
Satu Minggu telah berlalu. Kondisi Athena sudah sangat membaik bahkan gadis itu sudah mulai mengasah dan melakukan pelatihan lebih pada kemampuannya sendiri bersama dengan yang lainnya. bahkan Alland dan Brandon pun ikut mengawasi latihan tersebut atas perintah dari sang Lady.
Athena terlihat bersemangat saat memukul sebuah samsak begitupun dengan Aisley dan Isabella. Ketiga gadis itu seperti mempunyai ambisi nya masing-masing. Terlihat dari sorot matanya yang tajam dan kejam, bahkan senyum dari ketiga gadis itu seperti suatu ancaman yang menghanyutkan.
DUAKKK
suara keras seperti hantaman membuyarkan lamunan Alland dan Brandon. Mereka terkejut saat melihat Athena, Aisley dan Isabella tiba-tiba saling serang dan saling menendang satu sama lain bahkan mereka tak tahu untuk melayangkan jurus-jurus mematikannya.
" Apa-apaan ini ? '' pekik Brandon panik saat melihat para nona muda itu saling menyerang satu sama lain.
Athena menyerang Isabella begitupun dengan Aisley yang menyerang Athena dan Isabella secara bersamaan. Ketiga gadis itu benar-benar melakukan gerakan yang diliputi nafsu membaranya.
Berkali-kali mereka melakukan gerakan yang membahayakan membuat Brandon dengan cepat melerai ketiganya. Ketiga nona muda terlihat sangat-sangat beringas bukan main.
DUAKKK
AGHHH
" Brandon !! " pekik Alland saat melihat Brandon tersungkur karena tendangan milik Isabella. Brandon meringis memegangi dadanya yang terasa sesak, Isabella tersenyum tipis.
" Apa-apaan kalian !! '' pekik Alland dengan membantu Brandon untuk berdiri. Isabella hanya tersenyum polos.
" bagaimana jika Kalian berdua lawan kami. '' ucap tiba-tiba Isabella hingga Brandon dan Alland saling pandang satu sama lain. Athena tersenyum miring ia semakin bernafsu jika lawannya mempunyai nyawa tidak seperti samsak yang diam berdiri saat Athena melayangkan pukulannya bertubi-tubi.
" Hmmm baiklah '' ucap tiba-tiba Brandon mengangguk setuju dengan perkataan Isabella. Alland mengerutkan dahinya sekilas " ayo Alland kita lawan para nona muda yang nakal itu '' smirk Brandon dan Alland mengangguk saja mengikuti perintah Brandon.
" biarkan aku melawan Alland '' ucap Athena lantang dengan senyum sinis dan manik yang menatap tajam. Alland menelan ludah saat melihat senyuman itu ia tak ingin Athena berbuat sesuatu pada dirinya. Namun Athena hanya diam dengan senyum misterinya. " Bagaimana Alland kau tak akan menolak nona mu ini kan '' Picing Athena dan Alland hanya menggeleng saja. " Deal !! let's go. " ucap Athena lagi.
Brandon melawan Aisley dan Isabella secara bersamaan. Kedua putri Dave itu sama-sama mempunyai jiwa pembunuh yang kental bahkan Aisley yang terlihat pendiam justru memiliki sejuta cara untuk melumpuhkan musuh nya.
Isabella dan Aisley melakukan gerakan dasar untuk melihat kehebatan Brandon dalam seni bela dirinya. Brandon tersenyum tipis saat melihat kedua gadis dihadapannya itu melakukan gerakan berbeda hanya untuk mengecoh nya.
Athena menatap tajam Alland bagaikan seorang predator. Alland semakin waspada saat tatapan nona nya tak bersahabat, walaupun ia tahu jika ini adalah sebuah pelatihan namun Alland maupun Brandon tetap harus hati-hati.
DUAKKK
Alland tak fokus hingga Athena berhasil menendang dadanya hingga mundur beberapa langkah. Alland menyeringai begitupun dengan Athena, keduanya sama-sama melakukan gerakan lain untuk menyerang,menghajar,memukul satu sama lain.
Athena kali ini benar-benar licin dan lincah Alland cukup kewalahan dengan gerakan yang Athena lakukan. Athena semakin beringas dan bertambah beringas kala Alland hanya mengelak dan menangkis serangan nya.
BUGHHHHHH
BUGHHHHHH
__ADS_1
uhukkk
Alland terduduk dengan terbatuk karena mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari nona nya. Athena tersenyum puas saat usahanya untuk melumpuhkan Alland berhasil. Brandon sudah terkapar bahkan wajahnya sedikit babak belur namun hal itu membuat Brandon semakin kagum.
" Enough! " pekik Alland dengan masih terduduk dan mengatur nafasnya secara perlahan. Athena terkekeh begitupun dengan usaha Isabella dan Aisley. " Sudah cukup. " ucap Alland lagi dengan bercak pinggang. " cukup sampai disini saja. Kalian sungguh luar biasa " ucap Alland lagi.
" Apa kau tak sanggup lagi uncle ? " ucap tiba-tiba Isabella menatap wajah Alland dengan tatapan polos nya.
" Ckckck sembarangan. Aku justru masih sanggup lebih dari ini. Hanya saja ini sudah hampir malam " ucap Alland lagi dan Isabella melihat kearah jam yang tertempel di dinding. Benar waktu hampir pukul enam sore makan malam pun hanya tersisa satu jam lagi.
" Jika begitu ayo kita makan malam bersama " ucap Aisley tanpa ragu. Athena hanya mengangguk kecil dan setelah itu ia berlalu pergi karena ingin membersihkan tubuhnya. Akhirnya Brandon dan Alland mengangguk setuju akan ajakan Aisley.
England. Waktu setempat.
DODODODOR !!
DUARRRR
benar saja wanita berambut merah itu telah menyiapkan berbagai jebakan untuk kubu George dan Malvin. Terbukti beberapa anak buah Malvin mengalami luka-luka bahkan beberapa dari mereka tewas sebelum bertempur.
" Sial!! dasar wanita sialan !! '' pekik Malvin geram saat melihat anak buah nya telah menjadi mayat karena dampak dari ledakan yang terjadi. George yang melihat itu nekat memasuki sebuah hunian usang yang sangat mirip dengan rumah hantu hitam dan kelam.
Para anak buah George yang melihat itu sungguh terkejut bukan main.
DODODODOR !!
Malvin meringkuk di atas tanah yang kotor begitupun dengan yang lainnya, umpatan demi umpatan terlontar dari bibir Malvin ia heran sekaligus kesal karena George terlebih dahulu menerobos masuk tanpa memikirkan keselamatan nya.
Sedangkan disisi lain George berhasil melumpuhkan orang-orang yang menghadangnya. Rupanya wanita berambut merah itu memiliki anak buah yang cukup untuk persiapan.
" brengsek !! '' kesal George karena dirinya harus berguling untuk mengindari serentetan peluru.
DODODODOR !!
dari arah belakang datang anak buahnya, George tersenyum miring ia bangkit dan berlari kearah lain karena manik nya menangkap sosok wanita berambut merah yang sedang berlari.
DODODODOR !!
" Jangan harap kau bisa lolos dari ku !! '' geram George lagi.
George berlari menjauh dari bangunan yang menjadi tempat tinggal wanita berambut merah selama ini. Ia meninggalkan anak buahnya dan juga Malvin disana.
Wanita berambut merah itu terus berlari menembus gelapnya hutan, George enggan mundur dan ia ingin segera menangkap wanita sialan itu, namun.
__ADS_1
DUAKKK
AGHHH
George mengerang kala kaki nya terbelit oleh sesuatu yang entah apa, George mencoba untuk menarik namun tak bisa dan hal itu membuat George geram bukan main.
DODODODOR !!
" kejar wanita sialan itu. Jangan beri ampun tembak saja jika kalian mau, namun jangan biarkan dia mati dengan mudah '' ucap tiba-tiba Malvin yang berada di sana. George bingung sekaligus linglung akan kehadiran sahabatnya yang tiba-tiba itu.
AGHHH
George berteriak karena Malvin tak sengaja menginjak sesuatu hingga kakinya semakin terjepit dengan erat. Malvin panik dan ia segera menyalakan senter untuk melihat keadaan George.
JLEBBB
AGHHH
George lagi-lagi mengerang saat Malvin menyuntikkan sesuatu pada pangkal pahanya. Nafas nya memburu dan menatap Malvin dengan tajam.
" Sial ini jebakan !! tahan lah sebentar " ucap Malvin semakin panik saat melihat darah mulai mengucur di kaki George. Benda itu berbentuk bulat dengan tampilan gerigi berputar.
KLANGGG
Malvin mencoba memecahkan benda itu dengan alat miliknya. Namun beberapa kali ususnya tak membuahkan hasil, hingga.
DODODODOR !!
sontak George dan Malvin tiarap karena mendengar suara itu, sedangkan para anak buah Malvin dan George terus mengejar wanita berambut merah hingga sampai danau.
JLEBBB
CRATTTT
AGHHH
dua orang anak buah George terluka dengan tusukkan di punggung nya yang tiba-tiba. Hal itu membuat yang lainnya sontak semakin waspada, namun.
DORRR !!
AGHHH
suara teriakan wanita membuat anak buah Malvin dan George berbondong-bondong kearah sumber suara. Wanita si rambut merah jatuh tersungkur karena kakinya ditembak seseorang.
__ADS_1
" Amatiran dan Kalian kurang waspada dalam pengamatan. " ucap tiba-tiba seorang lelaki berpakaian serba hitam. Manik kelamnya menyorot dengan datar dangin, Sontak mata mereka melebar saat melihat siapa yang telah membantunya.
" tuan muda Kenneth " ucap mereka serempak.