
Mobil milik George dan juga Malvin melaju meninggalkan kediaman si wanita berambut merah diikuti oleh anak buah nya yang lain dibelakang.
Malvin mengandalkan sebuah tablet yang telah ia set untuk menandai keberadaan si wanita berambut merah itu.
Rupanya mereka bergerak menuju sisi timur yang entah kemana tujuan mereka. George mengambil sisi kiri jalan untuk mempermudah pergerakannya dan Malvin mengambil bagian kanan.
" Masuk hutan !! " perintah Malvin menggema bahkan George yang sedang fokus terkejut saat mendengar pekikan Malvin yang tiba-tiba.
Gelap nya hutan tak membuat George dan Malvin mundur yang ada mereka tak akan melepaskan target nya begitu saja dengan mudah.
Selama mengemudi hampir dua puluh menit dari arah kejauhan anak buah George melihat pergerakan yang melintas, sial nya lagi ada sebuah kapal yang menunggu disana. Apa mereka akan kabur ?
" Mereka akan menaiki sebuah kapal " pekik anak buah George memberikan informasi pada seluruh orang yang terhubung.
Malvin dan George segera bergegas menuju titik lokasi, mereka akan bertemu di dua sisi yang berbeda.
" NOW !! " Lantang George saat melihat dua buah mobil melintas melewati mobil miliknya dengan cepat seketika,
DODODORDODODOR !!
TRANGGG
" Kepung!! " pekik George lagi dengan semangat nya.
Malvin langsung melempar bom dengan cepat hingga salah satu buah mobil yang menjadi incarannya meledak hebat dengan cepat.
DODODODOR !!
pihak musuh rupanya melakukan aksi balas terhadap pihak George dan Malvin yang hendak melakukan aksi serang kembali. George menghindar begitupun dengan Malvin para anak buah mereka memanfaatkan keadaan yang ada dengan menyerang saat mereka hanya fokus pada satu titik saja.
DUARRRR
" No.. MALVIN !! '' teriak George histeris saat melihat mobil sahabat nya meledak dan hancur berantakan. Sesaat George terpaku dengan nafas yang seakan terhenti seketika, maniknya melotot lebar dengan butiran air mata yang hampir tumpah.
Anak buah Malvin yang melihat itu sungguh terkejut dan tak menduga akan hal ini.
DODODODOR !!
TRANGGG
George tersentak saat mobil yang ia gunakan diserang dari arah kiri, rupanya tempat itu sudah terkepung George marah dan murka hingga tanpa sadar ia membuka kap mobil bagian atasnya seperti sedang memberi celah untuk para musuh melukai dirinya.
" AGHHH!!! Kalian harus mati!! '' teriak George murka dengan otot-otot wajah yang menonjol memerah.
__ADS_1
Dimengerti.
Suara system otomatis seakan memberikan sebuah peluang untuk George. Ia menggunakan kesempatan ini untuk melumpuhkan musuh yang terlihat tanpa ampun.
DODODORDODODOR !!
AGHHH
DODODORDODODOR !!
suara selongsong senjata yang diberikan George saling bersaut-sautan bercampur dengan jeritan kematian para anak buah si wanita berambut merah. George melihat wanita itu tersenyum sinis di dekat pintu sebuah kapal berlantai dua.
Disisi lain Malvin meringis saat kepalanya membentur sebuah batu disana, untung saja ia selamat dari ledakan kematian itu membuat dirinya harus melakukan aksi semacam bunuh diri dan akhirnya ia terpental jauh dari arah mobil.
" Sial!! Mereka harus membayarnya " gerutu Malvin saat ia berusaha untuk bangkit tapi ternyata sebuah anak panah melesat lurus hendak melukai kepalanya, alhasil Malvin merunduk dengan mata yang menatap tajam sekitarnya.
Apa tempat ini sudah dilengkapi cctv ? . Batin Malvin.
" tuan muda " ucap seseorang mengejutkan Malvin yang sedang tengkurap diatas rerumputan dan ilalang rendah. Malvin menoleh dan seketika memberikan kode untuk tidak berisik orang itu hanya bisa mengangguk mengerti.
George melumpuhkan orang-orang dengan cepat hingga ia melihat jika kapal itu hendak berlayar tapi alangkah terkejutnya saat ia melihat siluet orang yang dikenal nya bersama dengan wanita berambut merah itu.
George menyipitkan matanya seketika.
DODODORDODODOR !!
George tanpa aba-aba memberikan serentetan peluru hingga mengenai bagian depan sebuah kapal yang mirip dengan sekoci itu. Asap mengepul disana dan George tersenyum miring.
" wow... Kau sungguh hebat kawan '' ucap tiba-tiba Malvin mengejutkan George yang sedang menatap fokus pada kapal yang bergerak tak beraturan seperti kehilangan keseimbangannya.
" Kau !! '' pekik George terkejut saat melihat Malvin masih hidup walaupun wajahnya kotor bahkan ada noda merah menghiasi wajah tampannya.
" sudahlah jangan berbicara. Kau tak ingin melepaskan buruan begitu saja bukan? '' Picing Malvin dan George sontak melihat kearah kapal yang sudah menjauh dari pandangannya. " Aku sudah meletakkan pelacak di body kapal itu jadi kita bisa tau kemana mereka akan pergi '' ucap Malvin lagi dengan merintih kecil saat rasa ngilu sekaligus berdenyut ia rasakan di bagian tangannya bahkan kepalanya terasa pusing saat ini.
" hmm.. Kau memang cerdik kawan '' ejek George dan Malvin hanya diam saja seraya mengisi amunisi nya kembali.
" Tuan ada suara sirine polisi yang bergerak kemari " pekik salah satu anak buahnya melalui MH yang terpakai oleh George. Malvin yang tidak memakai MH karena benda itu terlepas begitu saja saat insiden ledakan hanya bisa melihat ekspresi George yang tidak bersahabat.
" berpencar dan menjauh. Jika mereka menghalangi maka lumpuhkan tanpa suara!!'' ucap George tegas dan Malvin yang mendengarnya sudah bisa memprediksikan dengan apa yang terjadi.
George memapah Malvin menuju mobil nya Malvin terkekeh karena ia merasa menjadi seorang lelaki kesakitan dengan kondisinya saat ini, George memicingkan matanya saat melihat ekspresi Malvin yang terkesan sedang menertawakannya.
" Ada apa ? '' ketus George dan Malvin hanya tersenyum manis menatap wajah George yang kesal membantu si mpunya seketika menggeleng pelan.
__ADS_1
" tidak. Cepatlah kita harus meninggalkan tempat ini. Bukankah kau tak mau jika berurusan dengan pihak berwajib ? Hmmm bisa aku tebak mereka ada disini bukan ? '' celoteh Malvin dan George diam saja.
George kesal akhirnya dengan kasar mendudukkan Malvin di kursi belakang hingga tak sengaja membentur dahinya membuat George tertawa lucu.
" kau!! " sentak Malvin tapi ucapannya terhenti kala mendengar sebuah tembakan peringatan yang entah dilayangkan oleh pihak mana. Malvin dan George saling pandang satu sama lain.
" Tuan. Mereka menghalangi mobil ketiga " ucap seseorang di sebrang sana.
" Bereskan!! " tegas George.
" Yes sir. " ucap mereka serempak saat mendengar titahan dari tuan nya itu.
Mobil milik George melaju pesat menggunakan jalur lain, ia bisa melihat jika ada empat buah mobil polisi yang mengepung tempat pertempuran sebelumnya.
Malvin melirik sekilas dan menyebarkan kembali kepalanya dengan mata yang terpejam.
DUARRRR
suara ledakan itu membuat Malvin mau tak mau harus menoleh kearah belakang karena penasaran, ledakan dengan api yang membungbung tinggi telah terjadi dibelakang sana.
George benci di situasi seperti ini tapi ingatannya tertuju pada sosok lelaki yang dikenalnya saat membantu wanita si rambut merah untuk melarikan diri.
Dia!! Apa yang terjadi. Batin George.
*******
" Berhenti mengikutiku !! '' tekan Athena dengan manik yang menatap tajam pada dua orang lelaki milik king itu. Alland dan Brandon saling memandang satu sama lain lalu menatap datar kembali membuat Athena kesal bukan main.
" Athena !! " panggil seseorang dan Athena segera menoleh ternyata Gevariel yang memanggilnya. Athena tersenyum tapi sebelum itu ia menatap tajam pada Alland dan Brandon sebagai bentuk peringatan.
Athena berlari kecil menuju Gevariel yang sedang asyik meminum coklat panas nya. Athena langsung duduk disamping Gevariel dengan nafas yang sedikit kasar.
" Ada apa hmm ? Kau terlihat cantik jika seperti ini Athena '' bisik Gevariel dengan senyum jail nya. Athena diam saja tapi entah mengapa perasaan nya mengatakan jika ada yang selalu mengawasi nya selain Alland dan juga Brandon.
Gevariel yang melihat Athena hanya diam menjadi heran bukan main manik nya yang tenang menyimpan sejuta ribuan silet didalamnya Gevariel melihat jika ada beberapa orang yang mencurigakan di area sekitarnya
Apa mereka suruhan nyonya Valera ? . Batin Gevariel.
*****
masih amburadul jadwal up nya yah reader. Setelah demam dan meriang kini owee terserang flu jadi belum bisa rutin kasih up per episodenya 😢 ditambah cuaca tak bersahabat banget, hujan deras disertai petir membuat owe tak berani memegang ponsel walaupun hanya sebentar.
Tetap beri semangat dan dukungannya yah. Like dan komen sangat dibutuhkan. Love you all.
__ADS_1