
* Satu bulan berlalu.
Kondisi Athena kian berangsur membaik dimana ketiga serum pilihan yang disuntikkan para generasi ketiga bekerja dengan sangat baik, walaupun putri sang Lady belum juga sadarkan diri namun sistem mengatakan jika fungsi organ dalam nya mulai stabil.
Valera dan Remigio kini duduk bersantai ria di halaman belakang Gold Mansion dimana sebuah taman terbentang sangat luas di sana hingga para hewan buas berjalan bebas di taman itu.
Valera menatap nya dengan seksama saat empat harimau putih sedang duduk melingkar seraya membentangkan tubuhnya layaknya seseorang yang sedang bernafas lega.
" Apa yang kau lihat sayang? " ucap Remigio menggenggam tangan istrinya lembut.
" Prince " lirih Valera dengan manik tak percaya dimana sosok itu sudah jarang terlihat. Namun kali ini Valera masih berkesempatan untuk bisa bertemu dengan sosok lain dalam diri suaminya. " Kau kah itu? " tanya Valera lagi.
" Merindukan ku? " tanya Remigio dalam sosok lain nya. " Kau semakin cantik sayang " ucap Remigio membelai lembut pipi mulus Valera. " Sepertinya dunia sedang tidak baik-baik saja sayang? Apa aku benar " ucap Remigio lagi dan Valera mengangguk membenarkan.
" Kau pun merasakan nya bukan? King sedang tidak baik-baik saja. Para keturunan kita sibuk memperkuat diri untuk menyambut badai yang akan datang. " ucap Valera lirih. " rasanya sesak menghimpit dadaku Prince. Athena putri kita dia sedang terbaring dan berjuang untuk sembuh " ucap Valera lagi dan Remigio hanya diam mendengarkan dengan seksama dimana ia merasakan jika King mulai melemah.
" Apa kau tidak percaya pada mereka? " tanya Remigio lagi.
" Aku percaya.. Hanya saja kematian George membuat ku takut jika mereka mengalami nasib yang sama " ucap Valera lagi membuat Remigio tertawa seketika.
" resiko sayang, semua nya mempunyai Resiko namun aku percaya mereka dapat menuntaskan musuh-musuh kita yang masih bersarang hingga ke akar nya. Aku masih ingin hidup lama bersamamu dimana usia kita sudah tak muda lagi. Aku ingin menikmati hari dimana kita semua berkumpul bersama anak cucu kita. Atau mungkin suatu saat nanti kita akan menyambut anggota baru sayang " ucap Remigio seraya menerawang jauh.
"Kau benar aku menantikan hari itu " ucap Valera lagi dan Remigio tersenyum lalu mengecup bibir sang istri lembut.
__ADS_1
*******
DODODORRR
Sebuah serangan tak terduga datang menghampiri Evander troy. Pemuda bertubuh tegap yang memiliki sebuah tato bergambar kepala ular itu dengan sigap mengendalikan mobil mewah nya hanya untuk mengecoh para ngengat yang datang.
" Tuan muda mereka mengepung! " ucap seorang lelaki yang mendampingi Evander untuk pergi ke suatu tempat. Evander terlihat santai dan tetap fokus pada kendali setirnya walau terlihat beberapa kerutan diwajah tampan nya.
DODODODORRRR
Trang!
System Active.
BRAKKKK
" Siall mereka merusak mobil ku! " pekik Evander saat mobil bagian belakangnya di tabrak secara kasar entah oleh apa.
" Tembak mereka! " perintah Evander saat menyalakan sound system untuk senjata otomatis nya. Tiba-tiba saja mobil mewah itu berubah bentuk dengan kapasitas kecil dimana kursi bagian belakang nya tertutup otomatis dan muncul sebuah layar seperti tiga dimensi.
Evander beranjak dan berpindah kebelakang dengan menggunakan sebuah kaca mata hitam khusus nya.
" Kau tetap berada di depan! hubungi Aria atau Aslan aku butuh bantuan jika keadaan tak memungkinkan! " ucap Evander lagi.
__ADS_1
" Baik tuan muda! " ucap lelaki itu lagi dengan sigap duduk dan mengutak-ngatik sebuah tablet canggih yang muncul di dasboard berlapis besi.
" Now!! "
DODODODORRRR
brakkkk
agh!
" Rasakan! " teriak Evander dengan tersenyum tengil. beberapa pemotor terlihat berjatuhan setelah Evander melesatkan balik pelurunya untuk melawan musuh.
" Tuan muda! sebuah helikopter terdeteksi mendekat " ucap asisten Evander membuat Lelaki itu menyipitkan kedua matanya sesaat.
SHOTTTT
" Lambang itu! " picing Evander saat maniknya melihat sebuah lambang yang dicari oleh jajarannya. " Mereka hanya melintas? " pucing pemuda itu lagi namun tiba-tiba.
KLEKKK
sebuah tali perekat terdeteksi oleh keamana sytem yang berada di mobil mewah milik putra Maxim dan juga Isabella. Evander panik dan segera menekan sebuah tombol hingga guncangan yang tak diinginkan terjadi.
" Tuan muda! mereka ingin membunuh kita di sini! " pekik sang asisten saat merasakan adanya bahaya mengingati mereka. Evander terlihat memejamkan kedua maniknya erat dengan tangan terkepal.
__ADS_1