih dua jam karena tempat itu cukup dekat dengan landasan milik seseorang, namun zizi tampak bingung saat ia melihat sebuah jet pribadi yang cukup dikenal nya.
" hmm seperti milik Gabriel " ucap Syina yang menatap jet pribadi yang mereka lihat dengan tatapan heran sekaligus bingung. Zizi tak kalah bingung namun ia tak mau memikirkan hal itu kemungkinan besar seseorang memiliki benda yang sama imbuhnya.
CKITTTT
Zizi, Syina, dan A terkejut karena sang sopir tiba-tiba menghentikan mobilnya secara mendadak. Enam orang wanita muncul dan menghadang jalan mereka padahal menurut Zizi ini belum kawasan Blue mansion.
dok dok dok
Salah satu dari mereka mengetuk kaca mobil dengan garang. Zizi mengembuskan nafas nya kasar begutupun dengan Syina.
DUAKKK
" oh " kejut A saat Zizi membuka pintu mobil dengan kasar hingga wanita asing itu terjungkal dan merintih kesakitan. Sontak aksi itu membuat wanita asing lainnya bereaksi namun Syina dan A melakukan gerakan cepat.
__ADS_1
SHOTTT
JLEBBB
kaku para wanita itu kaku dan menatap Syina serta A dengan pandangan sayu, namun detik kemudian mereka ambruk di tanah dengan tak sadarkan diri. Zizi memeriksa salah satu dari mereka untuk mencari sesuatu namun hanya sebuah lencana berbentuk persegi dengan seekor serigala dan seorang wanita yang membawa tongkat yang menjadi gambarannya.
'' hmm bukankah ini lambang milik Isabella '' gumam zizi, lalu ia menatap Syina dan A seketika '' mereka sungguh nakal !!! Apa kalian berdua sepemikiran dengan ku ? '' kiri Zizi dan Syina maupun A mengangguk mantap.
Akhirnya mereka kembali kedalam mobil dan melanjutkan perjalan. Kali ini mereka akan menggunakan tembakkan bius untuk melumpuhkan orang-orang yang menghalanginya, dan benar saja segerombol lelaki datang dan menghadang mobil dengan persenjataan lengkap yang dikenali oleh Zizi maupun Syina. Gabriel and Kenneth industri !!
SHOTTT
JLEBBB
DODODODOR !!
" sial mereka justru memberondong nya dengan peluru. Lihat saja akan ku jewer telinga para bocah tengik itu " gerutu Syina yang justru merunduk karena menghindar dari peluru nyasar.
DODODODOR !!
AGHHH
Zizi keluar dengan penuh percaya diri dan waspada bagaimanapun mereka hanya akan mendengarkan perintah sang tuan bukan perintah orang asing. Dan Zizi percaya salah satu dari mereka adalah anak buah sang putra sulung.
" Siapa kalian ?? datang dan membuat kekacauan " dingin suara seorang wanita, Zizi langsung melirik orang yang sedang mengeluarkan ultimatum nya.
" Gabriel !! " dingin Zizi sontak mereka semua saling berpandangan satu sama lain Sebelum salah satu dari mereka menurunkan senjatanya dengan wajah pucat dan bergetar. " buka gerbangnya atau ku ledakkan !! " ancam Zizi dengan nada yang penuh penekanan seolah perkataan nya tak mau di langgar.
" Tidak !! " pekik seorang wanita lagi.
DORRR
AGHHH
__ADS_1
" terlalu berkelit " ucap sisi santai.
" nyo..nya " ucap seorang lelaki dengan nada bergetar saat berkata nyonya. " Buka gerbang nya !! Ibunda tuan muda Gabriel berada di sini " teriak lelaki itu pada akhirnya dan sontak mereka yang mengacungkan senjata saling pandang dan pada akhirnya menurunkan senjatanya masing-masing. Zizi tersenyum miring rupanya ada yang mengenali sosok nya itu.
Gerbang megah itu dibuka dan semuanya masuk termasuk Zizi, Syina dan A. lagi-lagi mereka tertegun saat melihat Blue mansion dari jarak dekat sungguh indah layaknya sebuah negeri dongeng yang memiliki istana kristal yang begitu sangat indah.
Biru sapir ? pantas saja dinamakan Blue mansion karena keseluruhan bangunan megah ini berwarna biru berkilau namun Zizi merasa ini terlalu mencolok.
" Dimana Gabriel ? " ucap Zizi kepada salah satu dari mereka namun hanya gelengan kepala yang Zizi dapatkan. " Siapa di dalam ? " tanya Zizi lagi.
" tuan muda Alex yang berada di dalam nyonya " ucap nya dengan lugas.
" Alex ? Alexandrea " ulang Syina dan lelaki itu mengangguk " dasar para kecoa tengik rupanya merek bersembunyi disini dan membuat semua orang panik bukan main. Awas saja akan ku beri pelajaran anak-anak nakal itu " kesal Syina lagi.
******
" Kalian mengganggu pekerjaan ku " ucap Alexandrea santai setelah Syina berteriak murka memanggil nama nya dan pada akhirnya Zizi maupun Syina dan A mendobrak sebuah pintu yang diyakini keberadaan putra Elena itu berada.
" Dasar kalian para bocah !! " kesal Syina lagi seakan tak puas meluapkan amarahnya.
" aku bukan bocah aunty. Bahkan aku membunuh banyak orang diusia muda ku ini " smirk Alexandrea dengan bangga hingga Syina yang hendak melayangkan protes nya dibuat bungkam tak berkutik.
" sudahlah !! " ucap A melerai " Apa pekerjaan mu berat ? lalu dimana yang lainnya " ucap A seraya mendekat kearah pemuda dingin yang sedang asyik berkutat dengan dunia nya sendiri. A menatap seksama sebuah layar monitor dengan ukuran besar dimana muncul nya titik-titik hijau dengan inisial yang A kurang pahami itu bergerak secara bersamaan.
" Mereka sedang melakukan misi " ucap Alexandrea lagi dengan santai.
" misi apa ? " cemas Zizi yang mendudukkan diri nya di kursi single yang tak jauh dari Alexandrea.
" Kenapa aunty ingin tahu ? ini misi kami " protes Alexandrea lagi namun detik kemudian lelaki itu menjerit kala telinganya menjadi incaran Syina. " ahhh lepaskan. Mereka sedang melakukan misi nya. Hanya itu " kesal Alexandrea.
" Bicara yang jelas Alex " ucap A
" apa yang harus aku jelaskan " ucap Alexandrea.
__ADS_1
" Semuanya !! " tegas Zizi terkesan dingin menatap putra Elena dan Ed dengan tajam. Alexandrea menghembuskan nafasnya kasar, inilah yang ia tak sukai jika para petinggi king mengetahui semuanya maka hal merepotkan akan terjadi.
Alexandrea menceritakan nya dengan lugas singkat dan terkesan rinci hingga Zizi tertegun karena para anak-anak nya terlibat misi yang sangat membahayakan nyawanya, setelah menjelaskan hal itu Alexandrea kembali berkutat tanpa menghiraukan ketiga orang dewasa yang sedang bungkam dengan seribu bahasa.