King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Bergerak nya pemimpin.


__ADS_3

Gold mansion.


Valera segera mengkonfirmasikan pada anggota black road tentang rencana kepergiannya menuju China tentu saja mereka terkejut bukan main, pasal nya tidak ada jadwal mereka untuk mengikuti misi jika tidak dalam keadaan mendesak.


" Sayang " ucap Remigio menatap tajam Valera yang sibuk memasukan banyak senjata kedalam sebuah tas ransel berwarna biru. Valera yang mendengar nya langsung menoleh ke belakang dan menatap suaminya lekat.


" prince " lirih Valera dan Remigio mengangguk lalu merentangkan kedua tangannya untuk meminta valera masuk kedalam dekapannya.


" Aku sangat merindukan mu sayang. Sangat " ucap Remigio dimana altar Ego nya yang kerap disebut prince muncul dan memeluk tubuh Valera sangat erat. " Apa ini ? siapa yang berani melakukannya " tajam Remigio kala melihat pipi Valera yang memerah dan sedikit membengkak. Valera hanya tersenyum kecil dibuatnya " Sayang kau tau aku tidak pernah main-main bukan? sekarang katakan padaku siapa yang menampar mu dan aku akan menguliti orang itu hidup-hidup " tekan Remigio dengan mengelus lembut pipi valera yang terkena tamparan Vyan.


" Prince Athena dalam bahaya " ucap Valera pelan dan Remigio mengangguk seraya menangkap kedua pipi Valera dengan tekanan " Aku akan pergi ke China dan mencarinya dengan caraku prince " ucap Valera lagi namun Remigio hanya mengangguk.


" Athena putriku tak selemah itu sayang percaya atau tidak dia akan menjaga dirinya sendiri dan mungkin memberikan sebuah petunjuk jika dirinya sedang dalam bahaya. Aku akan ikut untuk mencarinya kita pergi bersama-sama " ucap Remigio dengan tegas dan valera mengangguk setuju.


" Lalu bagaimana dengan Kenneth? Dia sendiri di mansion ini dengan keadaan yang seperti ini, aku takut. " ucap Valera sedikit cemas dan tak rela.


" Kenneth laki-laki sayang. Jika kau ragu maka tempat kan jajaran mu untuk tinggal di sini selagi kita pergi. Bagaimana dengan Edgar? Matt, Hugo atau mungkin zumba? " tanya Remigio dan Valera terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


" baiklah aku setuju " ucap Valera dan Remigio mengangguk lalu mengecup lembut bibir merona milik Valera.


" Tapi kau belum menjawab siapa yang menampar mu sayang " ucap Remigio seraya menghirup dalam ceruk leher Valera dengan hembusan nafas yang terdengar berat. Valera memejamkan matanya sejenak menikmati sentuhan Remigio yang sangat menenangkan itu.


" Lupakan saja prince " ucap Valera dengan mengigit bibir bawahnya karena Remigio mencium dengan gerakan yang sangat sensual. Remigio berdehem dan tak mau bertanya lagi karena nanti dirinya akan mengetahuinya sendiri.


Kali ini Remigio yang berubah menjadi prince hanya ingin memeluk dan mendekap tubuh valera erat sebelum mereka pergi menuju ke China bersama dengan para anggota black road.

__ADS_1


Setelah Valera memberikan apa yang diinginkan oleh suaminya itu mereka berdua segera memutuskan untuk pergi menuju tempat dimana pesawat pribadi mereka berada.


Para anggota black road sudah berada seketika menunduk penuh hormat pada Valera yang di dampingi oleh sang suami. Mereka tertegun kala melihat aura yang dikeluarkan oleh Remigio tak seperti biasa yang ramah pada jajaran king.


" Lady. Tuan " ucap mereka serempak dan Valera serta Remigio hanya mengangguk datar tanpa ekspresi. " Semuanya sudah siap " ucap White lagi dengan memberikan sebuah tablet pada sang Lady.


Valera menerima nya dengan dahi mengeryit bahkan kini tangannya terkepal sempurna. Rupanya Jasmine putri dari Ben Tanaphon itu tak bisa diremehkan. Akhinya pesawat dibawah naungan king itu akan segera pergi dan mengudara dengan gagah.


*******


Disisi lain kabar kepergian Valera menuju China bersama dengan para anggota black road dan juga Remigio cukup mengejutkan para jajarannya. Terlebih Zizi Thomas dan Dave.


" China ? Jadi mereka menghilang di China ? " ucap Alexandrea dengan sikap yang tenang.


" Apa kalian mendapatkan petunjuk dari Samuel, Athena maupun Maxim ? " ucap Ellara menatap kearah para generasi muda yang masih tinggal.


" China yah? Isa bukan kah kau memiliki tempat disana ? " ucap Alexa memicing dan seketika pandangan semua orang beralih pada putri bungsu Dave. Isabella yang sedang memakan coklat kesukaan nya langsung tertegun tat kala banyak pasang mata yang menatapnya lain. " Kenapa kau tidak memerintahkan para anak buah mu untuk mencari keberadaan mereka " ucap Alexa lagi.


" Kau sangat sembarangan Alexa. Walaupun aku memiliki tempat disana bukan berarti aku bisa ikut mencari keberadaan para saudara ku lewat mereka yang ku tugaskan. " ucap Isabella lagi dan Alexa dian saja " Kau tau bukan perjanjian yang sudah tertulis? Aku tidak ingin menambah masalah yang ada dengan membiarkan kita semua tertangkap satu persatu." ucap Isabella lagi.


" Isa apa maksud mu? perjanjian apa yang kalian lakukan " ucap Dave menatap dalam Isabella.


" tidak ada. Jadi sekarang apa rencana selanjutnya ? Aku sarankan jangan menganggu bibi valera serta yang lainnya dalam menyelematkan para saudara ku. Namun kita bisa melakukan langkah selanjutnya jika bibi Valera sudah membuka sinyal darurat. " ucap Isa.


" Ohh kepala ku. Akan ku bunuh orang yang telah menawan putra ku! " ucap Ellara gemas bukan main, Namun manik nya seketika melebar saat keberadaan wanita yang disebut TC-01 tidak terlihat sedikit pun " ****! Dimana wanita itu! " ucap Ellara lantang hingga mengejutkan semua orang.

__ADS_1


" Siapa? " ucap Syina bingung. Ellara diam tak menjawab namun dari tatapannya menunjukkan jika Ellara sedang geram bukan main.


" Tidak lupakan saja! '' ucap Ellara namun semua orang menatap heran pada ibu dari Maxim itu.


Sedangkan disisi lain kondisi Elion dan lotus semakin membaik hanya saja mereka harus memulihkan luka-luka yang dialaminya. Elion menatap wajah George dan Malvin yang tengah gusar.


Dirinya tau jika keberadaan mereka menjadi incaran para pihak berwajib namun Elion merasakan jika para aparat itu terlibat campur tangan dengan pihak lainnya hingga pergerakan mereka di China semakin terbatas.


CEKLEK


Seorang dokter lelaki masuk menampilkan wajah yang sangat gugup membuat mereka yang berada diruangan itu mengeryitkan dahinya perlahan.


" Tuan.. Di luar gedung ini ada para polisi yang ingin memastikan sesuatu '' ucapnya lagi.


" Paman bagaimana ini ? " erang frustasi Malvin menyugar rambutnya kasar. " Tak ada pilihan kita pergi! dan kau '' tunjuk Malvin pada lelaki yang berprofesi dokter itu " Tunjukkan pada kami jalan yang aman " ucap Malvin lagi dengan bengis hingga lelaki itu menelan ludahnya kasar.


Elion dan lotus segera bergegas walaupun luka mereka belum pulih tapi keduanya tak mau berakhir di tangan mereka yang menurutnya tak pantas. George segera membereskan peralatan yang ada sedangkan Malvin terlihat menghubungi seseorang disebrang sana.


" Apakah ini akan aman ? " tanya George lagi.


" Aman. Hanya saja kalian harus cepat dan itu '' ucap lelaki asing itu seraya menunjukan kearah kamera cctv hingga Malvin langsung menembak alat itu dengan senjata kedap suara. " Ka..kalian " ucapnya tercekat namun malvin segera menodongkan senjata nya dan berkata '' Cepat sebelum aku menembak isi peluruku pada tubuhmu. " ucap Malvin lagi dan lelaki itu semakin ketakutan hingga mereka turun melewati anak tangga hingga terlihat sebuah pintu bertuliskan exit.


Lotus terlihat mengintai keadaan dengan berjinjit tanpa memperdulikan luka nya. Dirasa aman lotus memberikan kode untuk mereka segera pergi.


" Ingat! tutup masalah ini rapat-rapat jika kau mengadu sedikit saja pada mereka maka kau " ucap George dengan gerakan keji di lehernya menandakan jika dia akan membunuh lelaki itu.

__ADS_1


" Baik " ucap nya lagi dan pada akhinya rombongan George pergi meninggalkan rumah sakit itu dengan tergesa hingga mereka menghilang di belokan pertama. Dokter lelaki itu menggeleng kan kepalanya cepat karena gak menyangka akan terlibat dengan permasalahan yang sangat rumit.


__ADS_2