
" Hua Daddy! " Isak Larissa saat melihat ayahnya yang berjalan dengan wajah panik. Kenneth segera menghampiri putri nya itu. " Lexi! Dia.. hiks '' isak Larissa lagi hingga Aria dan Evander memijat pelipisnya pelan.
" Apa kau tak apa-apa ? ada yang terluka? '' panik Kenneth seraya memutar tubuh Larissa untuk melihat apakah ada luka yang bersarang di tubuh putrinya itu. Namun Larissa gadis itu semakin terisak dan memeluk erat tubuh sang ayah hingga Kenneth membalas pelukan putrinya itu. " Tak apa Daddy bisa membeli nya lagi untuk mu '' ucap Kenneth tapi Larissa hanya menggeleng tidak mau.
Kabar penyerangan kedua yang terjadi benar-benar membuat para jajaran king terkejut bukan main. Setelah mansion Athena dan George di gempur habis-habisan kini arena milik king ikut menjadi sasaran kedua.
Para mayat yang berserakan sudah dibersihkan oleh para anak buah king beberapa jam yang lalu. Mereka mengumpulkan nya pada sebuah bak truk dan siap dikirim menuju kediaman Hugo di piana.
" Kalian tak apa ? " tanya Alland yang datang dengan Brandon bersama dengan beberapa anak buah king lainnya. Aria dan Evander hanya menggeleng serempak membuat kedua lelaki matang itu menghela nafasnya lega. " Siapa yang membuka kandang mereka ? '' tanya Alland lagi.
" Aku! '' ucap Aria datar dan Alland mengeryitkan dahinya pelan. Pasal nya para hewan yang dilatih oleh dirinya dan juga Brandon sangat agresif dengan orang lain selain pada pelatihnya. Namun kini justru mereka seperti tak terusik dengan kehadiran orang baru. " insting ku mengatakan jika aku harus meloloskan mereka dan see! para hewan lucu itu terlihat lebih menurut dengan kami! Buktinya mona dan Sammy mematuhi ucapan Larissa untuk mengoyak kaki si penyusup itu. Bagaimana paman ? kami hebat bukan ? '' kekeh Aria dengan senyum polos nya membuat Alland dan juga Brandon hanya tersenyum kikuk menanggapi.
" Baiklah ayo kita pergi dari sini. Nyonya Valera menugaskan Kami untuk menjemput dan mengawasi kalian berdua sebelum orang tua kalian datang '' imbuh Brandon lagi.
" aku bukan anak kecil! '' ketus Evander tak terima dan melangkah lebih dulu mengabaikan semua orang yang berada disana. Brandon menatap kepergian Evander dalam diam sungguh jika seperti ini sosok Evander lebih mirip dengan Maxim ayah nya.
Akhirnya arena wilayah king diamankan dan dijaga ketat oleh pasukan Phoenix yang memiliki standar diatas rata-rata. Bahkan Valera menambah beberapa senjata otomatis yang terhubung dan terpantau di dalam satelit king secara bersamaan.
Hari itu iring-iringan mobil mewah keluar dari arena wilayah king menuju Gold mansion. Entah mengapa Gold mansion seperti menjadi tempat ternyaman untuk semua orang. Bahkan mereka tak segan untuk datang ke kediaman megah sang lady.
*******
" Jadi Ayes blood ini bermarkas di california ? " picing Ezio lagi menatap dua orang anak buahnya. " Jika di California ? Lalu mengapa mereka berada disini ? apakah ada yang tidak aku ketahui ? '' imbuh Ezio lagi.
__ADS_1
" Tidak mungkin penghianat lagi! '' kesal Elmer menyesap red wine miliknya dengan wajah sebal. Ezio melirik sekilas namun mencerna dalam ucapan Elmer adik nya. " Ayes blood organisasi yang cukup besar. Salah satu dari mereka berurusan dengan ku saat dimana pemasukkan senjata di wilayah Eropa. Mereka menyerobot jadwal yang ku miliki! Seharusnya hari itu adalah pemasukkan yang ku lakukan. Namun mereka mendahului nya tanpa berkata apa-apa, aku kesal dan aku meledakkan sebuah kapal kargo berserta orang-orang di dalam nya. Tapi siapa di duga jika di dalam kapal tersebut kekasih nya ikut menjadi korban ledakan yang aku buat. '' ucap Elmer dengan tenang dan Ezio mendengarkan nya dengan seksama.
" Really? Hanya itu ? '' Picing Ezio lagi.
" Tidak! Setelah aku meledakkan nya aku turut meledakkan sebuah markas senjata mereka di Swedia. '' ucap Elmer lagi.
" Kau gila! '' pekik Ezio marah " Tidak kah kau lihat akibat dari apa yang kau lakukan Elmer! Meledakkan dua tempat sekaligus hingga menimbulkan dendam yang ada. Kau! '' geram Ezio meremas kepalanya sendiri.
" Aku mempunyai alasan mengapa aku melakukan nya! '' ucap Elmer tajam " Sebelum mereka melakukan hal demikian, mereka berniat mencuri senjata milik ku! Jadi sebelum itu terjadi lebih baik aku melakukan nya lebih dulu. Dan kau! Jangan berlaga aku tidak tau apa-apa. Kau pun sama berurusan dengan salah satu dari mereka Antoni '' ucap Elmer dan Ezio melirik sekilas Elmer lalu memalingkan wajah nya kearah lain. " Jadi kita satu sama brother '' kekeh Elmer tersenyum miring.
" Walaupun aku berurusan dengan Antoni tapi aku tidak akan gegabah sepertimu. Lihatlah mansion mommy hancur dan Dyora sudah pasti dia di tandai '' tegas Ezio lagi dan Elmer terdiam mengingat bagaimana pertempuran mereka pada kala itu hingga adik perempuannya ikut terlibat. Dyora gadis itu berubah begitu drastis dari biasanya.
" Aku akan mengurusnya. Kau tak perlu khawatir. '' ucap Elmer lagi namun ezio terkekeh mendengarnya.
" Baiklah jika begitu aku pergi. '' ucap Elmer lagi dan Ezio hanya mengangguk kecil lalu menatap punggung kekar milik adiknya itu. Ezio membuka kancing kemeja nya yang terasa sesak seraya mengendurkan dasi merah milik nya. Lelaki bermanik Hazel itu lagi-lagi menatap lurus kedepan seperti sedang memikirkan sesuatu.
*******
" Apa! Kau ingin aku terlihat dan membantumu? '' ucap Aslan terkejut hingga tak sengaja menjatuhkan keripik kentang miliknya. Elmer yang melihat itu hanya menghela nafas nya pelan. " Ta..tapi '' ucap Aslan ragu.
" Kau hanya duduk dan fokus pada laptop mu saja '' tegas Elmer lagi dan Aslan hanya mengangguk tanda mengerti. " Apa sekarang kau mengerti Aslan? " ucap Elmer dan remaja itu hanya mengangguk saja tanpa menjawab.
" Aku harap kau dan Zio dapat menyelesaikan nya dengan cepat. Minggu depan acara tahunan king akan di mulai. Aku tak mau ada keributan ataupun semacam nya '' ucap Aslan lagi kepada Elmer.
__ADS_1
" Secepat itu ? Bahkan aku lupa dengan acara besar itu '' gumam Elmer lagi. " Ya akan aku usahakan. Namun aku butuh kerjasama nya Aslan! '' ucap Elmer lagi.
" Deal! Namun jika aku berhasil kau harus memberikan aku hadiah. '' pinta Aslan lagi dan Elmer mengeryitkan dahinya pelan. " Sebuah mobil mewah '' pinta Aslan lagi.
" Apa kini kau miskin hmm? seorang tuan muda meminta mobil pada ku? yang benar saja Aslan. Paman Alexander bahkan memiliki sorum mobil berkelas. '' ucap Elmer lagi namun pemuda itu menggeleng tegas.
" Ini sebagai kerja keras ku karena turut membantumu dan juga zio! Jadi sebagai bayarannya aku meminta sebuah mobil padamu lengkap dengan fitur baru didalam nya. '' ucap Aslan lagi.
" Lalu bagaimana dengan zio? kau tak meminta apapun pada kakak ku? '' kesal Elmer lagi.
" Hanya mobil saja sudah jauh lebih cukup. Terimakasih tuan muda Elmer. '' ucap Aslan tersenyum jenaka dan pada akhirnya Elmer lelaki bermanik biru itu mengangguk setuju dengan permintaan Aslan.
Akhirnya kedua pemuda itu sepakat saling menguntungkan satu sama lain tanpa sepengetahuan orang-orang. Namun mereka tak menyadari sedari tadi Alexander mendengar nya di ruangan lain karena Alexander menaruh alat penyadap di jam tangan mewah putra nya.
" Mereka sedang bernegosiasi '' kekeh Ed dengan tawa ringan nya seraya duduk bersebelahan dengan Kenneth yang sedari tadi mengelus lembut rambut Larissa.
" Jadi Ayes blood! Aku rasa mereka akan mengalami kesulitan yang cukup rumit. '' ucap Ed memberikan pendapat nya tentang Elmer dan Ezio.
'' jadi apakah yang menyerang arena latihan kami ayes blood ? '' ucap Larissa lagi.
'' Entahlah. Edgar dan Matt sedang menyelidiki nya. '' ucap Kenneth lagi.
'' huhh Lexi..'' Larissa mendadak sendu kala mengingat hewan kesayangan nya yang tewas ditembak. Seketika tangan nya terkepal dengan manik yang tajam. Kenneth merasakan amarah dalam diri putrinya. " Aku akan membunuh mereka semua dad. Aku akan ikut bergabung dengan Elmer dan kak Zio '' pinta Larissa lagi sontak mereka yang berada disana terkejut bukan main. '' aku tidak menerima penolakan '' ucap Larissa lagi pergi meninggalkan tempat itu dengan cepat.
__ADS_1
'' Anak gadis mu keras kepala Kent! '' ucap Ed lagi dan Kenneth hanya diam seraya memijat pelipisnya pelan.