
Ditempat Ezio berada.
Lelaki bermanik Hazel itu tak menyangka jika dirinya akan diserang juga saat akan ikut membantu yang lainnya untuk menyelamatkan Elmer dari serangan yang ada. Namun kini dirinya ikut terjebak dan terlingkar di antara orang-orang yang ingin mengincarnya.
Mobil yang Ezio kendalikan selalu mendapatkan rentetan peluru hingga beberapa kali peluru sialan itu hampir menebus body mobil berlapis baja milik nya.
DODODODOR !!
PRANGGG
Peluru itu mengenai kaca spion mobil Ezio yang berada di sebelah kiri. Lelaki bermanik Hazel itu mengumpat geram karena ulah mereka yang merusak mobil miliknya.
system active!
Ezio segera beranjak mengambil senjata dan membuka kaca bagian belakang secara otomatis. Para penyerang terkejut karena melihat Ezio yang siap meluncurkan sebuah peluru yang berasal dari senjata yang mirip dengan sebuah misil.
" Menghindar! " teriak salah satu dari mereka namun sayang peluru milik Ezio sudah dulu melesat.
SHOTTT
BLUARRRR
AGHHHH
ledakan pertama terjadi dan mengenai beberapa pemotor lainnya hingga terbakar dengan api membumbung tinggi ke udara. Ezio tersenyum menyeringai dan tetap tenang dengan kaca mobil yang masih terbuka.
Para pemotor lainnya tentu saja marah karena Ezio membunuh para kawanan nya. Namun Ezio tersenyum dan mengisi amunisi kembali tapi kali ini Ezio ingin bermain dengan sebuah revolver berpeluru kecil, harus nya itu tidak akan menewaskan korban nya jika Ezio tidak membidik diantara kepala dan jantung nya.
SHOTTT
DORRR
AGHHH
__ADS_1
" good " ucap Ezio lagi.
DORRR
AGHHH
Ezio semakin senang melihatnya. Lelaki bermanik Hazel itu menyudahi aksinya karena melihat rombongan yang bergerak menuju ke arahnya dengan berpakaian yang sangat dikenalinya. Itu adalah anggota Tiger milik Aslan.
" Anak itu tak bisa diremehkan. Entah bagaimana paman Alex mendidiknya " Gumam Ezio lagi dengan menekan pedal gas nya dalam-dalam dan mobil hitam miliknya melesat cepat seperti angin tanpa beban.
Someone calling!
Klik
" Apa anggota ku sudah berada disana? " ucap suara seorang anak lelaki yang terdengar sangat santai. Ezio mengeryitkan dahinya pelan.
" Sudah! Namun mereka hanya akan melakukan sisanya! Jangan lupa sapu bersih dan setelah itu bawa mayat mereka menuju Piana. Paman Hugo pasti senang karena para hewannya mendapatkan jatah makan dengan waktu yang sangat berdekatan. " ucap Ezio lagi.
" Ya baiklah. Mereka akan melakukannya. Cepat pulang Elmer sudah berada di Gold Mansion bersama dengan Larissa. Hanya Florian dan paman Malvin yang belum tiba..mungkin mereka sedang dalam perjalan " jelas Aslan lagi.
Ezio menghela nafasnya perlahan dan memutar arah menuju suatu tempat sebelum menuju Gold mansion. Ezio ingin mencari tau terlebih dahulu siapa mereka yang ikut menyerangnya.
Satu jam berlalu kini dirinya tiba disebuah gedung pencakar langit tanpa basa basi lelaki bermanik Hazel itu segera turun dan masuk kedalam gedung dengan sapaan hormat para penghuni didalam.
Ezio bergegas menuju lift untuk menuju ke suatu ruangan dimana salah satu temannya berada. Seorang sekertaris yang sudah mengetahui akan sosok Ezio hanya menunduk sopan tat kala berpapasan dengan sosok Ezio.
CEKLEK.
Ezio membuka pintu tanpa mengetuk hingga membuat seseorang yang duduk dengan seorang wanita seraya bermesraan terkejut bukan main. Ezio menatap tajam dan menggeleng kepala nya pelan.
" Kenapa tidak mengetuk pintu! '' ketus seorang lelaki disana seraya memberikan kode pada si wanita untuk dirinya pergi. Wanita itu terlihat enggan dengan raut wajah masam namun membantah pun tiada guna nya. " Ada apa ? '' tanya lelaki itu lagi beranjak dari kursi kebesarannya dan duduk disamping Ezio yang terlihat santai dan tenang.
" Aku ingin kau meretas cctv yang berada di jalan XX. " ucap Ezio lagi.
__ADS_1
" Sekarang ? " Picing lelaki itu menatap wajah Ezio lekat dan lelaki bermanik Hazel itu mengangguk dengan mantap. " huh '' kesalnya lagi namun tetap menuruti perintah Ezio.
Lelaki itu mengambil laptop miliknya dan segera mencari tau informasi apa yang ingin diketahui oleh temannya itu. Ezio hanya menunggu seraya memikirkan sesuatu hingga dering ponsel miliknya bergetar dan berdering dengan nyaring.
Ayah? Batin Ezio bingung.
klik.
" Ada apa ? " ucap Ezio datar. Lelaki bermanik Hazel itu seperti menyimak perkataan ayahnya dengan seksama. Senyum seringainya terbit walau tak terlihat. Rasanya ingin sekali dia menghajar habis seseorang namun mendengar perkataan ayahnya membuat kemarahan yang sudah terpendam bangkit begitu saja. " aku mengerti! " ucap Ezio lagi dan memutuskan panggilan tersebut dengan sepihak dan menatap kearah teman nya itu dengan tajam. " Sudah kau dapatkan ? " ucap Ezio lagi.
" Apakah ada seseorang yang ingin bermain dengan mu ? " tanya si lelaki itu lagi. Namun Ezio terlihat mengedikkan bahunya acuh. " Nama sebuah perusahaan. Namun ada yang janggal data perusahaan ini seperti palsu " ucap nya lagi.
" Maksud mu ? " ucap Ezio lagi.
" Kau pun mengerti apa maksud ku Ezio. Data dari perusahaan ini begitu tak akurat bahkan keberadaan nya berada jauh dari sini." ucap nya lagi. " Kau yakin tidak apa-apa ? " tanya lelaki itu lagi.
" Cukup sampai disini saja! Terimakasih telah membantuku namun kirim lebih detail tentang mereka ke email milikku. Aku sendiri yang akan mengurus sisanya. '' ucap Ezio lagi dan lelaki berambut ungu itu mengangguk tanda mengerti.
" Bagaimana jika kita pergi ke club. Apa kau tau banyak para wanita baru yang cantik disana. '' ucap lelaki berambut ungu lagi kepada Ezio.
" Aku tidak tertarik sama sekali! '' ucap Ezio ketus. '' Dan jangan bilang jika aku ini memiliki kelainan! Aku hanya tidak mau bermain dengan banyak wanita. Mengurus adikku yang wanita saja membuatku pusing '' ucap Ezio lagi hingga terdengar gelak tawa dari lelaki berambut ungu.
" Bagaimana dengan Larissa? ohh atau Serena ? dan hmmm.. siapa lagi yahh aku lupa... Namun tidak mungkin Dyora. '' ucap lelaki itu lagi. " Berikan aku satu wanita sepupumu dan..
" Kau akan berhadapan dengan ku jika kau mendekati para adikku! " ucap Ezio dengan dingin dan berlalu pergi dari tempat itu dengan membanting pintu hingga mengejutkan si lelaki berambut ungu itu.
Ezio berjalan dengan langkah tegas berwajah dingin tanpa ekspresi apapun. Dalam ingatannya Ezio sedang memikirkan sebuah nama yang tampak asing, siapa kali ini yang ingin mengincar Elmer.
Ketika berada di dalam mobil miliknya Ezio seketika meremas rambutnya sendiri dengan kasar hingga tampilan nya kian berantakan. Memikirkan para tetua yang ingin melenyapkan nya saja sudah membuat pusing, kini ditambah dengan masalah lainnya membuat Ezio benar-benar ingin menghancurkan semuanya tanpa sisa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Huhuu guys maaf yah. Sebenarnya ini bab untuk sore kemarin tapi beluk sempet di up jadi owee up pagi ini, semoga sore atau malam owe bisa up lagi yahh.
__ADS_1
Jangan lupa terus support owe dalam bentuk like dan komen yah guys biar owe tambah semangat dan merasa dihargai sebagai author.
TnQ ❤️❤️