King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Lorenza Vs Maxim 2


__ADS_3

DORR


maxim tertegun kala lengan nya ditembak oleh lawan nya. Darah mengalir cukup deras dan merembas ke tanah mengotori kameja putih milik nya. Lorenza hanya menatap remeh dan terselip senyum penuh arti.


Maxim mencoba untuk mengatur nafasnya agar teratur. Rasa nyeri akibat tembakkan itu masih ia rasakan namun maxim tak ingin kalah manik elangnya berubah menjadi setajam silet tubuhnya panas seketika.


" Aghhhh !!! '' teriak Maxim menggelegar. Lorenza hanya diam dan melihat putra dari Ellara itu meraung tak jelas.


DORR


AGHHH


Lorenza mengerang kala perutnya berdenyut nyeri dan basah oleh cairan berwarna merah. Salah ! dirinya salah memprediksi Maxim yang akan melemah Namun justru Maxim terlihat tak perduli dengan luka di tangan nya.


DUAKKKK


uhukkkk


Maxim menendang perut Lorenza yang terluka tanpa perasaan hingga lawan nya mengeluarkan banyak cairan merah dari mulut nya. Maxim menatap dingin dan tajam.


" Membunuh mu adalah hal mudah untuk ku. Namun sepertinya kau tak lagi sayang dengan nyawamu pak tua '' sinis Maxim dengan angkuhnya. Entah mengapa Lorenza bisa melihat sosok kakak nya di dalam diri Maxim.


Mata Maxim sama persis dengan mata milik sang kakak. Hati Lorenza berdesir karena merasakan sesuatu yang berbeda. Maxim terus melangkah dan menatap Lorenza dengan bengis.


Aura Maxim sangat mendominasi ada perpaduan antara Ellara dan juga sang Kakek. Lorenza tertegun saat melihat sebuah tanda hijau di leher nya yang lagi-lagi mirip dengan sang Kakak. Lorenza menggelengkan kepalanya pelan. Apakah Frazzes willyam berenkarnasih pada diri Maxim.


BUGHHHH


AGHHH


Lorenza mengerang kala wajah nya di hantam bogem mentah oleh Maxim. Darah segar sudah keluar dari lubang hidung nya rasa nyeri ia rasakan kembali kini. Lorenza menatap tajam pada Maxim yang berada di hadapan nya.


DUAKKK


Lorenza menendang kaki Maxim hingga terjatuh dan terjerambab. Lorenza bangkit dan mencengkram erat kemeja Maxim.


BUGHHHH

__ADS_1


DUAKKK


AGHHH


Maxim berteriak saat dahinya dibenturkan dengan dahi milik Lorenza, seketika kepala nya berdenyut nyeri dengan pandangan yang berkunang-kunang. Walau bagaimana pun Lorenza bukan orang yang lemah.


" Ckckck anak muda yang lemah seperti mu tak pantas menjadi lawan ku. Kemampuan mu sungguh buruk '' ejek Lorenza dengan menatap lekat wajah Maxim yang sudah memerah menahan rasa sakit sekaligus rasa marah. Maxim berdecih pelan dan menatap angkuh pada Lorenza. Dalam seperti ini dirinya masih bisa terkekeh karena merasa lucu.


" Lalu seperti apa yang bisa melawan mu ? jangan sombong pak tua '' sinis Maxim bangkit dan meregangkan otot-otot nya kembali. Maxim tidak memperdulikan luka-luka yang dialaminya kini. " lets play '' Maxim berlari dan siap menghajar namun Lorenza menahan setiap pukulan yang diberikan oleh putra dari Ellara itu.


Lorenza menepis terjangan Maxim namun pemuda itu justru melakukan gerakan tak terduga hingga tangan nya menghantam kembali luka tembak di perut nya.


BUGHHHH


AGHHH


DUAKKK


Lorenza mengerang dengan keras manik nya terpejam dan mengeluarkan keringat dingin di sekitar wajah nya. Sakit tentu saja sakit rasanya seluruh tubuh nya kini remuk tak bertenaga.


DORRRR


Maxim menggeram marah karena Lorenza masih bisa untuk melawan nya bahkan menembak dirinya dengan begitu cepat.


" Cari mati!! '' sentak Maxim lagi.


DODODODORR


Lorenza meregang nyawa dengan manik terbelalak lebar karena beberapa peluru bersarang ditubuh nya. Maxim yang melihat kejadian itu hanya tertegun akan kehadiran sosok seorang Wanita yang datang entah darimana.


Wanita itu menatap tubuh Lorenza dengan tatapan yang sulit diartikan Maxim menyipit dibuatnya. Seorang Wanita muda berpakaian serba hitam dengan rambut nya yang diikat sedang menatap Maxim dengan tajam.


" Who are you ? " Picing Maxim yang mengunci pandangan nya kearah wanita itu.


" Putra Ellara cucu dari Tuan Frazzes Willyam kau memang tangguh tuan muda. " ucap nya sopan menunduk hormat pada Maxim yang menatap nya bingung. " Dirimu sungguh berbakat. Aku bisa melihat kejayaan di tangan mu tuan muda. " ucap nya lagi dengan tegas dan lugas.


" siapa yang kau sebut dengan tuan muda ? " tajam Maxim dan wanita itu hanya tersenyum tipis " Tentu saja dirimu. Namamu harusnya Maxim willyam " tekan nya dan Maxim hanya tertawa ringan.

__ADS_1


" Pergilah aku tak mengenalmu kenapa kau membunuh Lorenza ? " ujar Maxim yang bingung namun dirinya merasa waspada akan wanita yang dirinya sendiri pun tak tahu.


" Tentu saja untuk melindungi mu tuan muda '' ucap wanita itu dengan percaya diri. Maxim semakin terkekeh dibuatnya. Sepertinya keluarga dari sang ibu menyimpan banyak teka-teki. Apa mungkin selama ini dirinya diawasi ?


Tak lama datang beberapa orang ketempat perkara. Maxim menyipit saat orang-orang itu justru menunduk penuh hormat padanya. Sekitar sepuluh orang berpakaian serempak dan mereka bertubuh atletis dan tegap. Maxim semakin tak percaya dengan keadaan.


Si wanita itu menyuruh beberapa orang untuk membawa mayat Lorenza, namun Maxim mencegah hal itu dirinya akan mengumpulkan mayat-mayat para musuh nya di suatu tempat untuk dijadikan sebuah menekin keabadian.


******


Malam hari nya. Di apartemen milik Maxim.


Brakkkkk


" Max apa yang kau lakukan !! " teriak seorang wanita dari kejauhan. Maxim yang sedang berbincang dengan seseorang menekan erat telinga nya karena terkejut.


Isabella terkejut saat mendapati Maxim dengan seseorang wanita, dahinya berkerut dengan pandangan yang mengunci keduanya. Maxim tersenyum saat melihat isabella mendatangi apartemen pribadi nya.


" who ? " sinis Isabella dan Max hanya terkekeh. " Max !! " tekan isabella lagi kesal melihat Maxim yang tersenyum dengan tengil.


" Duduklah dulu Nona. Seorang gadis tidak baik jika marah-marah " ucap wanita yang sedang berbincang dengan Maxim. Isabella semakin kesal dan melempar sesuatu kearah Maxim.


PRANGGG


" Jaga sikap mu Nona " Pekik Wanita asing menatap Isabella dengan tajam. Maxim mengelus kepala nya pelan. Belum juga luka tembak nya sembuh kini kepala nya dilempari sebuah sepatu oleh Isabella.


" Aku tak berbicara dengan mu " dingin Isabella lagi dengan kesal. " Sebaiknya kau diam saja '' ketus Isabella lagi namun pada saat wanita asing itu hendak melayangkan protes nya kembali Maxim menyela dan justru memberi tatapan peringatan.


" Isabella Harson. Putri bungsu dari aunty Gloria dan juga uncle Dave Seharusnya kau tahu itu bukan. " dingin Maxim menatap lekat wajah wanita yang telah menembak Lorenza. Isabella terlihat bingung akan sosok wanita asing yang baru saja dijumpai oleh dirinya kemudian Maxim merengkuh pinggang Isabella dan menuju kesuatu ruangan yang lain meninggalkan Wanita berkuncir itu dengan diam seribu bahasa.


Maxim membawa Isabella ke kamar pribadinya yang dilengkapi sebuah mini bar disana. Maxim membuka lemari es untuk mengambil dua botol minuman segar. Isabella diam saja dan menatap lekat kearah Maxim.


" Kau terluka Max ? '' ucap Isabella dengan wajah yang sulit diartikan.


" Cukup dengan kau mencium bibir ku saja sudah cukup isa '' goda Maxim dengan menyeruput minuman cola nya. Isabella memberengut namun dirinya bangkit dan berjalan kearah Maxim.


Manik Maxim terbelalak saat Isabella justru menuruti kata-kata nya, benda kenyal nan hangat beraroma lemon mendarat tepat dibibir nya. Maxim tersenyum dan menyambut nya dengan nafas memburu.

__ADS_1


Isabella meletakkan kedua tangan nya di leher maxim begitupun dengan Maxim yang menarik pinggul Isabella agar tubuh nya semakin dekat dan terhimpit.


" I love you Isa '' lirih Maxim dengan manik terpejam mencoba menghirup aroma candu milik wanita nya. Isabella tak membalas namun hanya tersenyum lembut Maxim tahu jika Isabella pun mencintai dirinya hanya saja putri bungsu Dave itu masih merasa malu dan jauh dengan sikap bar-bar nya.


__ADS_2