
Larissa sepakat membawa Serena untuk diobati di rumah sakit milik Ornaf. Ex lelaki itu terus berusaha agar menjaga kesadaran Serena tak hilang. Sesekali Ex lelaki itu terus berucap apa saja hingga Larissa yang fokus mengemudi mengeryitkan dahinya dalam.
CKITTTT
" Kau sungguh kasar sebagai seorang wanita nona! '' ucap Ex lagi saat mobil yang mereka gunakan berhenti mendadak saat kecepatan penuh. Larissa diam tak menjawab hingga beberapa pengawal milik king yang berjaga di rumah sakit Ornaf membungkuk saat kedatangan Larissa.
Ex segera meletakkan tubuh Serena dengan hati-hati di brankar rumah sakit setelah Larissa memanggil para perawat untuk segera menangani kondisi Serena saat ini.
" Apakah paman Ornaf dan bibi Ellara ada? '' ucap Larissa.
" Keduanya sedang tidak ada nona! '' ucap salah satu perawat yang mengenali Larissa dan Serena.
" Baiklah! Jangan katakan pada mereka jika kami datang! dan tolong obati Serena dengan baik. Hanya satu peluru! aku harap tak berubah menjadi fatal! '' dingin Larissa hingga para perawat lelaki itu mengangguk dengan wajah yang tertekan.
Serena dibawa kesebuah ruangan untuk segera di obati. Bahkan para anak buah king yang berjaga disekitarnya menutupi kedatangan para nona muda itu. Ex lelaki bertubuh tinggi terus memperhatikan Larissa yang tampak khawatir dengan keadaan Serena.
Jadi dia Larissa Dutton? ramalan sialan itu mengatakan jika Xavier ditakdirkan terikat dengan nya. Cocok sama persis dengan sikap Xavier yang terbilang kasar pada wanita. Batin Ex.
********
Kabar penyerangan yang terjadi di club' yang berada dibawah naungan king sangat cepat tersebar hingga ke telinga para jajaran senior bahkan Valera terlihat memijat pelipisnya saat masalah satu persatu sudah mulai bermunculan dan melibatkan para cucunya.
" Dave tolong kau cari tau siapa yang berada disana kala itu '' ucap Valera terdengar tak ingin dibantah.
Dave memganguk dan segera menghubungi beberapa orang-orang pilihan sang lady yang sudah menyebar untuk mengawasi seluruh generasi nya.
Valera tampak memikirkan sesuatu, jika masalah mulai bermunculan itu artinya kehidupan mafia sebenarnya yang akan dijalankan oleh para cucunya akan segera di mulai.
'' Lady mereka mengatakan jika Larissa dan Serena yang berada disana saat terjadinya penyerangan. Namun ada kabar buruk pihak berwajib sedang mendatangi club' itu dan meminta keterangan sejumlah saksi. '' ucap Dave lagi dan Valera diam saja dengan manik yang menatap tajam.
" Dimana keduanya saat ini? " tanya Valera lagi.
" siapa ? " ucap Dave seakan bingung.
__ADS_1
" Larissa dan Serena! " geram valera tertahan.
" Mereka kehilangan jejak keduanya lady. " ucap Dave lagi dan Valera hanya menghembuskan nafasnya pelan.
" Mereka benar-benar '' lirih Valera dengan manik terpejam nya.
Mansion Kenneth.
Kediaman megah dan mewah itu kedatangan tamu tiba-tiba yang membuat para pengawal mansion bertanya-tanya. Rombongan pihak berwajib datang bergerombol dengan persenjataan lengkap.
" Maaf tuan Kenneth dan nyonya Elisya tak mengijinkan siapa pun yang berkunjung ke kediaman nya di hari Minggu! " ucap salah satu anak buah king berkata dengan sopan dan tegas.
" Katakan Kami ada urusan! " ucap seorang aparat berwajib yang menujukkan wajah tidak sukanya.
" Anda tuli tuan? " picing nya lagi kesal hingga membuat para pihak berwajib itu geram bukan main. " Silahkan pergi dari sini. Mansion ini mempunyai aturan dan jika ingin bertemu dengan tuan kami maka harus memiliki janji temu atau ijin! " ucapnya lagi dengan tegas seakan tak takut.
" Kau! kami datang karena sebuah tugas. Jadi jangan menghalangi jalan kami! sekarang biarkan kami masuk secara baik-baik " ucap salah satu diantara mereka.
" Tidak bisa! " ucap anak buah king yang bertugas menjaga mansion milik Kenneth itu.
para tamu tak diundang itu dengan lancang mengangkat senjatanya dikawasan penuh milik king. Mereka dengan angkuh menodongkan senjata api pada anak buah king yang bertugas. Hingga mereka tak menyadari sepasang harimau benggala bertubuh kekar sedang menatapnya dengan penuh minat.
" Enough! " pekik suara seseorang yang terdengar lantang. Elisya yang saat itu sedang berada di halaman untuk memberikan makan hewan peliharaan nya terganggu dengan perdebatan lancang itu.
" nyonya " ucap pada anak buah king seketika menunduk saat sang nyonya datang. Elisya diam saja dan menatap tamunya yang masih mengacungkan senjata api itu.
" Biarkan mereka masuk! Aku tak suka kekacauan yang terjadi di rumah ku! biarkan saja mereka membawa senjatanya " ucap Elisya lagi hingga akhirnya mereka memasuki kawasan isolasi yang tidak pernah mereka kunjungi.
Mansion megah dan luas itu benar-benar membuat pihak berwajib terdiam. Ini bukan mansion tapi sebuah istana yang tersembunyi. Mereka tak menyangka jika kekayaan para mafia benar-benar melimpah ruah bahkan mungkin gaji para penegak hukum hanya sebutir debu untuk mereka.
Elisya membawa tamunya kesebuah ruangan terbuka yang mirip seperti gazebo hanya saja tempat itu lebih terkesan privat yang hanya dilapisi oleh dinding kaca.
" katakan kedatangan kalian kesini? maaf suamiku sedang tidak ada di rumah. Jadi jangan membuang waktuku! " ucap Elisya dingin.
__ADS_1
" Kami mencari Elisya Dutton! " ucap seorang lelaki bertubuh gempal dan berkumis. " Kami mencarinya karena Elisya Dutton terlibat sebuah aksi penyerangan di jalan X " ucap nya lagi hingga Elisya mengeryitkan dahinya pelan.
" Dia tidak ada disini " ucap Elisya tenang.
" Lalu kami harus mencarinya dimana? " ucapnya lagi sedikit kesal. " dan tolong kerjasamanya nyonya. Kami hanya menjalankan tugas saja " ucapnya lagi mencoba untuk bernegosiasi.
" Lalu apa mau kalian? aku sudah mengatakan jika putriku tidak berada disini " ucap Elisya lagi yang berani menatap sekumpulan lelaki dihadapan nya dengan wajah datar.
" Kami masih menghargai Anda dan tuan Kenneth untuk tidak menangkap putrinya di tempat umum. Jadi kami datang kemari dengan baik-baik jadi tolong kerjasamanya. '' ucap salah satu dari mereka terkesan lebih sopan dari teman-teman nya.
" Sudah kukatakan putriku tidak ada. Jadi kembalilah lain waktu " ucap Elisya lagi hingga suara seseorang mengalihkan pandangan mereka. Seorang gadis berambut panjang berjalan dengan penuh pesona.
" ada apa mom? " ucap Larissa dengan memicing kan Maniknya menatap bingung.
" anda Larissa Dutton? " tanya salah satu dari mereka kepada Larissa.
" Ya itu aku! ada apa? " tanya Larissa lagi.
" ahh maafkan atas kedatangan kami yang mendadak ini. Hanya saja kami mendapatkan laporan jika anda terlibat dengan penyerangan di jalan X '' jelas para aparat itu hingga Larissa terkekeh dibuatnya.
" Laporan? jadi seseorang membuat laporan ? menggelikan? " ucap Larissa lagi hingga mereka saking pandang satu sama lain.
" jadi Nona mohon kerjasama nya! " tandas seorang lelaki muda yang terus menatap Larissa lekat.
" Baiklah. Apa yang ingin kalian ketahui? bertanyalah dan aku akan menjawab '' ucap Larissa lagi yang duduk disamping sang ibu.
" Nona anda harus ikut kami ke kantor dan menjelaskan nya disana '' ucap seorang lelaki itu lagi hingga Larissa menatap nya semakin tajam.
" Lancang! Kalian membuang waktuku! " pekik Larissa marah hingga mereka terkejut bukan main. " Keluar! keluar kalian dari sini! sebelum aku menyeret kalian dengan kasar! pengawal!! " teriak Larissa lagi hingga beberapa anak buah king datang " bawa mereka semuanya keluar dari sini! dan pastikan mereka tak bisa memasuki mansion ini lagi! " ucap Larissa tajam " berani mengacungkan senjata maka tubuh kalian yang akan terkoyak terlebih dahulu. Pergilah! '' ucap Larissa lagi dingin.
" Kau tak bisa bersikap demikian nona! Kami bisa menuntut mu agar kasus ini semakin rumit! '' ucap salah satu dari mereka berang.
DORRR
__ADS_1
AGHHH!
'' Aku sudah memperingatinya! Namun kalian bersikeras. Terima akibatnya jika masih keras kepala, dan satu lagi silahkan bertindak sesuka nya aku tak perduli! Bawa mereka pergi dari sini! '' marah Larissa hingga tamu tak diundang nya itu diseret paksa oleh anak buah king bahkan mereka terlihat memberontak tak karuan.