King ( KSRM Season 2 )

King ( KSRM Season 2 )
* Missi Greta 3


__ADS_3

Elena dan Syina dibawa kesebuah villa milik Melani yang tak jauh dari pantai, bangunan itu memiliki mercusuar tersendiri. Untuk saat ini Elena dan Syina beristirahat di villa milik Melani dan pejalanan mereka gagal karena suara sialan tadi yang membuat ketiganya gagal menjalankan misi.


Elena dan Syina terlebih dahulu membersihkan diri begitupun dengan Melani, setelah ketiganya selesai mereka akan memasak pasta siap saji agar lebih menghemat waktu


" Melani apa kau sudah lama tinggal di pulau ini ? '' tanya Syina tiba-tiba.


'' tidak begitu lama. '' singkat Melani lagi. '' aku bukan penduduk asli sini asal kau tahu. '' ucap Melani lagi dan Syina semakin tak mengerti. " Kau pasti bingung bukan ? sudahlah jangan terlalu difikirkan. Aku bukan orang jahat maupun orang yang harus kau waspadai. Aku berteman dengan Elena cukup lama. Jadi aku akan membantu kalian untuk menemukan orang yang sedang dicari nya. '' jelas Melani lagi.


" Greta. Namanya Greta. " ucap Syina dan Melani terkekeh lalu mengangguk dan meminum air putih di gelas nya hingga tandas. " bagaimana jika kita bergerak pada pagi hari Elena. " ucap Melani lagi.


" Apa itu tidak terlalu mencolok ? '' jawab Elena.


" Entahlah. Tapi sebenarnya iya, bahkan pagi dan malam sama saja Elena. Sama-sama beresiko'' kekeh Melani dan Elena hanya tersenyum kecil menanggapi. Ya benar juga pagi dan malam sama saja. Jika mereka diketahui maka taruhannya adalah nyawa.


" Baiklah. Aku setuju, lebih cepat lebih baik '' ucap tiba-tiba Syina dan Elena terlihat mengerutkan dahinya namun tak lama ia pun mengangguk setuju.


Keesokan harinya. Melani, Elena dan Syina sudah siap untuk melakukan perjalanan. Melani hanya akan membawa tiga anak buahnya untuk membantu mereka dalam keadaan darurat.


Mereka akan menggunakan pesawat komersial untuk menuju sebuah kota lainnya. Elena dan Syina hanya menurut saja dan mempercayakan masalah ini pada Melani. perjalanan hanya memakan waktu satu jam saja. Melani dan lainnya akhirnya tiba disebuah kota asing yang bahkan Elena dan Syina pun tak tahu.


Perjalan mereka masih terus berlanjut dan kali ini Melani menggunakan sebuah kapal untuk menuju pulau tersebut, Elena dan Syina mengamati keadaan sekitar begitupun dengan ketiga lelaki anak buah Melani.


" Kira-kira berapa jam kita berada di kapal ini ? '' tanya Elena kepada Melani yang asik meneropong sesuatu. Melani melirik dan menatap Elena yang sedang mengamati sesuatu.


" Tidak bisa ditentukan. Kemungkinan tiga atau empat jam " saut Melani santai dan Elena hanya mengangguk begitupun dengan Syina. Kapal yang membawa mereka perlahan-lahan bergerak dan kemudian berjalan dengan lancar.


Selama perjalanan Elena dan Syina hanya fokus pada tablet nya masing-masing, Melani melihat cara kerja dari kedua wanita jajaran king itu. Ya Melani sudah tau jika Elena bagian dari king, organisasi teratas dalam dunia mafia bahkan Melani sangat penasaran akan sosok sang Lady pemimpin dari king.


Cuaca cukup baik hari ini walaupun cukup mendung namun hujan tak kunjung datang. Semilir angin sore menerpa dengan begitu perlahan, sejuk sangat sejuk. Ketiga wanita itu sedang menikmati suasana dengan secangkir kopi hangat.


" Apakah itu pulau nya ? " tanya Syina yang menatap Melani dengan memicing.


" Ya. " ucap Melani singkat. " kita akan berlabuh di dermaga milik seseorang. " ucap Melani lagi.


" Aku tak perduli kita akan berlabuh dimana. Yang terpenting kita harus membawa Greta pulang " saut Syina dan Melani terkekeh bukan main. Syina wanita itu tipe yang tidak banyak bicara sedangkan Elena adalah tipe yang suka bertanya ini dan itu.


" Nona. sebuah sekoci sedang mengejar kita " ucap seseorang berkata pada Melani dan sontak wanita itu melihat kearah belakang begitupun dengan Elena dan Syina.

__ADS_1


DUARRRR


sebuah ledakan hebat terjadi di atas kapal dengan tiba-tiba. Melani, Elena dan Syina tersungkur karena guncangan hebat itu.


" Berlindung !! " pekik seseorang dengan lantang.


DODODORDODODOR !!!


DODODODOR !!


suara bidikan senjata Laras panjang membuat Melani mengumpat kasar begitupun dengan Syina dan Elena. Anak buah Melani melakukan aksi serang balik untuk pertahanan diri.


DODODODOR !!


DODODORDODODOR !!


Elena dan Syina bergerak di arah yang berbeda. Kedua wanita itu memberikan serangan pertahanan untuk melindungi dirinya masing-masing. Melani wanita itu berlari ke belakang hanya untuk menghubungi seseorang.


DUARRRR


BYUURRR


" hah.. hah.. '' Elena tersengal begitupun dengan Syina. Namun mereka tak menemukan Melani.


DODODODOR !!


Elena dan Syina sontak menenggelamkan tubuhnya kedalam. Sebuah kapal semakin mendekat kearah mereka. Anak buah Melani berenang mencoba menghindari rentetan peluru yang dilayangkan oleh orang-orang asing.


DODODORDODODOR !!


Tak lama beberapa helikopter datang dan langsung memberondong sekumpulan lelaki berpakaian hitam. Sontak mereka kelabakan karena menerima serangan tak terduga.


DUARRRR


seseorang dari atas sengaja melemparkan satu buah bom kearah kapal berwarna coklat, sontak aksi itu membuat laju kapal menjadi oleng tak karuan bahkan sebagian dari kapal tersebut terbakar hebat.


" Melani !! " teriak Elena lantang mencari sosok teman nya. Namun wanita itu belum juga muncul di permukaan. Tak lama Syina dan ketiga anak buah Melani yang muncul. '' Melani !! " teriak Elena lagi namun lagi-lagi Melani tak juga muncul membaut semua orang yang sedang berada di dalam air panik.

__ADS_1


" sial!! siapa mereka sebenarnya " pekik Syina marah. Namun detik kemudian ia tersadar akan tas dan barang-barang nya seperti senjata, tablet dan lainnya. " Elena barang kita ? '' pekik Syina dan Elena terbelalak lebar.


" Apakah tenggelam ? '' ucap Elena tanpa sadar. Namun tiba-tiba Melani muncul dengan membawa dua buah tas ransel yang untung nya anti air di kedua tangannya. sontak Elena dan Syina segera berenang kearah Melani. " Melani. Kau tak apa ? '' pekik Elena.


" Bodoh !! Kalian melupakan tas sialan ini !! '' umpat Melani dan seketika Syina dan Elena mengambil tas mereka masing-masing dengan tersenyum kikuk.


DUARRRR


lagi-lagi terdengar suara ledakan hebat. Kapal itu hancur karena serangan dari beberapa helikopter yang entah datang dari mana, Melani tersenyum tipis dibuatnya.


Namun ketenangan mereka tak begitu lama tiba-tiba mereka dikejutkan oleh teriakan seseorang. Hiu ? Melani terbelalak lebar melihat sirip ikan hiu bergerak dengan cepat kearah salah atau anak buah nya.


" GO!! " lantang Melani lagi. Sontak mereka berenang dengan cepat kearah puing-puing kapal yang masih mengambang dengan utuh. Nafas mereka tersengal dengan dada yang bergemuruh hebat. Hiu ? sial sungguh hari yang buruk.


AGHHH


seketika jeritan kesakitan terdengar menggema disana. Hiu itu berhasil mengigit salah satu dari mereka, darah mulai terlihat sangat pekat bau amis tiba-tiba menyeruak walaupun tersamarkan.


" cepat naik !! " pekik Melani kepada Syina dan Elena yang justru berhenti dan melihat tubuh seseorang menjadi santapan hiu yang ganas. Dua orang lelaki masih terus berusaha untuk berenang. Melani terus berteriak agar lebih cepat lagi. " oh shitt!! '' umpat Melani saat melihat beberapa ikan hiu mulai berdatangan, darah ! Ya mereka mencium darah yang tercemar disekitar sini.


Untungnya kedua lelaki itu telah berhasil menaiki sisa puing-puing kapal yang masih mengepung, jantung mereka berdegup kencang gak karuan. Mereka kini di kelilingi oleh sekumpulan ikan predator itu.


DORR !!


Syina menembak salah satu ikan yang paling dekat, dan hal itu berhasil ikan itu mulai berenang tak karuan karena tubuhnya terluka akibat tembakan Syina.


DORR !!


DORR !!


Syina terus menembak ikan-ikan itu dengan beringas hingga beberapa dari mereka mulai bergerak dan menjauh.


DUAKKK


" ohh " kejut mereka saat benda yang menjadi pijakan mereka tiba-tiba berguncang karena kibasan dari ikan hiu yang mulai mengamuk. Lagi-lagi mereka merasakan terjangan itu hingga.


BYUURRR

__ADS_1


" Elena !! " pekik Melani dan Syina bersamaan.


__ADS_2