
Gabriel mengerang kala tubuhnya terhempas bebas menerobos pintu hingga terbuka dan terkesan seperti mendobrak nya, punggung nya sakit dan nyeri. White dengan cepat membantu Gabriel untuk bangkit namun tampa diduga.
DUAKKK
AGHHH
White mengerang saat punggung nya dihantam sesuatu, Gabriel melebarkan matanya seketika. Sial!! wanita itu sungguh kuat namun Gabriel tak ingin menyerah dan terlihat lemah.
" Ckckck.. Hanya itu saja kemampuan mu ? '' kekeh wanita itu dengan tersenyum remeh. Gabriel mengatur nafasnya terlebih dahulu dengan wajah santai dan sorot mata yang tajam menatap wanita yang diyakini adik sang ibu.
" Begitukah ? '' tanya Gabriel polos.
SWINGGG
SRETTTT
Bidikan Gabriel yang melemparkan sebuah pisau kecil seperti silet tak mampu dihindari oleh wanita itu, alhasil pipi kirinya tergores dan darah mulai keluar dari sela-sela lukanya.
" Jangan anggap dirimu diatas angin wanita jelek. Insting serta kepekaan mu sungguh minim !! " ujar Gabriel dengan terkekeh sinis. Wanita itu menatap gabriel tajam dengan menyeka pelan darah yang mengalir dari pipi nya.
Wanita itu berlari untuk menyerang Gabriel namun White terlebih dahulu menerjang tubuh wanita itu dengan kaki kanan nya hingga jatuh tersungkur begitu saja.
" Hahaha " tawa Gabriel pecah seketika saat melihat hal yang sangat lucu untuk nya. White bangkit dan kini menatap jengah wanita itu namun tiba-tiba kumpulan asap putih membuat Gabriel dan White seketika linglung dan seperkian detik tak sadarkan diri.
illara yang tak lain adalah Starla bangkit dengan meringis kecil saat tubuhnya diterjang oleh White. illara menatap tajam pada Gabriel dan White, beberapa orang masuk dan mulai membawa tubuh Gabriel dan White setelah mendapatkan isyarat.
" Kita lewati jalan kedua " titah illara pada beberapa orang anak buahnya. Mereka mengangguk dan mulai membawa Gabriel serta white menuju jalan lain untuk dibawa kesuatu tempat.
Sedangkan didalam mobil yellow dan Maxim menajamkan pandangannya saat seorang wanita membawa teman seperjuangannya itu, Maxim terlihat santai saat melihat Gabriel dibawa kesebuah mobil box berukuran kecil.
'' Entah mengapa aku merasa jika dalam jajaran king ada para penghianat. Kemungkinan besar para anak buah king ada yang bekerja sama dengan pihak musuh " gumam Maxim mengutarakan pendapatnya saat ini. Yellow mendadak diam saat mendengar celetukan dari putra Ornaf itu.
BHOMMM
Yellow terkejut bukan main saat Maxim melajukan mobilnya dengan kencang hingga tubuh yellow tersentak kedepan. Maxim terkekeh kecil melirik yellow dari spion kaca depan nya.
" mari kita bermain. Tangan ku sudah gatal " pekik yellow yang berpindah tempat dan kini ia sudah duduk di kursi dekat Maxim.
" Apa perlu kita ikuti atau kita serang mereka ? " tanya Maxim polos. Yellow tampak menimbang-nimbang sesuatu. Pada akhirnya yellow memutuskan untuk mengikutinya saja namun sebelum itu ia sudah memberikan pesan khusus pada seseorang sebagai tanda darurat.
Maxim diam saja saat yellow sedang berkutat dengan ponsel khusus milik anggota black road itu. Namun tiba-tiba.
DUAKKK
Maxim terkejut saat mobil bagian belakangnya dihantam dengan keras begitu saja. Yellow melihat kearah belakang dan ternyata satu buah mobil sedang mengikuti nya.
__ADS_1
Maxim memanufer mobil nya dengan tiba-tiba saat sebuah benda siap menghantam body mobil milik nya. Yellow meringkuk untuk menghindari hantaman tanpa sebab itu.
DUAKKK
'' sial.. jebakan. !! '' geram Maxim dengan wajah memerah menahan amarah karena mobil mewahnya hancur begitu saja. Yellow masih mempertahankan tubuhnya agar tak bergerak sembarang arah namun lagi-lagi.
DUAKKK
TITTTT TITTT
peringatan tanda bahaya berbunyi Maxim memasang wajah datar nya. Mobil yang membawa Gabriel serta White hilang begitu saja karena gangguan yang tak terduga.
DODODODOR !!
yellow membuka kaca mobil nya dan langsung menembakkan pelurunya kearah mobil yang terus menghantam tampa ampun.
DODODODOR !!
PRANGGG
DUAKKK
" Yes!! " lantang yellow saat berhasil menembak kaca mobil dan menewaskan sang pengemudi dengan luka tembak tepat di dahi nya. Maxim melakukan mobil nya dengan cepat namun ia merasa tekanan dalam mobil miliknya meningkat. Meledak ? apakah mobil nya akan meledak.
" Go!! " ucap yellow seakan sudah mengerti jika keadaan tak memungkinkan. Maxim mengangguk dan keduanya keluar dengan cepat dari pintu mobil masing-masing dan bergulung di jalanan begitu saja.
DUARRRR
Yellow mengerang tat kala tubuhnya terhempas dan terluka dibagian kakinya begitu pun dengan Maxim yang kondisi nya tak jauh berbeda dengan yellow.
para pengendara yang lain berhenti di jalanan untuk melihat keadaan Maxim dan yellow yang terdampar begitu saja. Maxim menggeram marah mungkin setelah ini dirinya akan berurusan dengan pihak berwajib.
Tak lama sebuah mobil datang. Maxim melirik dan terkejut siapa yang datang. Isabella ? gadis itu turun dan langsung membantu Maxim untuk bangkit.
" Ckckck..lemah " gerutu Isabella namun Maxim diam saja dan terkekeh kecil. Yellow bangkit sendiri dan langsung berjalan menuju mobil milik putri bungsu Dave. Rupanya beberapa anak buah king berada di tempat kejadian mereka membereskan masalah yang ada.
Isabella melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh mengikuti rute yang tertera di layar tablet miliknya. Maxim dan yellow mengerutkan dahinya secara bersamaan.
" Menyusul Gabriel dan White. Tak perlu bertanya. Kita akan membutuhkan tenaga dan peluru. " ucap Isabella seakan dirinya tahu apa yang sedang difikirkan oleh Maxim dan yellow.
Mobil yang membawa Gabriel yang white berada jauh di depan sana. Maxim mendadak lemas dan dadanya bergemuruh tak karuan saat melihat Isabella mengemudikan mobilnya bak orang gila.
CKITTTT
" Isa!! " pekik Maxim tiba-tiba saat mobil Isabella berbelok kearah lain. Isabella tersenyum kecil.
__ADS_1
" Paman yellow. Bersiaplah " ucap Isabella memberikan peringatan kepada lelaki yang justru hanya diam tak melakukan apapun. Sontak yellow mengangguk cepat. " Payah. Kalian berdua tak peka " marah Isabella dengan berteriak hingga Maxim dan yellow terkejut bukan main.
" kau meragukan ku ? " lirik Maxim dan Isabella hanya diam namun bibir tersenyum meremehkan " Ohh Isa are you sure ! " ucap Maxim lagi namun.
DODODORDODODOR !!
DODODOR !!
Isabella menembak dengan cepat sebuah mobil dihadapannya hingga Maxim terperangah alam aksi tanggap Isabella yang cepat.
" Max.. Mengemudilah. Aku akan menyelesaikan tikus-tikus itu paman yellow cepat!! " pekik Isabella. Maxim mengangguk dengan cepat dan yellow sudah bersiap untuk mendidik.
DODODODOR !!
DUARRRR
Maxim berbelok saat sebuah mobil didepannya meledak karena ulah yellow. Namun Maxim baru menyadari jika orang yang membawa Gabriel dan White memiliki mata-mata di beberapa tempat, namun bagaimana bisa Isabella mengetahuinya.
TRANGGGG
Isabella berteriak karena terkejut saat sebuah benda yang mirip dengan sebuah tabung hendak mengenai kepalanya. Beruntung Maxim segera menarik masuk tubuh gadis itu.
" Masuk saja !! tidak perlu seperti itu " marah Maxim dan Isabella mendengus namun mengangguk.
DODODODOR
" Kenapa jadi seperti ini ? mereka bertambah banyak dan Gabriel serta White belum juga diselamatkan " pekik yellow yang telah menembak beberapa mobil yang mengikutinya.
namun tiba-tiba datang iring-iringan motor trail yang sangat dikenal Maxim maupun Isabella. Samuel ? ya putra dari Thomas itu datang bersama dengan para anak buahnya.
DODODODOR !!
DODODODODODODOR !!!
Jeritan kematian masih terdengar di telinga Isabella, Samuel dan para rombongan nya membantu untuk melumpuhkan tikus-tikus yang berdatangan entah darimana.
Accept
Suara dalam benda canggih di mobil milik Isabella terdengar. Manik cantik itu dengan cepat menggeser tanda hijau dai layar tablet nya.
" Mobil itu menuju sebuah dermaga !! Cepat kejar. " ucap Samuel tiba-tiba hingga Maxim mengangguk mengerti.
Yellow telah bersiap di kursi belakang untuk menghalau serangan yang ada. Sedangkan Isabella telah bersiap dengan senjata miliknya.
BHOMMM
__ADS_1
Mobil mewah itu keluar dari arena pertempuran yang panas. Maxim dengan lihai mengemudikan mobil nya menjauh dan segera menuju daerah yang telah ditandai oleh Isabella setelah mendapatkan petunjuk dari Samuel untuk menyelamatkan Gabriel dan White.