
Benar saja setelah penyerangan yang dialami oleh Malvin kini dirinya menjadi incaran para aparat karena visual wajahnya terekam oleh cctv, dan orang-orang yang ikut menyerang sudah tewas tak tak tersisa.
Malvin akan tau jika masalah itu akan menimbulkan permasalahan lainnya. Karena mereka melakukan serangan di daerah warga bahkan salah satu warga sipil ikut menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Sedangkan disisi lain seorang wanita marah bukan main karena rencananya untuk mengecoh Malvin gagal total, ia membanting segala barang yang ada di dekatnya.
PRANGGG
" Anak itu masih saja sulit untuk di lumpuhkan. " pekik wanita berambut hijau riasan mata yang terlihat sangat mencolok karena eye shadow pun ikut berwarna hijau.
Nafas wanita itu terlihat sangat memburu, bertahun-tahun sudah ia mengasingkan dirinya setelah ia berkali-kali kabur dari cengkraman penguasa England Hans Maxwell.
" Aku tak terima kekalahan lagi. Jika dulu aku dikalahkan dengan dua orang bocah maka kali ini tidak akan !! '' geram wanita itu lagi, dirinya dengan segera mengambil ponsel yang terletak diatas kasur lalu kemudian menghubungi seseorang.
" Ada apa ? " saut suara seseorang dari sebrang sana terlihat bertanya dengan datar.
" Siap kan penerbangan untuk ku menuju Paris " ucap wanita itu lagi dengan tegas.
" Paris ? Apakah kau sudah menemukan dua target yang selama ini kau incar Vie " tanya nya diseberang sana.
" Jangan banyak bertanya. siapkan saja " sentak wanita yang dipanggil Vie oleh seseorang disana.
" Ya baiklah. Kau tunggu saja " ucapnya pasrah lalu memutuskan sambungan telepon yang masih terhubung.
Wanita yang di panggil Vie itu mengumpat kasar pada orang yang baru saja dihubunginya. Bagaimana tidak dia memutuskan sambungan yang masih terhubung.
Dengan langkah tegas dia menyiapkan keperluannya untuk terbang menuju Paris, sorot matanya sangat tajam kala mengingat kejadian di masa lalu silam.
Gold mansion.
Silla benar-benar dibuat terkejut kala rencananya gagal yang hendak meracuni Athena dengan racun yang sangat mematikan, bagaimana bisa Athena tidak mengalami sesuatu setelah meminum minuman yang diyakini Silla telah tercampur racun.
Athena bersikap biasa seperti tak terjadi apa-apa. tadi malam Kenneth yang telah menggantikan minuman yang telah tercampur racun dengan yang baru, jadi Athena tidak mengalami hal apapun setelah meminum jus itu.
tapi pada saat mereka hendak makan, tiba-tiba seorang maid panik dan berlari dengan wajah yang penuh ketakutan membuat semua orang dilanda kebingungan.
'' Ada apa ? '' tanya Remigio menatap wajah salah satu maid nya.
'' tu...tuan maafkan saya. ikan hias milik tuan tiba-tiba mati saat saya ingin memberikannya makan '' ujar maid tersebut dengan wajah gugup sekaligus ketakutan. Remigio membelalakkan matanya lebar saat mendengar hal itu.
Ikan hias berharga fantastis yang selama ini ia pelihara tiba-tiba mati dengan konyol. Athena mengeryitkan dahinya heran sedangkan Kenneth hanya diam saja.
'' kenapa bisa terjadi ? '' pekik Remigio marah.
" maafkan.. maafkan saya tuan. Sungguh saya pun tak tau. '' ucap maid itu lagi dengan takut. Remigio memijat pelipisnya pelan rasanya ia ingin sekali marah tapi dirinya sadar jika maid tersebut tak bersalah.
Silla yang mendengar hal itu ikut penasaran kenapa tiba-tiba ikan hias berharga mahal milik remigio bisa mati ? karena selama ini semuanya baik-baik saja.
__ADS_1
Remigio bangkit dan berjalan tergesa menuju dimana ikan hias nya berada, Athena turut mengikuti langkah sang ayah dengan tergesa sedangkan Kenneth hanya menatap kepergian kakak serta ayahnya dalam diam.
sesampainya disana, Remigio dan Athena tampak tercengang saat melihat air tempat ikan itu hidup berubah menjadi keruh kekuningan.
Remigio tampak syok dibuatnya dan Athena hanya terkekeh geli melihat tingkah ayahnya tapi tunggu ? mengapa ikan itu bisa mati dengan tiba-tiba.
Athena menatap seksama, ternyata ia melihat botol yang sudah kosong di samping kiri aquarium berukuran besar. Athena mengenali botol tersebut.
Itukan botol milikku. Jangan bilang jika Kenneth. Batin Athena menduga.
" Botol apa ini ? " Picing Remigio tampak curiga dengan meneliti seksama botol yang berada dalam genggaman nya.
" Daddy sudahlah. Mungkin memang seharusnya ikan itu harus mati. Kau bisa membeli nya lagi bukan " bujuk Athena tepat di samping Remigio.
" tapi sayang, ikan itu sangatlah langka " ujar Remigio dan Athena benar-benar meruntuki Kenneth yang akan berbuat demikian. Kenapa harus ikan milik ayahnya ? apakah tidak ada pilihan lain untuk membuktikan perkiraan mereka terhadap Silla.
Athena seketika menggaruk tengkuknya menatap polos pada ikan yang tak berdosa itu, jadi benar itu racun. Silla benar-benar harus disingkirkan secepat nya.
'' ikan itu mati karena racun dad '' saut tiba-tiba Kenneth berjalan dengan santai menghampiri ayahnya dan sang kakak yang masih menatap tubuh ikan berukuran besar yang sudah tak bernyawa lagi.
'' racun ? '' Picing Remigio lalu lebih menatap dengan teliti ke dekat aquarium, memang air nya tak jernih dan terdapat sekumpulan buih yang sudah sedikit menghitam di pinggiran kaca, bahkan mata ikan yang semula berwarna merah berubah menjadi putih pucat. '' siapa yang melakukan ini ? '' ucap Remigio lagi.
'' sudahlah jangan dibahas lagi '' ucap Kenneth lalu pergi begitu saja meninggalkan sejuta pertanyaan dalam benak Remigio.
sore harinya tiba-tiba Remigio mendadak mendapatkan kabar dari sang ayah jika kesehatan sang ibu mulai menurun hal itu membuat Remigio panik bukan main.
Athena dan Kenneth akan menyusul nanti, Valera segera menyiapkan keperluannya dan sang suami untuk berangkat menuju Amerika kali ini Valera memutuskan menggunakan pesawat pribadi milik nya.
Silla yang mendapatkan hal itu tentu saja senang bukan main karena Remigio dan Valera tak ada di mansion malam ini, esok adalah hari keberangkatannya menuju new Zealand dan tentu saja sebelum pergi ia harus memastikan untuk membunuh Athena.
empat anak buah Remigio sudah menunggu di pintu utama Gold mansion, mereka akan ikut untuk menjaga keselamatan dari tuannya.
" Sayang.. Daddy pergi, ingat nanti kau menyusul hmm '' ucap Remigio lembut dan Athena mengangguk pelan,Valera memeluk putrinya dengan penuh kasih sayang.
'' Hati-hati '' ucap Athena dengan tersenyum.
Dua buah mobil SUV berwarna hitam telah pergi meninggalkan area Gold Mansion, Athena dan Kenneth dengan segera masuk kedalam. Silla tiba-tiba datang menghadang jalan Athena.
Apa dia sakit jiwa. Batin Athena.
Athena menatap remeh pada Silla yang sedang menatap dirinya dengan tajam. Kenneth memutuskan melihat adegan selanjut nya dari anak tangga saja.
" parasit " ucap Athena menekan kata-kata nya dengan tajam.
Athena membelalakan maniknya saat tiba-tiba Silla menodongkan senjata api kearah tubuhnya. Kenneth diam saja tak bereaksi. Athena berfikir dari mana dirinya mendapatkan benda tersebut apakah dari lantai tiga tempat dirinya dan yang lain berlatih.
" Ada apa dengan benda itu ? " tanya Athena dengan polos.
__ADS_1
" Kau akan mati ditangan ku!! " ucap Silla.
DORRR
PRANGGG
Athena menghindar kala ujung maniknya menangkap jika peluru itu hendak bersarang di pinggang nya. Sebuah Gucci menjadi sasaran dari peluru yang Silla keluarkan.
Para maid panik bukan main saat melihat Silla menggenggam senjatanya tepat kearah nona mudanya.
" Sialan !! Rupanya kau ingin mati ditangan ku " bentak Athena dengan mata melotot lebar.
DORRR
DORRR
DORRR
Silla semakin menarik pelatuk nya tak tentu arah, hingga Athena berhasil untuk menghindar dan alhasil benda-benda mahal di sana yang menjadi sasarannya.
Kenneth rasanya ingin sekali merobek wajah Silla tapi ia tau ini bukan bagian dirinya biarkan saja sang kakak yang mengurusnya. Athena berlari dengan cepat dan seketika.
DUAKKK
Athena menendang perut Silla sebelum wanita itu menarik pelatuknya.
DORRR
AGHHH
Silla menjerit kala kakinya di tembak oleh Athena dan hal itu membuat maid serta pengawal yang berada di sana panik bukan main.
Athena geram dan tak puas hati lalu menjebak rambut Silla dan membenturkan dahinya berulang kali pada lantai marmer yang dingin itu.
suara jeritan dan pekikan kesakitan tentu saja terdengar begitu memilukan, Kenneth tersenyum miring saat melihat itu semua. Tepat pada saat Athena ingin menyerangnya kembali tiba-tiba Kenov datang.
" ohh shitt Athena !! " pekik Kenov syok karena melihat Athena membabi buta menghajar Silla yang sudah babak belur.
Kenov meraih tubuh Athena tapi entah mengapa tenaga gadis ini sertifikasi bertambah dua kali lipat. Cengkraman nya pada rambut Silla begitu sangat kuat.
" Lepaskan aku paman !! Aku ingin terus menghajar wanita ini hingga mati saat ini juga. Dia telah berani memasukkan racun kedalam minuman ku dan kini ia telah berani menodongkan senjata nya padaku " sentak Athena hingga Kenov terkejut bukan main. Kenneth memijat pelipisnya pelan.
DUAKKK
" Athena !! Silla akan mati " ucap Kenov yang masih mendekap erat tubuh putri sahabatnya itu.
DORRR !!
__ADS_1