
Alexa sedikit beringsut karena besi yang menancap itu sungguh membuat ia kesulitan untuk bergerak. Tidak ada pilihan lain lagi Alexa mengambil bom yang selalu tersedia didalam mobilnya untuk keadaan mendesak seperti ini.
DUARRRR
ledakan hebat dengan jeritan yang memilukan terdengar di telinga Alexa. Alexandrea semakin memacu kecepatan mobilnya untuk masuk ke wilayah king karena ia yakin mereka tak akan bisa masuk kedalam sana.
TRANGGG
TRANGGG
mobil yang ditumpangi diserang oleh serentetan peluru, bahaya ini bahaya mobil mereka bukan anti peluru bisa aja terjadi ledakan yang tak disangka-sangka.
BRAKKKKKK
mobil itu mulai mengeluarkan asap dari sisi kiri, Alexa yang melihat itu menjadi panik bukan main jantungnya berdebar tak karuan dan berpacu lebih cepat lagi.
" Alexa lebih baik kau atasi mereka. Sebentar lagi kita akan menuju markas aku yakin mereka tak akan berani untuk mengejar nya. '' ucap Alexandrea lagi dan Alexa mengangguk kecil walaupun ia mendadak gugup saat ini.
DODODODOR !!
DODODORDODODOR !!
Alexa terus mengeluarkan isi pelurunya sebagai bentuk pertahanan dan hal itu membuat pihak lawan cukup sulit untuk bergerak karena Alexa terus menembak nya tanpa jeda.
sebuah helikopter tiba-tiba berada di hadapan mobil yang sedang dikemudikan oleh Alexandrea, dahinya mengeryit saat ia mengenali helikopter itu milik siapa.
SHOTTT
DUARRRR
helikopter itu membantu Alexandrea dan Alexa untuk membantai habis para musuh tapi sebelum itu mereka berputar arah hendak pergi untuk menjauh dari kawasan king.
Mereka tau jika tempat itu di jaga ketat oleh pasukan king yang berjumlah sangat banyak. Tak hanya disitu helikopter itu pun terlihat seperti mengejarnya hingga perbatasan kota.
Alexa bernafas lega karena para hama itu telah pergi, tapi belum juga kelegaan itu ia rasakan sejenak. Alexa melihat mobil yang ditumpanginya mengeluarkan api.
" Alex. Lebih baik keluar cepat !! mobil ini akan meledak '' pekik Alexa dan Alexandra mengangguk cepat. Keduanya bergegas untuk keluar bahkan melepaskan sabuk pengaman dengan kasar, peringatan bahaya yang terpasang otomatis dihitung mundur dari angka sepuluh.
" ahhh sial!! kenapa pintunya tak bisa dibuka Alex " jerit Alexa dan Alexandrea pun mengalami hal yang sama pintu mobil disebelah nya tak bisa dibuka seperti terkunci begitu saja padahal Alexandrea telah membuka kuncinya.
tak kehabisan akal. Alexandra menyuruh Alexa untuk memecahkan kaca mobil nya menggunakan senjata agar mereka bisa terbebas.
DUAKKK
DUAKKK
Alexa dan Alexandra sama-sama melihat angka yang saat ni sudah berangka lima Alexandra sekuat tenaga menghancurkan kaca mobil nya dan akhirnya berhasil begitupun dengan Alexa. Mereka susah payah untuk keluar karena harus melewati pecahan kaca yang belum pecah secara sempurna.
" Ahh Alex!! '' teriak Alexa saat kaki nya tiba-tiba tersangkut dan sulit untuk keluar Alexandrea yang melihat adiknya dalam kesulitan dengan cepat menghancurkan kaca mobil itu dengan gagang pistolnya.
" Ayo!! " pekik Alexandrea.
DUARRRR
__ADS_1
ledakkan tak bisa dihindarkan api melahap mobil itu dengan ganas dan bahkan kini luapan asapnya membumbung tinggi ke udara dengan kepulan hitam pekat.
Alexandra terpental begitu pun dengan Alexa, keduanya sama-sama terluka akibat dampak dari ledakan yang terjadi. Alexa masih bisa membuka matanya untuk melihat keadaan Alexandrea yang jatuh dengan posisi telungkup entah ia masih sadar atau tidak.
" Mereka disini !! " teriak seseorang yang masih bisa didengar oleh Alexa hingga tak lama kesadaran gadis berambut panjang itu hilang begitu saja.
Sedangkan disisi lain Ellara dan Ornaf bersembunyi dibeberapa properti milik nya. Keadaan diluar semakin tak terkendali bahkan Ellara memprediksikan jika anak buah nya habis tak tersisa.
DODODODOR !!
PRANGGG
Ellara maupun Ornaf masih betah bersembunyi hanya untuk melihat situasi. Ellara melihat jika orang-orang asing itu berhasil memasuki mansion nya.
" Sialan!! masuk ke sembarang tempat " umpat Ellara dengan geram.
DODODODOR !!
AGHHH
teriakan dan jeritan kembali terjadi membuat Ellara dan Ornaf mengerutkan dahinya pelan. Ellara keluar dan seketika.
DODODODOR !!
SHOTTT
JLEBBB
Ellara memberikan rentetan pelurunya ke arah sisi kanan tak lama Ornaf melakukan hal yang sama di arah kirinya, rupanya Keempat predator telah tiba dan mereka terperangah melihat banyak nya mayat yang bersimbah darah dengan kondisi mengenaskan.
" Berpencar !! " ucap zumba dan ketiga kawannya mengangguk serempak.
DUAKKK
seseorang memukul kepala Ornaf dengan sesuatu yang entah apa hingga lelaki berkulit putih itu limbung dengan mata terpejam.
BUGHHHHHH
" Akhirnya kita bertemu lagi '' ucap seseorang berbisik pelan dan Ornaf seketika melihat kearah sumber suara dengan samar.
Ellara kala itu tengah melawan lima orang lelaki sekaligus dengan hanya bermodal senjata berjenis revolver di tangannya.
Ornaf merasakan kepalanya berdenyut saat itu juga. Lelaki berpakaian merah entah siapa sedang tertawa mengejek melihat keadaan Ornaf.
" Siapa kau !! '' pekik Ornaf marah.
" Kau tidak perlu tau siapa aku. " tajam nya dan Ornaf semakin waspada. Kini dirinya telah dikepung dengan banyak nya senjata yang menuju kearahnya.
" Berani sekali kalian melakukan ini huh!! " teriak Ornaf marah.
DORR
seseorang menembak bahu Ornaf hingga lelaki itu mengerang dan merintih secara bersamaan. manik Ornaf menajam kala melihat siluet orang yang dikenakannya senyum nya terbit dan,
__ADS_1
DODODODOR !!
AGHHH
Edgar datang dan langsung melakukan serangannya tanpa diketahui sekumpulan orang-orang yang mengepung Ornaf, mereka tewas tapi beberapa dari mereka berlindung. Edgar melihat Ornaf yang terluka tapi tidak bisa untuk membantu karena keadaan.
DODODODOR !!
DUARRRR
seketika seseorang melemparkan bom kearah Edgar dan Ornaf. Untung saja kedua jajaran king itu bisa berlari tepat waktu walaupun mereka terpental cukup jauh.
disisi lain Ellara diserang secara bersamaan membuat dirinya cukup kewalahan untuk melawan para lelaki bertubuh tegap itu. Ellara semakin waspada dan melihat satu persatu wajah bengis itu.
Sepertinya aku pernah melihat wajah mereka. Tapi dimana ?. Batin Ellara.
BUGHHHHHH
Ellara yang tak fokus mendapatkan tendangan di area perutnya hingga ia memuntahkan cairan berwarna merah seketika. Ellara terbatuk dan merasakan perutnya sakit luar biasa.
GREPPP
Ellara menahan tangan seseorang yang hendak menyentuhnya. Manik Ellara seketika menajam dengan murka.
" Beraninya kau !! " teriak Ellara marah.
DORR !!
orang itu limbung dengan pandangan sayu membuat Ellara tertegun ditempatnya. Orang itu ditembak tapi siapa yang melakukannya ?
" GO !! " teriak Hugo menatap Ellara yang justru seperti orang melamun sontak teriakan Hugo menyadarkan Ellara dan ia segera bangkit, namun Ellara enggan pergi dirinya harus ikut membunuh orang-orang yang telah berani menghancurkan rumah nya.
Ellara berlari kearah lawan dan menusuknya dengan sebuah belati panjang dengan bengis. Hugo memanfaatkan keadaanya dengan menembak orang-orang yang terlihat orang mata tajam nya.
rupanya kedatangan pihak king membuat pihak lawan kewalahan mereka merasa tak mampu menandingi keempat lelaki yang datang secara tiba-tiba ditambah beberapa anak buah king membantai habis para anak buah musuh.
DUARRRR
Ledakan kedua yang terjadi di dalam mansion membuat para penghuninya membelalakan maniknya lebar perlahan-lahan bangunan itu bergoyang dan bergetar hebat.
" Ellara go !! " teriak Hugo lagi.
" Ornaf !! Dimana suamiku ? " ucap Ellara dengan panik dan tak lama terdengar lagi ledakan ketiga hingga membuat pijakan lantai retak seakan akan runtuh.
" Ellara !! " teriak Hugo dan Ellara menggeleng pelan lalu berlari kearah lain untuk mencari suaminya Hugo mengumpat karena Ellara tak menuruti ucapannya.
Hugo berlari keluar saat merasakan bahaya akan menimpanya., dan benar saja perlahan-lahan bangunan itu amblas di sisi kanan sedangkan Ellara berteriak memanggil suaminya
" Ornaf!! " teriak Ellara lantang, Ellara terus berlari ke sisi bangunan yang masih utuh tapi belum juga melakukan pencarian Ornaf tiba-tiba tangannya ditarik seseorang secara paksa.
DUARRRR
DUARRRR
__ADS_1
bangunan itu runtuh hanya dengan dua kali ledakan susulan. Mansion yang tadinya tenang dan megah kini hancur tak tersisa, mayat-mayat bergelimpangan tak tentu arah dan tentunya ikut terkubur dengan puing-puing bangunan.
sesaat semuanya mendadak hening tak bersuara. Kepulan asap dan debu berterbangan bebas bahkan dua ekor kuda milik Alexandra dan Alexa ikut menjadi korban dari serangan yang terjadi.