
Bangunan itu runtuh serempak dengan suara ledakan yang menjauh tanah berpijak bergetar. Tubuh Lavanya terlindungi oleh tubuh Malvin karena menimpa nya dan alhasil Malvin mengalami keretakan tulang ringan dibagian bahunya.
Para anak buah Malvin yang bertugas segera membawa sang tuan dan lainnya menuju ke dalam mobil untuk meninggalkan tempat ini dan menuju kesebuah helipad yang tersedia. Malvin bernafas lega karena bisa menyelamatkan Gevariel dan Lavanya namun detik kemudian dirinya diam.
" Tuan Diego ? ohh ****!! aku lupa tentang tuan Diego " pekik Malvin membuat semua orang terkejut termasuk Lavanya yang sedang diobati oleh peralatan seadanya begitu pun dengan Gevariel yang sudah gak sadarkan diri. " Aku.. gagal " ucap Malvin lagi sambil meremas lepasnya kasar.
" Suamiku sudah tewas Malvin, mereka membunuh nya " ucap lirih Lavanya hingga manik Malvin terbelalak lebar. " Mereka biadab sungguh kejam " isak tangis Lavanya pecah begitu saja membuat semua orang yang berada disana diam seakan tak percaya.
" Bibi apa kau yakin ? '' ragu Malvin.
" Tidak! Mereka membunuhnya didepan mataku.. hiks.. hiks.. aku takut sungguh takut " ucap Lavanya lagi dan akhirnya Malvin menenangkan Lavanya walaupun dirinya sendiri tak begitu yakin. Akhirnya mereka telah tiba disebuah helipad terlihat ada tiga buah helikopter yang sudah menunggu dengan gagah.
Tak butuh waktu lama mereka segera memasuki burung besi itu untuk pergi meninggalkan pulau itu sebelum terjadinya kekacauan yang lain disaat kondisi saat ini tak begitu memungkinkan.
*******
Kabar berita tentang kematian Diego Hareem membuat semua orang yang mengenal nya syok bukan main, bahkan Valera tak percaya jika ayah dari Gevariel itu tewas begitu saja. Athena tampak syok seketika.
" Mereka sangat kejam..Bahkan saat suamiku sudah tak berdaya mereka masih terus menghajar nya seakan tak merasa puas " Isak tangis lavanya pecah begitu saja kala membayangkan apa yang sudah menimpa keluarga nya.
__ADS_1
" Aunty tenanglah jangan begini. " ucap Athena mengelus lembut punggung Lavanya yang tampak kurus dari terakhir ia melihat nya. " Sayang bagaimana keadaan Gevariel ? " tanya Athena menatap George yang sedang berdiri dengan banyak pertanyaan dalam benak nya.
" Keadaan nya cukup membaik walaupun belum dikatakan sembuh total sayang. " ucap George lagi dan Lavanya bertambah menangis bahkan menutup wajahnya dengan kedua tangan seakan ia tak bisa hidup lagi.
" Lavanya apa kau tau siapa orang yang berhubungan akhir-akhir ini dengan suami mu ? maksud ku apa kau tak merasa ada yang janggal sebelum kejadian " tanya Valera lagi
" Tidak, Aku yakin tidak Valera. Musuh ? Bahkan Diego sudah tak berkecimpung dengan dunia gelap nya lagi sejak terjadinya peperangan antara kau dan Diego saat beberapa tahun yang silam. Bisa aku pastikan jika itu yang terakhir " ucap Lavanya begitu yakin dan Valera mengangguk saja dengan ingatan yang menerawang jauh kebelakang. " Namun saat aku beberapa hari disekap. Aku sempat melihat seorang wanita berwajah Asia, dia cantik sangat cantik namun sayang tangannya dengan mudah melukai suamiku bahkan mencekik nya. Bahkan aku mendengar perseteruan mereka sesaat aku tak tau jelas namun bisa aku simpulkan dendam masa lalu. Wanita itu berkata jika Diego masih berkaitan dengan ayahnya yang disekap oleh mu Valera. Ya aku mengingat nya " ucap Lavanya lagi hingga Valera mengerutkan dahinya seketika.
masih berhubungan dengan nya ? tapi siapa ? Valera terdiam sesaat mengenang masa lalu bahkan banyak sekali orang-orang yang disekap hingga tewas di tempat neraka milik sang lady yang terletak disebuah pulau. Apakah Ben Tanaphon ?
" Tunggu kau bilang seorang wanita berwajah Asia. Dia sangat cantik ? '' tanya Valera mengulang perkataan Lavanya dan istri Diego itu mengangguk cepat. " Apa mungkin.. Dia Jasmine ? " ucap Valera lirih lalu menik nya menatap kearah Dave seketika " Siapa saat itu yang mengurus hidup gadis itu Dave. Jasmine Tanaphon, putri di bajingan Ben Tanaphon " tegas Valera dengan dingin.
" Sepertinya itu anak buah ku. Hanya saja kejadian ini sudah lama Lady, Aku akan menyelidiki nya segera '' ucap Dave berdiri dan mengangguk sopan pada Valera lalu kemudian dirinya keluar dari ruangan itu.
BRAKKKK
Semua orang terkejut karena tiba-tiba Valera menggebrak meja dengan manik yang terbuka lebar nafasnya naik turun saat ini. Bagaimana bisa gadis itu hilang dari pengawasan anak buahnya selama bertahun-tahun lamanya.
" Mom " ucap Athena dan seketika Valera hanya tersenyum dan keluar dari ruangan itu tanpa sepatah katapun. Semua orang saling lirik dan membisu saat tanda-tanda kemarahan sang Lady tercetak jelas.
__ADS_1
*******
" KENAPA BISA KABUR !! " teriakan Valera begitu menggema diruangan itu. Nafas nya tersengal dan nada nya mulai menunggu kembali setelah beberapa saat ia menetralkan suasana hatinya. " Berapa lama ? " dingin valera menatap sebuah layar monitor dimana layar itu menampilkan dua orang lelaki bertubuh kekar. Dave yang berada disampingnya hanya diam dengan perasaan serba salah.
'' Kemungkinan besar saat ini hampir sepuluh tahun Lady. Maafkan atas keterbungkaman kami " ucap seorang menunduk dengan perasaan salah dan diliputi ketakutan dalam hatinya. Lagi-lagi Valera menahan sesak di dada saat mendengar semua ini. Sepuluh tahun ? begitu lamanya telah berlalu namun dirinya baru mendengar kabar ini saat ini juga.
" Lady " ucapan Dave terhenti kala Valera menatap tajam kearah Dave dan seketika lelaki berkulit coklat itu diam dan tetap menunduk.
" Kau tau kesalahan nya dimana Dave ? Sepuluh tahun ? apakah waktu itu sebentar hmm. Kau tau aku menempatkan banyak orang untuk mengurangi beban begitu banyak yang ku pikul dipundak ku termasuk dirimu dave. Aku bukan tuhan yang bisa melindungi semua orang disisi ku dan memastikan mereka aman. Namun sebisa mungkin aku tetap akan melindungi orang-orang terdekat ku. " ucap Valera lirih dengan manik yang tetap menajam " Gadis itu kini tumbuh dewasa Dave dan membawa kebencian dalam hatinya. Diego tewas karena dia merasa ayah Gevariel itu terlibat dengan penyekapan ayah nya, dan jelas-jelas akulah yang melakukan semuanya. Itu artinya..
tittttttt tittttttt
Alarm peringatan bahaya terdengar menggema di seluruh ruangan Gold mansion. Valera mendadak diam dan terpaku di kursi kebesarannya itu.
" Lady sesuatu terjadi " suara itu membuat valera terasa menegang. Jelas-jelas dia tahu arti dari suara yang baru saja berdengung dengan hebat.
Dave segera bergegas untuk melihat keadaan diluar sana dari jendela yang berada diruangan sang Lady. Tampak maniknya melihat pergerakan konvoi berjumlah banyak dikawasan Gold mansion.
" Oh ****!! " umpat Dave saat melihat kondisi diluar sana tak baik-baik saja. Ayah Isabella dan Aisley itu berbalik dan menatap sang Lady yang justru sedang menatap lekat layar monitor nya yang menampilkan cctv di seluruh area Gold mansion.
__ADS_1
'' Kau urus mereka terlebih dahulu Dave. Aku akan memastikan sesuatu, dan pastikan jangan sampai terluka aku tak mau Gloria stres dan berakhir merajuk. Kau tau dia sedang mengandung '' Jelas Valera dan Dave mengangguk tegas lalu keluar dari ruangan itu segera.
Valera dengan lincah menggerakkan tangannya diatas keyboard. Maniknya tak lepas dari layar yang besar itu. Dirinya bisa melihat jika serangan kali ini cukup bernafsu itu artinya sesuatu sedang menunggu dirinya.